<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini yang Disampaikan Anies sebagai Pembicara di U20 Global Summit di Argentina</title><description>Anies Baswedan jadi pembicara di U20 Global Summit 2018.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/10/31/338/1971302/ini-yang-disampaikan-anies-sebagai-pembicara-di-u20-global-summit-di-argentina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/10/31/338/1971302/ini-yang-disampaikan-anies-sebagai-pembicara-di-u20-global-summit-di-argentina"/><item><title>Ini yang Disampaikan Anies sebagai Pembicara di U20 Global Summit di Argentina</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/10/31/338/1971302/ini-yang-disampaikan-anies-sebagai-pembicara-di-u20-global-summit-di-argentina</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/10/31/338/1971302/ini-yang-disampaikan-anies-sebagai-pembicara-di-u20-global-summit-di-argentina</guid><pubDate>Rabu 31 Oktober 2018 10:25 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/31/338/1971302/ini-yang-disampaikan-anies-sebagai-pembicara-di-u20-global-summit-di-argentina-MP4fO2i9Pb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anies Baswedan jadi pembicara di U20 Global Summit di Argentina. (Foto: Pemprov DKI Jakarta)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/31/338/1971302/ini-yang-disampaikan-anies-sebagai-pembicara-di-u20-global-summit-di-argentina-MP4fO2i9Pb.jpg</image><title>Anies Baswedan jadi pembicara di U20 Global Summit di Argentina. (Foto: Pemprov DKI Jakarta)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri kegiatan Urban 20 (U20) Global Summit di Buenos Aires, Argentina pada 29-30 Oktober 2018. Selain menjadi pembicara pada pertemuan tingkat tinggi tersebut, Anies juga memaparkan banyak hal seperti penataan kampung, peningkatan pelayanan kepada masyarakat, penataan ruang ketiga, hingga pengembangan kewirausahaan.
Pada pertemuan itu, Anies juga sempat melakukan beberapa pertemuan bilateral. Di antaranya dengan Executive Director C40 Cities Climate Leadership Group (C40) Mark Watts, untuk membahas dukungan C40 atas komitmen Jakarta untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sampai dengan 30 persen pada tahun 2030.

Selain itu juga dengan Ede Ijjasz-Vasquez, Senior Director for Social, Urban, Rural and Resilience Global Practice World Bank. Dalam pertemuan tersebut, dibahas beberapa permasalahan urban di Jakarta seperti banjir dan land subsidence, land consolidation, urban renewal dan peluang kerja sama antara Jakarta dengan World Bank.
Kemudian dengan CEO Open Government Partnership (OGP) Sanjay Pradhan membahas pentingnya membangunan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah melalui pemanfaatan teknologi informasi dan inisiatif open data dan government.

(Baca juga: Beragam Komentar Warga Sunter Ihwal Proyek Pengolahan Sampah ITF)
&amp;ldquo;Juga ada pertemuan dengan Wali Kota Buenos Aires Horacio Rodr&amp;iacute;guez Larreta. Keduanya menandatangani Letter of Intent (surat kesepahaman) mengenai kerja sama antara kedua kota di bidang sport, culture, social integration and housing, investment and finances,&amp;rdquo; ujar pelaksana tugas (plt) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Jakarta Atika Nur Rahmania, Rabu (31/10/2018).

Atika menambahkan, panitia secara khusus meminta Anies untuk menjadi salah satu pembicara dalam diskusi panel tentang Integrasi sosial, dengan mempertimbangkan berbagai kegiatan yang dilakukan di Jakarta selama setahun terakhir.
Pada high level meeting tentang Open Government for Urban Challenges, selain Gubernur DKI Jakarta, juga hadir Wali Kota Helsinki Jan Vapaavuori, Wali Kota Montevideo d Daniel Mart&amp;iacute;nez, perwakilan Kota Buenos Aires, Portland, Madrid dan perwakilan kota lainnya.Dalam pertemuan tersebut, lanjut dia, Anies menyampaikan tantangan  dalam membangun kepercayaan masyarakat kepada pemerintah dan pengalaman  Jakarta untuk menampung aspirasi warga melalui pendekatan Community  Action Plan dari level terendah. Kemudian warga juga bisa menyampaikan  tanggapan, saran, keluhan kepada pemerintah melalui Citizen Relation  Management (CRM) dalam rangka membangun kepercayaan dan partisipasi  warga dalam pengambilan kebijakan pemerintah.
Sedangkan pada diskusi panel dengan tema integrasi sosial, Anies  berbagi panggung dengan perwakilan dari kota Madrid, Berlin, dan Buenos  Aires. Pada sesi ini Gubernur memaparkan bahwa tantangan besar yang  dihadapi Jakarta dalam setahun terakhir adalah menghadirkan rasa  persatuan bagi seluruh warga Jakarta.

&amp;ldquo;Dalam mewujudkan ini pemerintah mencoba untuk mentransformasi  cara pandang birokrasi dari pemerintah yang berperan sebagai penyedia  layanan menjadi pemerintah yang menjadi kolaborator dan masyarakat  sebagai co-creator,&amp;rdquo; ucapnya.
Pada kesempatan ini Anies menceritakan tentang program Penataan  Kampung di Jakarta yang dilakukan melalui Community Action Planning.  Dalam program yang mengubah wajah dari 16 kampung di Jakarta ini, ada  empat elemen yang selalu dilibatkan, yakni pemerintah, warga, pakar, dan  fasilitator.&amp;nbsp;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri kegiatan Urban 20 (U20) Global Summit di Buenos Aires, Argentina pada 29-30 Oktober 2018. Selain menjadi pembicara pada pertemuan tingkat tinggi tersebut, Anies juga memaparkan banyak hal seperti penataan kampung, peningkatan pelayanan kepada masyarakat, penataan ruang ketiga, hingga pengembangan kewirausahaan.
Pada pertemuan itu, Anies juga sempat melakukan beberapa pertemuan bilateral. Di antaranya dengan Executive Director C40 Cities Climate Leadership Group (C40) Mark Watts, untuk membahas dukungan C40 atas komitmen Jakarta untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sampai dengan 30 persen pada tahun 2030.

Selain itu juga dengan Ede Ijjasz-Vasquez, Senior Director for Social, Urban, Rural and Resilience Global Practice World Bank. Dalam pertemuan tersebut, dibahas beberapa permasalahan urban di Jakarta seperti banjir dan land subsidence, land consolidation, urban renewal dan peluang kerja sama antara Jakarta dengan World Bank.
Kemudian dengan CEO Open Government Partnership (OGP) Sanjay Pradhan membahas pentingnya membangunan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah melalui pemanfaatan teknologi informasi dan inisiatif open data dan government.

(Baca juga: Beragam Komentar Warga Sunter Ihwal Proyek Pengolahan Sampah ITF)
&amp;ldquo;Juga ada pertemuan dengan Wali Kota Buenos Aires Horacio Rodr&amp;iacute;guez Larreta. Keduanya menandatangani Letter of Intent (surat kesepahaman) mengenai kerja sama antara kedua kota di bidang sport, culture, social integration and housing, investment and finances,&amp;rdquo; ujar pelaksana tugas (plt) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Jakarta Atika Nur Rahmania, Rabu (31/10/2018).

Atika menambahkan, panitia secara khusus meminta Anies untuk menjadi salah satu pembicara dalam diskusi panel tentang Integrasi sosial, dengan mempertimbangkan berbagai kegiatan yang dilakukan di Jakarta selama setahun terakhir.
Pada high level meeting tentang Open Government for Urban Challenges, selain Gubernur DKI Jakarta, juga hadir Wali Kota Helsinki Jan Vapaavuori, Wali Kota Montevideo d Daniel Mart&amp;iacute;nez, perwakilan Kota Buenos Aires, Portland, Madrid dan perwakilan kota lainnya.Dalam pertemuan tersebut, lanjut dia, Anies menyampaikan tantangan  dalam membangun kepercayaan masyarakat kepada pemerintah dan pengalaman  Jakarta untuk menampung aspirasi warga melalui pendekatan Community  Action Plan dari level terendah. Kemudian warga juga bisa menyampaikan  tanggapan, saran, keluhan kepada pemerintah melalui Citizen Relation  Management (CRM) dalam rangka membangun kepercayaan dan partisipasi  warga dalam pengambilan kebijakan pemerintah.
Sedangkan pada diskusi panel dengan tema integrasi sosial, Anies  berbagi panggung dengan perwakilan dari kota Madrid, Berlin, dan Buenos  Aires. Pada sesi ini Gubernur memaparkan bahwa tantangan besar yang  dihadapi Jakarta dalam setahun terakhir adalah menghadirkan rasa  persatuan bagi seluruh warga Jakarta.

&amp;ldquo;Dalam mewujudkan ini pemerintah mencoba untuk mentransformasi  cara pandang birokrasi dari pemerintah yang berperan sebagai penyedia  layanan menjadi pemerintah yang menjadi kolaborator dan masyarakat  sebagai co-creator,&amp;rdquo; ucapnya.
Pada kesempatan ini Anies menceritakan tentang program Penataan  Kampung di Jakarta yang dilakukan melalui Community Action Planning.  Dalam program yang mengubah wajah dari 16 kampung di Jakarta ini, ada  empat elemen yang selalu dilibatkan, yakni pemerintah, warga, pakar, dan  fasilitator.&amp;nbsp;
</content:encoded></item></channel></rss>
