<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Debat Capres-Cawapres di Kampus Membuka 'Kultur Politik' di Perguruan Tinggi</title><description>Debat capres-cawapres di kampus dinilai akan membuka kultur politik di perguruan tinggi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/10/22/605/1967075/debat-capres-cawapres-di-kampus-membuka-kultur-politik-di-perguruan-tinggi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/10/22/605/1967075/debat-capres-cawapres-di-kampus-membuka-kultur-politik-di-perguruan-tinggi"/><item><title>Debat Capres-Cawapres di Kampus Membuka 'Kultur Politik' di Perguruan Tinggi</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/10/22/605/1967075/debat-capres-cawapres-di-kampus-membuka-kultur-politik-di-perguruan-tinggi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/10/22/605/1967075/debat-capres-cawapres-di-kampus-membuka-kultur-politik-di-perguruan-tinggi</guid><pubDate>Senin 22 Oktober 2018 06:46 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/22/605/1967075/debat-capres-cawapres-di-kampus-membuka-kultur-politik-di-perguruan-tinggi-J0X0sdWruG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/22/605/1967075/debat-capres-cawapres-di-kampus-membuka-kultur-politik-di-perguruan-tinggi-J0X0sdWruG.jpg</image><title>(Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya menyakatan setuju atas usulan debat capres-cawapres dilaksanakan di kampus.
&amp;ldquo;Setuju (debat di kampus). Saya setuju kalau diadakan di kampus. Bahwa yang mengadakan itu kampus dan kampus harus dibuka seluas-luasnya untuk kemudian menjadi ruang pertarungan gagasan,&amp;rdquo; tutur Willy kepada Okezone, Senin (22/10/2018).
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/09/21/53225/268624_medium.jpg&quot; alt=&quot;Foto-Foto Kemesraan Pasangan Capres-Cawapres Jokowi-Ma'ruf, Prabowo-Sandi saat Pengundian Nomor Urut&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Willy tak memungkiri bilamana usulan untuk debat capres-cawapres di kampus merupakan sebuah usulan yang baik. Di mana kultur politik di perguruan tinggi harus dibuka.
&amp;ldquo;Itulah kultur politik yang seharusnya dibuka,&amp;rdquo; papar dia.
(Baca juga: Debat Capres-Cawapres Diselenggarakan 5 Kali di 2019)
Akan tetapi, sambung Willy, usulan tersebut sepertinya akan terkendala dengan Undang-undang Pemilu. Di mana dalam UU tersebut tak memperbolehkan adanya kegiatan kampanye di lembaga pendidikan.
&amp;ldquo;Cuma terkendala dengan UU kita. UU kita tidak memperbolehkan itu ya, karena UU kita mengatakan tidak boleh berkampanye di kampus. Maka kemudian bisa saja modelnya kita balik,&amp;ldquo; jelas dia.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/09/21/53224/268615_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pengundian Nomor Urut, Jokowi-Ma'ruf Nomor 1, Prabowo-Sandi Nomor 2&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&amp;ldquo;Jadi UU enggak boleh berkampanye. Tapi di balik kampus yang melihat sebagai perspektif kebijakan ya,&amp;rdquo; tambahnya.
Diketahui, Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandiaga, Dahnil Simanjuntak mengusulkan ke KPU agar debat tersebut bisa dilakukan di kampus, diikuti oleh para akademisi serta mahasiswa.
&quot;Kami mengusulkan debat capres yang digelar oleh KPU, digelar di kampus terpilih, diikuti oleh akademisi dan mahasiswa terpilih,&quot; kata Dahnil
</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya menyakatan setuju atas usulan debat capres-cawapres dilaksanakan di kampus.
&amp;ldquo;Setuju (debat di kampus). Saya setuju kalau diadakan di kampus. Bahwa yang mengadakan itu kampus dan kampus harus dibuka seluas-luasnya untuk kemudian menjadi ruang pertarungan gagasan,&amp;rdquo; tutur Willy kepada Okezone, Senin (22/10/2018).
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/09/21/53225/268624_medium.jpg&quot; alt=&quot;Foto-Foto Kemesraan Pasangan Capres-Cawapres Jokowi-Ma'ruf, Prabowo-Sandi saat Pengundian Nomor Urut&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Willy tak memungkiri bilamana usulan untuk debat capres-cawapres di kampus merupakan sebuah usulan yang baik. Di mana kultur politik di perguruan tinggi harus dibuka.
&amp;ldquo;Itulah kultur politik yang seharusnya dibuka,&amp;rdquo; papar dia.
(Baca juga: Debat Capres-Cawapres Diselenggarakan 5 Kali di 2019)
Akan tetapi, sambung Willy, usulan tersebut sepertinya akan terkendala dengan Undang-undang Pemilu. Di mana dalam UU tersebut tak memperbolehkan adanya kegiatan kampanye di lembaga pendidikan.
&amp;ldquo;Cuma terkendala dengan UU kita. UU kita tidak memperbolehkan itu ya, karena UU kita mengatakan tidak boleh berkampanye di kampus. Maka kemudian bisa saja modelnya kita balik,&amp;ldquo; jelas dia.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/09/21/53224/268615_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pengundian Nomor Urut, Jokowi-Ma'ruf Nomor 1, Prabowo-Sandi Nomor 2&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&amp;ldquo;Jadi UU enggak boleh berkampanye. Tapi di balik kampus yang melihat sebagai perspektif kebijakan ya,&amp;rdquo; tambahnya.
Diketahui, Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandiaga, Dahnil Simanjuntak mengusulkan ke KPU agar debat tersebut bisa dilakukan di kampus, diikuti oleh para akademisi serta mahasiswa.
&quot;Kami mengusulkan debat capres yang digelar oleh KPU, digelar di kampus terpilih, diikuti oleh akademisi dan mahasiswa terpilih,&quot; kata Dahnil
</content:encoded></item></channel></rss>
