<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Elektabilitas Prabowo-Sandi Turun Pasca-Kasus Ratna Sarumpaet, Ini Kata Tim Pemenangan</title><description>Ini kata tim pemenangan Prabowo-Sandiaga soal elektabilitas yang turun akibat kasus Ratna Sarumpaet.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/10/24/605/1968169/elektabilitas-prabowo-sandi-turun-pasca-kasus-ratna-sarumpaet-ini-kata-tim-pemenangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/10/24/605/1968169/elektabilitas-prabowo-sandi-turun-pasca-kasus-ratna-sarumpaet-ini-kata-tim-pemenangan"/><item><title>Elektabilitas Prabowo-Sandi Turun Pasca-Kasus Ratna Sarumpaet, Ini Kata Tim Pemenangan</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/10/24/605/1968169/elektabilitas-prabowo-sandi-turun-pasca-kasus-ratna-sarumpaet-ini-kata-tim-pemenangan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/10/24/605/1968169/elektabilitas-prabowo-sandi-turun-pasca-kasus-ratna-sarumpaet-ini-kata-tim-pemenangan</guid><pubDate>Rabu 24 Oktober 2018 09:34 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/24/605/1968169/elektabilitas-prabowo-sandi-turun-pasca-kasus-ratna-sarumpaet-ini-kata-tim-pemenangan-9w7LD2CQXA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Prabowo-Sandiaga Uno.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/24/605/1968169/elektabilitas-prabowo-sandi-turun-pasca-kasus-ratna-sarumpaet-ini-kata-tim-pemenangan-9w7LD2CQXA.jpg</image><title>Prabowo-Sandiaga Uno.</title></images><description>JAKARTA - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei elektabilitas capres-cawapres pasca-kasus Ratna Sarumpaet. Hasilnya pasangan Prabowo-Sandi mengalami penuruan elektabilitas.
Menyikapi hal tersebut, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Suhud Alynudin pihaknya menghargai hasil tersebut.
&amp;ldquo;Menghargai hasil survei sebagai bagian dari kerja ilmiah; kami anggap sebagai sebuah masukan bagi BPN Prabowo-Sandi,&amp;rdquo; tutur Suhud kepada Okezone, Rabu (24/10/2018).
Namun demikian, Suhud menyakini jika kaum terpelajar sangat rasional terhadap kasus Ratna Sarumpaet. Sehingga mereka bisa menilai secara jernih posisi Prabowo-Sandiaga.

&amp;ldquo;Kaum terpelajar sangat rasional. Kami kira mereka dapat menilai secara jernih posisi Pak Prabowo dalam kasus kebohongan RS,&amp;rdquo; jelas dia.
Tak hanya itu, Direktur Pencapresan PKS ini pun menilai situasi masyarakat sekarang banyak yang meragukan kebenaran hasil survei. Lantaran hasil tersenut kerap meleset dari realitas sesungguhnya.
(Baca juga: Elektabilitas Prabowo-Sandi Menurun dari 29,2% Jadi 28,6%)
&amp;ldquo;Tentu kami di internal memiliki data pembanding terkait kasus itu, baik melalui survei maupun penggunaan big data,&amp;rdquo; tandasnya.
Sebelumnya, LSI Denny JA merilis hasil survei terbaru terkait elektabilitas kandidat calon presiden-calon wakil presiden Indonesia.
Hasil survei itu menunjukkan capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin mengungguli pesaingnya capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Pasangan nomor urut 01 meraup perolehan suara sebesar 57,7 persen, sementara lawannya hanya mendapat suara 28,6 persen.
Untuk elektabilitas Jokowi-Ma'ruf sebesar 53,2 persen. Oleh karena itu, adanya kasus hoaks Ratna Sarumpaet itu menunjukkan terjadi kenaikan elektabilitas. Sementara Prabowo-Sandi di September 2018 elektabilitasnya sebesar 29,2 persen. Kini di Oktober jadi sebesar 28,6 persen. Jadi ada penurunan suara setelah ada kasus Ratna Sarumpaet.</description><content:encoded>JAKARTA - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei elektabilitas capres-cawapres pasca-kasus Ratna Sarumpaet. Hasilnya pasangan Prabowo-Sandi mengalami penuruan elektabilitas.
Menyikapi hal tersebut, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Suhud Alynudin pihaknya menghargai hasil tersebut.
&amp;ldquo;Menghargai hasil survei sebagai bagian dari kerja ilmiah; kami anggap sebagai sebuah masukan bagi BPN Prabowo-Sandi,&amp;rdquo; tutur Suhud kepada Okezone, Rabu (24/10/2018).
Namun demikian, Suhud menyakini jika kaum terpelajar sangat rasional terhadap kasus Ratna Sarumpaet. Sehingga mereka bisa menilai secara jernih posisi Prabowo-Sandiaga.

&amp;ldquo;Kaum terpelajar sangat rasional. Kami kira mereka dapat menilai secara jernih posisi Pak Prabowo dalam kasus kebohongan RS,&amp;rdquo; jelas dia.
Tak hanya itu, Direktur Pencapresan PKS ini pun menilai situasi masyarakat sekarang banyak yang meragukan kebenaran hasil survei. Lantaran hasil tersenut kerap meleset dari realitas sesungguhnya.
(Baca juga: Elektabilitas Prabowo-Sandi Menurun dari 29,2% Jadi 28,6%)
&amp;ldquo;Tentu kami di internal memiliki data pembanding terkait kasus itu, baik melalui survei maupun penggunaan big data,&amp;rdquo; tandasnya.
Sebelumnya, LSI Denny JA merilis hasil survei terbaru terkait elektabilitas kandidat calon presiden-calon wakil presiden Indonesia.
Hasil survei itu menunjukkan capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin mengungguli pesaingnya capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Pasangan nomor urut 01 meraup perolehan suara sebesar 57,7 persen, sementara lawannya hanya mendapat suara 28,6 persen.
Untuk elektabilitas Jokowi-Ma'ruf sebesar 53,2 persen. Oleh karena itu, adanya kasus hoaks Ratna Sarumpaet itu menunjukkan terjadi kenaikan elektabilitas. Sementara Prabowo-Sandi di September 2018 elektabilitasnya sebesar 29,2 persen. Kini di Oktober jadi sebesar 28,6 persen. Jadi ada penurunan suara setelah ada kasus Ratna Sarumpaet.</content:encoded></item></channel></rss>
