<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> TNI-Polri Disarankan Bentuk Batalyon Khusus Tangani Bencana   </title><description>Pengamat Maritim Siswanto Rusdi berharap adanya aparat kepolisian atau tentara yang memiliki tugas khusus menangani bencana alam.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/10/13/337/1963583/tni-polri-disarankan-bentuk-batalyon-khusus-tangani-bencana</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/10/13/337/1963583/tni-polri-disarankan-bentuk-batalyon-khusus-tangani-bencana"/><item><title> TNI-Polri Disarankan Bentuk Batalyon Khusus Tangani Bencana   </title><link>https://news.okezone.com/read/2018/10/13/337/1963583/tni-polri-disarankan-bentuk-batalyon-khusus-tangani-bencana</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/10/13/337/1963583/tni-polri-disarankan-bentuk-batalyon-khusus-tangani-bencana</guid><pubDate>Sabtu 13 Oktober 2018 14:36 WIB</pubDate><dc:creator>Bayu Septianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/13/337/1963583/tni-polri-disarankan-bentuk-batalyon-khusus-tangani-bencana-j7B7Evk54a.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/13/337/1963583/tni-polri-disarankan-bentuk-batalyon-khusus-tangani-bencana-j7B7Evk54a.jpg</image><title>Foto: Okezone</title></images><description>
JAKARTA - Pengamat Maritim Siswanto Rusdi berharap adanya aparat kepolisian atau tentara yang memiliki tugas khusus menangani bencana alam.

Hal ini agar tentara atau polisi tersebut memiliki kemampuan-kemampuan dasar dalam menangani bencana, khususnya melakukan evakuasi saat masa tanggap darurat pasca terjadinya bencana.

&quot;Tidak kalah penting, seharusnya ada entah polisi atau tentara yang tugasnya betul-betul menangani bencana,&quot; ujar Siswanto dalam diskusi Perspektif Indonesia bertema Menata Mitigasi Bencana Lewat Sulteng di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (13/10/2018).
&amp;nbsp;
Siswanto mengapresiasi respons cepat TNI yang langsung mengirimkan personel-personelnya sesaat setelah bencana terjadi. Namun, ia menyayangkan minimnya peralatan yang mereka bawa.

&quot;Kita sayangkan mereka kesana dengan tangan kosong. Sarung tangan aja enggak ada, belum lagi sekop, cangkul,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;
Selain kemampuan tiap personel dalam menangani bencana, seharusnya aparat militer juga meningkatkan kesiapannya baik dari segi sarana maupun ilmu tentang kebencanaan.

&quot;Harus ada satu atau dua batalyon yang spesialisasinya itu bencana, jangan terjun terus,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Pengamat Maritim Siswanto Rusdi berharap adanya aparat kepolisian atau tentara yang memiliki tugas khusus menangani bencana alam.

Hal ini agar tentara atau polisi tersebut memiliki kemampuan-kemampuan dasar dalam menangani bencana, khususnya melakukan evakuasi saat masa tanggap darurat pasca terjadinya bencana.

&quot;Tidak kalah penting, seharusnya ada entah polisi atau tentara yang tugasnya betul-betul menangani bencana,&quot; ujar Siswanto dalam diskusi Perspektif Indonesia bertema Menata Mitigasi Bencana Lewat Sulteng di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (13/10/2018).
&amp;nbsp;
Siswanto mengapresiasi respons cepat TNI yang langsung mengirimkan personel-personelnya sesaat setelah bencana terjadi. Namun, ia menyayangkan minimnya peralatan yang mereka bawa.

&quot;Kita sayangkan mereka kesana dengan tangan kosong. Sarung tangan aja enggak ada, belum lagi sekop, cangkul,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;
Selain kemampuan tiap personel dalam menangani bencana, seharusnya aparat militer juga meningkatkan kesiapannya baik dari segi sarana maupun ilmu tentang kebencanaan.

&quot;Harus ada satu atau dua batalyon yang spesialisasinya itu bencana, jangan terjun terus,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
