<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RS Polri Imbau Orangtua dan Anak Korban Lion Air Datang ke Posko DVI   </title><description>Data tersebut seperti foto saat korban tersenyum, kondisi fisik yang menjadi pengenal tubuh korban seperti tato, tindikan atau bekas luka.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/10/30/337/1970695/rs-polri-imbau-orangtua-dan-anak-korban-lion-air-datang-ke-posko-dvi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/10/30/337/1970695/rs-polri-imbau-orangtua-dan-anak-korban-lion-air-datang-ke-posko-dvi"/><item><title>RS Polri Imbau Orangtua dan Anak Korban Lion Air Datang ke Posko DVI   </title><link>https://news.okezone.com/read/2018/10/30/337/1970695/rs-polri-imbau-orangtua-dan-anak-korban-lion-air-datang-ke-posko-dvi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/10/30/337/1970695/rs-polri-imbau-orangtua-dan-anak-korban-lion-air-datang-ke-posko-dvi</guid><pubDate>Selasa 30 Oktober 2018 01:09 WIB</pubDate><dc:creator>Bayu Septianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/30/337/1970695/tim-dokter-imbau-orangtua-dan-anak-korban-lion-air-datang-ke-posko-dvi-F3je7mpUmu.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala RS Polri Kombes Musyafak (Foto: Bayu Septianto/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/30/337/1970695/tim-dokter-imbau-orangtua-dan-anak-korban-lion-air-datang-ke-posko-dvi-F3je7mpUmu.jpeg</image><title>Kepala RS Polri Kombes Musyafak (Foto: Bayu Septianto/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Tim identifikasi korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 mengharapkan keluarga korban dapat hadir membawa anggota keluarga yang berasal dari satu darah garis keturunan seperti orangtua atau anak-anaknya.
Hal ini untuk mempermudah proses pengumpulan data antemortem, seperti pengambilan sampel tes DNA untuk dicocokkan dengan data postmortem atau pemeriksaan fisik dari korban.
&quot;Ini masih berjalan dan diharapkan bisa hadir, bisa orang tua dan putra-putri untuk pemeriksaan DNA,&quot; jelas Kepala RS Polri, Kombes Musyafak di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (29/10/2018) malam.
(Baca Juga: Isak Tangis Selimuti Kediaman Pegawai BPK Korban Lion Air JT 610)

Menurut Musyafak, data antemortem sebisa mungkin diberikan lengkap oleh pihak keluarga. Data-data tersebut seperti foto saat korban tersenyum, kondisi fisik yang menjadi pengenal tubuh korban seperti tato, tindikan atau bekas luka.
&quot;Ini penting karena korban yang masuk post mortem relatif sulit diperiksa dilihat. Barangkalai selain sesuai standar DVI Interpol juga melakukan pemeriksaan lain,&quot; kata Musyafak.</description><content:encoded>JAKARTA - Tim identifikasi korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 mengharapkan keluarga korban dapat hadir membawa anggota keluarga yang berasal dari satu darah garis keturunan seperti orangtua atau anak-anaknya.
Hal ini untuk mempermudah proses pengumpulan data antemortem, seperti pengambilan sampel tes DNA untuk dicocokkan dengan data postmortem atau pemeriksaan fisik dari korban.
&quot;Ini masih berjalan dan diharapkan bisa hadir, bisa orang tua dan putra-putri untuk pemeriksaan DNA,&quot; jelas Kepala RS Polri, Kombes Musyafak di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (29/10/2018) malam.
(Baca Juga: Isak Tangis Selimuti Kediaman Pegawai BPK Korban Lion Air JT 610)

Menurut Musyafak, data antemortem sebisa mungkin diberikan lengkap oleh pihak keluarga. Data-data tersebut seperti foto saat korban tersenyum, kondisi fisik yang menjadi pengenal tubuh korban seperti tato, tindikan atau bekas luka.
&quot;Ini penting karena korban yang masuk post mortem relatif sulit diperiksa dilihat. Barangkalai selain sesuai standar DVI Interpol juga melakukan pemeriksaan lain,&quot; kata Musyafak.</content:encoded></item></channel></rss>
