<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Harus Percepat Pendistribusian Bantuan ke Korban Gempa-Tsunami Palu</title><description>Korban masih menata diri usai kehilangan anggota keluarga dan harta benda.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/10/12/340/1963298/pemerintah-harus-percepat-pendistribusian-bantuan-ke-korban-gempa-tsunami-palu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/10/12/340/1963298/pemerintah-harus-percepat-pendistribusian-bantuan-ke-korban-gempa-tsunami-palu"/><item><title>Pemerintah Harus Percepat Pendistribusian Bantuan ke Korban Gempa-Tsunami Palu</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/10/12/340/1963298/pemerintah-harus-percepat-pendistribusian-bantuan-ke-korban-gempa-tsunami-palu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/10/12/340/1963298/pemerintah-harus-percepat-pendistribusian-bantuan-ke-korban-gempa-tsunami-palu</guid><pubDate>Jum'at 12 Oktober 2018 18:12 WIB</pubDate><dc:creator>Jufri Tonapa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/12/340/1963298/pemerintah-harus-percepat-pendistribusian-bantuan-ke-korban-gempa-tsunami-palu-CqbVfLUQU9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Agus Fardhan membawa lukisan orang tuanya pasca gempa palu. Foto: Reuters/Jorge Silva</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/12/340/1963298/pemerintah-harus-percepat-pendistribusian-bantuan-ke-korban-gempa-tsunami-palu-CqbVfLUQU9.jpg</image><title>Agus Fardhan membawa lukisan orang tuanya pasca gempa palu. Foto: Reuters/Jorge Silva</title></images><description>

JAKARTA - Pemerintah harus mempercepat proses pendistribusian bantuan di kawasan terdampak gempa dan tsunami Sulawesi Tengah. Pasalnya masih banyak bantuan yang belum sampai kepada korban bencana alam.

Anggota DPR RI Fraksi PDIP Diah Pitaloka mengatakan, bantuan seharusnya segera didistribusikan kepada korban gempa dan tsunami.  Dia mengingatkan,  jangan sampai akhirnya bantuan hanya menumpuk.
Baca: Kisah Warga Petobo Selamat dari Likuefaksi: Piring-Piring Utuh, Laptop Bisa Menyala
Pernyataan ini disampaikan dia kala Komisi VIII DPR RI melakukan peninjauan kawasan terdampak gempa dan tsunami Sulawesi Tengah.

&quot;Kemarin saya lihat masih banyak bantuan belum terdistribusi. Sehingga perlu dioptimalkan, dan peralatan berat seperti truk perlu ditambah. Ini harus jadi perhatian. Jangan sampai bantuan melimpah tapi korban tidak menerima, &quot; katanya, Jumat (12/10/2018).
&amp;nbsp;
Dia mengungkapkan,  masih butuh banyak relawan dari luar daerah untuk memperbaiki kawasan terdampak gempa dan tsunami.  Pasalnya,  korban masih menata diri usai kehilangan anggota keluarga dan harta benda.
Baca: BNPB Temukan 8 Relawan Ilegal Asal China yang Hendak ke Palu
&quot;Perlu banyak relawan untuk kembali memulihkan Palu. Jangan sampai kesedihan ini terlalu berlarut. Sulawesi Tengah harus bangkit,&quot; tegasnya.
&amp;nbsp;
Selain itu,  Diah mengharapkan, bencana alam Sulteng ini harus menjadi pembelajaran.  Untuk itu fasilitas peringatan dini bencana harus dioperasikan.

Ke depan,  dia mengimbau,  pemerintah segera menyusun penguatan kapasitas. Seperti perlengkapan penanganan gempa yang masih sangat minim

&quot;Mungkin bisa dibuat perencanaan anggarannya juga dalam jangka panjang. Idealnya di tiap provinsi ada posko perlengkapan kebencanaan yang lengkap, &quot; tutup Diah.
</description><content:encoded>

JAKARTA - Pemerintah harus mempercepat proses pendistribusian bantuan di kawasan terdampak gempa dan tsunami Sulawesi Tengah. Pasalnya masih banyak bantuan yang belum sampai kepada korban bencana alam.

Anggota DPR RI Fraksi PDIP Diah Pitaloka mengatakan, bantuan seharusnya segera didistribusikan kepada korban gempa dan tsunami.  Dia mengingatkan,  jangan sampai akhirnya bantuan hanya menumpuk.
Baca: Kisah Warga Petobo Selamat dari Likuefaksi: Piring-Piring Utuh, Laptop Bisa Menyala
Pernyataan ini disampaikan dia kala Komisi VIII DPR RI melakukan peninjauan kawasan terdampak gempa dan tsunami Sulawesi Tengah.

&quot;Kemarin saya lihat masih banyak bantuan belum terdistribusi. Sehingga perlu dioptimalkan, dan peralatan berat seperti truk perlu ditambah. Ini harus jadi perhatian. Jangan sampai bantuan melimpah tapi korban tidak menerima, &quot; katanya, Jumat (12/10/2018).
&amp;nbsp;
Dia mengungkapkan,  masih butuh banyak relawan dari luar daerah untuk memperbaiki kawasan terdampak gempa dan tsunami.  Pasalnya,  korban masih menata diri usai kehilangan anggota keluarga dan harta benda.
Baca: BNPB Temukan 8 Relawan Ilegal Asal China yang Hendak ke Palu
&quot;Perlu banyak relawan untuk kembali memulihkan Palu. Jangan sampai kesedihan ini terlalu berlarut. Sulawesi Tengah harus bangkit,&quot; tegasnya.
&amp;nbsp;
Selain itu,  Diah mengharapkan, bencana alam Sulteng ini harus menjadi pembelajaran.  Untuk itu fasilitas peringatan dini bencana harus dioperasikan.

Ke depan,  dia mengimbau,  pemerintah segera menyusun penguatan kapasitas. Seperti perlengkapan penanganan gempa yang masih sangat minim

&quot;Mungkin bisa dibuat perencanaan anggarannya juga dalam jangka panjang. Idealnya di tiap provinsi ada posko perlengkapan kebencanaan yang lengkap, &quot; tutup Diah.
</content:encoded></item></channel></rss>
