<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masa Tanggap Darurat Gempa-Tsunami Sulteng Diperpanjang hingga 26 Oktober </title><description>Masa tanggap darurat gempa-tsunami Sulteng diperpanjang selama 14 hari ke depan, terhitung pada 13 sampai 26 Oktober 2018.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/10/11/337/1962663/masa-tanggap-darurat-gempa-tsunami-sulteng-diperpanjang-hingga-26-oktober</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/10/11/337/1962663/masa-tanggap-darurat-gempa-tsunami-sulteng-diperpanjang-hingga-26-oktober"/><item><title>Masa Tanggap Darurat Gempa-Tsunami Sulteng Diperpanjang hingga 26 Oktober </title><link>https://news.okezone.com/read/2018/10/11/337/1962663/masa-tanggap-darurat-gempa-tsunami-sulteng-diperpanjang-hingga-26-oktober</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/10/11/337/1962663/masa-tanggap-darurat-gempa-tsunami-sulteng-diperpanjang-hingga-26-oktober</guid><pubDate>Kamis 11 Oktober 2018 15:21 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/11/337/1962663/masa-tanggap-darurat-gempa-tsunami-sulteng-diperpanjang-hingga-26-oktober-vcQX6ba60V.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Situasi Kota Palu beberapa hari setelah gempa dan tsunami. (Foto : Taufik Fajar/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/11/337/1962663/masa-tanggap-darurat-gempa-tsunami-sulteng-diperpanjang-hingga-26-oktober-vcQX6ba60V.jpg</image><title>Situasi Kota Palu beberapa hari setelah gempa dan tsunami. (Foto : Taufik Fajar/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah memutuskan memperpanjang masa tanggap darurat gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) diperpanjang selama 14 hari ke depan, terhitung dari tanggal 13 sampai 26 Oktober 2018.

&quot;Untuk masa tanggap darurat diperpanjang 14 hari, dari tanggal 13 sampai 26 Oktober 2018,&quot; kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di Graha BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Kamis (11/10/2018).

Setelah tiga belas hari sejak terjadinya gempa pada Jumat, 28 September 2018, jumlah korban jiwa bertambah mencapai 2.073 orang yang ditemukan.

&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/10/08/53545/270289_medium.jpg&quot; alt=&quot;Melihat Kembali Kondisi Palu dan Donggala yang Hancur Lebur Akibat Gempa &amp;amp; Tsunami&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

&quot;Data yang berhasil dihimpun 2.073 orang meninggal sudah teridentifikasi. Sebarannya, di Palu sebanyak 1663 orang, Donggala 171 orang, Parigi Mutong 15, Pasangkayu Sulawesi Barat 1 orang, dan Sigi 223 orang,&quot; ucap Sutopo.

(Baca Juga : Alasan Palu Tak Butuh Relawan dan Tenaga Medis Asing)

Seluruh korban, lanjut dia, sudah dimakamkan baik dengan 994 korban dimakamkan di pemakaman massal dan 1079 dimakamkan oleh keluarganya.

Sementara itu, saat ini 10.679 orang alami luka dan dirawat di rumah sakit. orang yang hilang diketahui sebanyak 680 orang. Pengungsi ada 87.725, tersebar di 112 titik pengungsian, serta 67.310 rumah rusak.

(Baca Juga : Update BNPB: 2.073 Orang Tewas Akibat Gempa-Tsunami Sulteng)


&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8xMC8wMi8xLzExNjUwMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah memutuskan memperpanjang masa tanggap darurat gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) diperpanjang selama 14 hari ke depan, terhitung dari tanggal 13 sampai 26 Oktober 2018.

&quot;Untuk masa tanggap darurat diperpanjang 14 hari, dari tanggal 13 sampai 26 Oktober 2018,&quot; kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di Graha BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Kamis (11/10/2018).

Setelah tiga belas hari sejak terjadinya gempa pada Jumat, 28 September 2018, jumlah korban jiwa bertambah mencapai 2.073 orang yang ditemukan.

&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/10/08/53545/270289_medium.jpg&quot; alt=&quot;Melihat Kembali Kondisi Palu dan Donggala yang Hancur Lebur Akibat Gempa &amp;amp; Tsunami&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

&quot;Data yang berhasil dihimpun 2.073 orang meninggal sudah teridentifikasi. Sebarannya, di Palu sebanyak 1663 orang, Donggala 171 orang, Parigi Mutong 15, Pasangkayu Sulawesi Barat 1 orang, dan Sigi 223 orang,&quot; ucap Sutopo.

(Baca Juga : Alasan Palu Tak Butuh Relawan dan Tenaga Medis Asing)

Seluruh korban, lanjut dia, sudah dimakamkan baik dengan 994 korban dimakamkan di pemakaman massal dan 1079 dimakamkan oleh keluarganya.

Sementara itu, saat ini 10.679 orang alami luka dan dirawat di rumah sakit. orang yang hilang diketahui sebanyak 680 orang. Pengungsi ada 87.725, tersebar di 112 titik pengungsian, serta 67.310 rumah rusak.

(Baca Juga : Update BNPB: 2.073 Orang Tewas Akibat Gempa-Tsunami Sulteng)


&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8xMC8wMi8xLzExNjUwMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

</content:encoded></item></channel></rss>
