<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Efek Kasus Ratna Sarumpaet, Elektabilitas Prabowo-Sandi Menurun dari 29,2% Jadi 28,6%</title><description>LSI Denny JA, merilis survei terbaru terkait elektabilitas kandidat calon presiden-calon wakil presiden usai kasus hoaks Ratna Sarumpaet.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/10/23/605/1967821/efek-kasus-ratna-sarumpaet-elektabilitas-prabowo-sandi-menurun-dari-29-2-jadi-28-6</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/10/23/605/1967821/efek-kasus-ratna-sarumpaet-elektabilitas-prabowo-sandi-menurun-dari-29-2-jadi-28-6"/><item><title>Efek Kasus Ratna Sarumpaet, Elektabilitas Prabowo-Sandi Menurun dari 29,2% Jadi 28,6%</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/10/23/605/1967821/efek-kasus-ratna-sarumpaet-elektabilitas-prabowo-sandi-menurun-dari-29-2-jadi-28-6</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/10/23/605/1967821/efek-kasus-ratna-sarumpaet-elektabilitas-prabowo-sandi-menurun-dari-29-2-jadi-28-6</guid><pubDate>Selasa 23 Oktober 2018 14:28 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/23/605/1967821/efek-kasus-ratna-sarumpaet-elektabilitas-prabowo-sandi-menurun-dari-29-2-jadi-28-6-Yqnr8y8WiF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/23/605/1967821/efek-kasus-ratna-sarumpaet-elektabilitas-prabowo-sandi-menurun-dari-29-2-jadi-28-6-Yqnr8y8WiF.jpg</image><title>Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi (foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, merilis hasil survei terbaru terkait elektabilitas kandidat calon presiden-calon wakil presiden Indonesia. Penelitian itu diambil setelah munculnya kasus hoaks dari aktivis Ratna Sarumpaet pada 3 Oktober 2018 lalu.

Hasil survei itu menunjukkan capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin mengungguli pesaingnya capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Pasangan nomor urut 01 meraup perolehan suara sebesar 57,7 persen, sementara lawannya hanya mendapat suara 28,6 persen. Dan pemilih yang belum menentukan pilihan sebesar 13,7 persen.
(Baca Juga: Survei: Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Unggul Tipis dari Prabowo-Sandi)
Survei LSI Hoax dan Efek Elektoral Kasus Ratna Sarumpaet (foto: Fadel/Okezone)&amp;nbsp;
&quot;Kasus hoaks Ratna Sarumpaet merugikan Prabowo-Sandi,&quot; kata Peneliti LSI Ikrama Masloman di kantor LSI, Jakarta Timur, Selasa (23/10/2018).

Pada September 2018, lanjut dia, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf sebesar 53,2 persen. Oleh karena itu, adanya kasus hoaks Ratna Sarumpaet itu menunjukkan terjadi kenaikan elektabilitas pasangan yang didukung gabungan 9 partai politik tersebut.

&quot;Sementara Prabowo-Sandi di September 2018 elektabilitasnya sebesar 29,2 persen. Kini di Oktober jadi sebesar 28,6 persen. Jadi ada penurunan suara setelah ada kasus Ratna Sarumpaet,&quot; imbuh dia.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/09/21/53225/268621_medium.jpg&quot; alt=&quot;Foto-Foto Kemesraan Pasangan Capres-Cawapres Jokowi-Ma'ruf, Prabowo-Sandi saat Pengundian Nomor Urut&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
(Baca Juga: Timses Jokowi-Ma'ruf Tegaskan Kasus Anak Stunting Terus Menurun)
Ikrama menjelaskan, naiknya sentimen negatif terhadap Prabowo-Sandi menyebabkan pemilih yang belum menentukan pilihan pada bulan September cenderung memilih pasangan Jokowi-Ma'ruf.

Sekadar diketahui, survei LSI Deny JA ini dilakukan pada 10 Oktober - 19 Oktober 2018 dengan wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden yang tersebar di berbagai daerah. Metode penelitian yang digunakan yakni multistage random sampling dengan margin of error lebih kurang 2,8% pada tingkat kepercayaan 97,2 persen.</description><content:encoded>JAKARTA - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, merilis hasil survei terbaru terkait elektabilitas kandidat calon presiden-calon wakil presiden Indonesia. Penelitian itu diambil setelah munculnya kasus hoaks dari aktivis Ratna Sarumpaet pada 3 Oktober 2018 lalu.

Hasil survei itu menunjukkan capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin mengungguli pesaingnya capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Pasangan nomor urut 01 meraup perolehan suara sebesar 57,7 persen, sementara lawannya hanya mendapat suara 28,6 persen. Dan pemilih yang belum menentukan pilihan sebesar 13,7 persen.
(Baca Juga: Survei: Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Unggul Tipis dari Prabowo-Sandi)
Survei LSI Hoax dan Efek Elektoral Kasus Ratna Sarumpaet (foto: Fadel/Okezone)&amp;nbsp;
&quot;Kasus hoaks Ratna Sarumpaet merugikan Prabowo-Sandi,&quot; kata Peneliti LSI Ikrama Masloman di kantor LSI, Jakarta Timur, Selasa (23/10/2018).

Pada September 2018, lanjut dia, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf sebesar 53,2 persen. Oleh karena itu, adanya kasus hoaks Ratna Sarumpaet itu menunjukkan terjadi kenaikan elektabilitas pasangan yang didukung gabungan 9 partai politik tersebut.

&quot;Sementara Prabowo-Sandi di September 2018 elektabilitasnya sebesar 29,2 persen. Kini di Oktober jadi sebesar 28,6 persen. Jadi ada penurunan suara setelah ada kasus Ratna Sarumpaet,&quot; imbuh dia.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/09/21/53225/268621_medium.jpg&quot; alt=&quot;Foto-Foto Kemesraan Pasangan Capres-Cawapres Jokowi-Ma'ruf, Prabowo-Sandi saat Pengundian Nomor Urut&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
(Baca Juga: Timses Jokowi-Ma'ruf Tegaskan Kasus Anak Stunting Terus Menurun)
Ikrama menjelaskan, naiknya sentimen negatif terhadap Prabowo-Sandi menyebabkan pemilih yang belum menentukan pilihan pada bulan September cenderung memilih pasangan Jokowi-Ma'ruf.

Sekadar diketahui, survei LSI Deny JA ini dilakukan pada 10 Oktober - 19 Oktober 2018 dengan wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden yang tersebar di berbagai daerah. Metode penelitian yang digunakan yakni multistage random sampling dengan margin of error lebih kurang 2,8% pada tingkat kepercayaan 97,2 persen.</content:encoded></item></channel></rss>
