<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> TKN Jokowi-Ma'ruf Minta Luhut dan Sri Mulyani Hadapi Laporan di Bawaslu   </title><description>Abdul Kadir Karding meminta Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk menghadapi laporan di Bawaslu.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/10/18/605/1965744/tkn-jokowi-ma-ruf-minta-luhut-dan-sri-mulyani-hadapi-laporan-di-bawaslu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/10/18/605/1965744/tkn-jokowi-ma-ruf-minta-luhut-dan-sri-mulyani-hadapi-laporan-di-bawaslu"/><item><title> TKN Jokowi-Ma'ruf Minta Luhut dan Sri Mulyani Hadapi Laporan di Bawaslu   </title><link>https://news.okezone.com/read/2018/10/18/605/1965744/tkn-jokowi-ma-ruf-minta-luhut-dan-sri-mulyani-hadapi-laporan-di-bawaslu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/10/18/605/1965744/tkn-jokowi-ma-ruf-minta-luhut-dan-sri-mulyani-hadapi-laporan-di-bawaslu</guid><pubDate>Kamis 18 Oktober 2018 14:55 WIB</pubDate><dc:creator>Bayu Septianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/18/605/1965744/tkn-jokowi-ma-ruf-minta-luhut-dan-sri-mulyani-hadapi-laporan-di-bawaslu-SNhp7ai0uJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/18/605/1965744/tkn-jokowi-ma-ruf-minta-luhut-dan-sri-mulyani-hadapi-laporan-di-bawaslu-SNhp7ai0uJ.jpg</image><title>Foto: Okezone</title></images><description>
JAKARTA - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN KIK) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding meminta Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk menghadapi rencana Timses capres dan cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk melaporkan dua menteri itu ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Luhut dan Sri Mulyani dianggap telah melakukan pelanggaran kampanye oleh kubu Prabowo-Sandiaga. Hal ini karena keduanya sempat mengacungkan jari telunjuknya saat penutupan IMF-World Bank Annual Meeting di Bali.

&quot;Ya namanya juga dilaporkan harus dihadapi. Ikut harus dihadapi yang ada, harus diikuti,&quot; kata Karding di Jakarta Selatan, Kamis (18/10/2018).

(Baca juga: Gerindra Akan Laporkan Luhut dan Sri Mulyani ke Bawaslu, Kubu Jokowi Bereaksi)

(Baca juga: PDI Sayangkan Luhut dan Sri Mulyani Akan Dilaporkan ke Bawaslu)
&amp;nbsp;
Karding mengatakan, Luhut sempat menceritakan terkait aksinya di IMF-Bank Dunia Annual Meeting di Bali beberapa waktu lalu. Kata Karding, Luhut bercerita bila makna dari satu jari itu adalah Indonesia yang telah juara dalam menggelar IMF-World Bank Annual Meeting di Bali.

&quot;Yang saya tahu dan ingat bahwa itu sih pak luhut mengatakan satunya itu juara satu dalam penanganan. Dalam pelaksanaan IMF, dan juara satu Indonesia,&quot; ucap Karding.

Karding juga menilai Komisi Pemilihan Umum (KPU) perlu lebih intensif mensosialisasikan aturan-aturan kampanye, khususnya kepada para pejabat yang menyatakan dukungannya ke salah satu pasangan capres-cawapres. Sebab lanjut Karding, para pejabat kurang paham terkait apa saja etika dalam berkampanye.
&amp;nbsp;
&quot;Butuh sosialisasi yang mendalam. Terutama pejabat sibuk dan enggak memperhatikan itu kan, ya mereka kegiatan sehari-seharinya. Atau para pejabat harus berhati-hati. Jangan guyon, enggak boleh guyon,&quot; ungkap Karding.

&quot;Nah itu harus ada itu untuk itu tahapan awal hukum itu tahap awal diberikan teguran, atau diberikan persuasi, kalau sudah berulah itu kena hukum. itu solusinya,&quot; tandas Karding.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN KIK) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding meminta Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk menghadapi rencana Timses capres dan cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk melaporkan dua menteri itu ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Luhut dan Sri Mulyani dianggap telah melakukan pelanggaran kampanye oleh kubu Prabowo-Sandiaga. Hal ini karena keduanya sempat mengacungkan jari telunjuknya saat penutupan IMF-World Bank Annual Meeting di Bali.

&quot;Ya namanya juga dilaporkan harus dihadapi. Ikut harus dihadapi yang ada, harus diikuti,&quot; kata Karding di Jakarta Selatan, Kamis (18/10/2018).

(Baca juga: Gerindra Akan Laporkan Luhut dan Sri Mulyani ke Bawaslu, Kubu Jokowi Bereaksi)

(Baca juga: PDI Sayangkan Luhut dan Sri Mulyani Akan Dilaporkan ke Bawaslu)
&amp;nbsp;
Karding mengatakan, Luhut sempat menceritakan terkait aksinya di IMF-Bank Dunia Annual Meeting di Bali beberapa waktu lalu. Kata Karding, Luhut bercerita bila makna dari satu jari itu adalah Indonesia yang telah juara dalam menggelar IMF-World Bank Annual Meeting di Bali.

&quot;Yang saya tahu dan ingat bahwa itu sih pak luhut mengatakan satunya itu juara satu dalam penanganan. Dalam pelaksanaan IMF, dan juara satu Indonesia,&quot; ucap Karding.

Karding juga menilai Komisi Pemilihan Umum (KPU) perlu lebih intensif mensosialisasikan aturan-aturan kampanye, khususnya kepada para pejabat yang menyatakan dukungannya ke salah satu pasangan capres-cawapres. Sebab lanjut Karding, para pejabat kurang paham terkait apa saja etika dalam berkampanye.
&amp;nbsp;
&quot;Butuh sosialisasi yang mendalam. Terutama pejabat sibuk dan enggak memperhatikan itu kan, ya mereka kegiatan sehari-seharinya. Atau para pejabat harus berhati-hati. Jangan guyon, enggak boleh guyon,&quot; ungkap Karding.

&quot;Nah itu harus ada itu untuk itu tahapan awal hukum itu tahap awal diberikan teguran, atau diberikan persuasi, kalau sudah berulah itu kena hukum. itu solusinya,&quot; tandas Karding.
</content:encoded></item></channel></rss>
