<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>41 Orang Meninggal Akibat Tanah Longsor di Uganda</title><description>Sebanyak 41 orang meninggal dunia akibat terkena tanah longsor yang terjadi di timur Uganda.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/10/13/18/1963483/41-orang-meninggal-akibat-tanah-longsor-di-uganda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/10/13/18/1963483/41-orang-meninggal-akibat-tanah-longsor-di-uganda"/><item><title>41 Orang Meninggal Akibat Tanah Longsor di Uganda</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/10/13/18/1963483/41-orang-meninggal-akibat-tanah-longsor-di-uganda</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/10/13/18/1963483/41-orang-meninggal-akibat-tanah-longsor-di-uganda</guid><pubDate>Sabtu 13 Oktober 2018 05:38 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/13/18/1963483/41-orang-tewas-akibat-tanah-longsor-di-uganda-UsoJ94Pwic.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Lokasi bencana tanah longsor di timur Uganda. (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/13/18/1963483/41-orang-tewas-akibat-tanah-longsor-di-uganda-UsoJ94Pwic.jpg</image><title>Lokasi bencana tanah longsor di timur Uganda. (Foto: AFP)</title></images><description>SETIDAKNYA sebanyak 41 orang tewas setelah sebuah sungai di Uganda timur meluap hingga mengirim banjir lumpur dan bebatuan ke rumah-rumah pada Jumat 12 Oktober 2018 waktu setempat. Tim penyelamat terus mengangkat puing-puing untuk mencari korban selamat. Sejumlah orang dilaporkan tidak diketahui keberadaannya.
&quot;(Sebanyak) 41 jiwa telah hilang, tetapi mereka masih terus menggali, mencoba mencari apakah ada mayat lain di dasar sungai di suatu tempat,&quot; kata Hilary Onek, menteri bantuan, kesiapsiagaan, dan pengungsi Uganda, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (13/10/2018).
&quot;Ada korban di perbukitan,&quot; tambahnya yang mengacu pada tanah lebih tinggi di mana sungai meluap sebelum menerjang rumah yang lebih rendah.

Onek mengatakan, sejauh ini pihaknya telah menemukan 38 jenazah. Orang-orang yang selamat berbicara tentang kepanikan ketika air mengalir menuruni lereng bukit.
Di lereng bukit Desa Nanyinza, terjangan dari Sungai Sume cepat melewati reruntuhan jembatan beton yang tersapu hujan deras.
&quot;Saat kami melihat air datang, kami berlari dan menaiki bukit,&quot; kata John Makimpi, seorang pedagang ikan berusia 28 tahun dari Nanyinza, yang terlibat dalam upaya penyelamatan.
&quot;Kami menyeret tujuh mayat dari sungai,&quot; kata dia sambil menambahkan bahwa empat mayat tidak dapat dikenali dalam jatuhan batu.</description><content:encoded>SETIDAKNYA sebanyak 41 orang tewas setelah sebuah sungai di Uganda timur meluap hingga mengirim banjir lumpur dan bebatuan ke rumah-rumah pada Jumat 12 Oktober 2018 waktu setempat. Tim penyelamat terus mengangkat puing-puing untuk mencari korban selamat. Sejumlah orang dilaporkan tidak diketahui keberadaannya.
&quot;(Sebanyak) 41 jiwa telah hilang, tetapi mereka masih terus menggali, mencoba mencari apakah ada mayat lain di dasar sungai di suatu tempat,&quot; kata Hilary Onek, menteri bantuan, kesiapsiagaan, dan pengungsi Uganda, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (13/10/2018).
&quot;Ada korban di perbukitan,&quot; tambahnya yang mengacu pada tanah lebih tinggi di mana sungai meluap sebelum menerjang rumah yang lebih rendah.

Onek mengatakan, sejauh ini pihaknya telah menemukan 38 jenazah. Orang-orang yang selamat berbicara tentang kepanikan ketika air mengalir menuruni lereng bukit.
Di lereng bukit Desa Nanyinza, terjangan dari Sungai Sume cepat melewati reruntuhan jembatan beton yang tersapu hujan deras.
&quot;Saat kami melihat air datang, kami berlari dan menaiki bukit,&quot; kata John Makimpi, seorang pedagang ikan berusia 28 tahun dari Nanyinza, yang terlibat dalam upaya penyelamatan.
&quot;Kami menyeret tujuh mayat dari sungai,&quot; kata dia sambil menambahkan bahwa empat mayat tidak dapat dikenali dalam jatuhan batu.</content:encoded></item></channel></rss>
