<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pencarian Kotak Hitam Lion Air JT-610 Temui Titik Terang</title><description>Tim penyelam mengalami kesulitan dikarenakan arus laut sangat kuat dan bisa membahayakan penyelam.
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/11/01/337/1971765/pencarian-kotak-hitam-lion-air-jt-610-temui-titik-terang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/11/01/337/1971765/pencarian-kotak-hitam-lion-air-jt-610-temui-titik-terang"/><item><title>Pencarian Kotak Hitam Lion Air JT-610 Temui Titik Terang</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/11/01/337/1971765/pencarian-kotak-hitam-lion-air-jt-610-temui-titik-terang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/11/01/337/1971765/pencarian-kotak-hitam-lion-air-jt-610-temui-titik-terang</guid><pubDate>Kamis 01 November 2018 06:18 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/01/337/1971765/pencarian-kotak-hitam-lion-air-jt-610-temui-titik-terang-RMr3Xweg01.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Petugas kumpulkan potongan puing dan barang milik korban Lion Air JT-610. Foto: Okezone/Arif Julianto</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/01/337/1971765/pencarian-kotak-hitam-lion-air-jt-610-temui-titik-terang-RMr3Xweg01.jpg</image><title>Petugas kumpulkan potongan puing dan barang milik korban Lion Air JT-610. Foto: Okezone/Arif Julianto</title></images><description>
JAKARTA &amp;ndash; Pencarian kotak hitam Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat menemui titik terang.
Kepala Badan Pencarian dan Penyelamatan atau Basarnas Marsekal Madya Muhammad Syaugi pada Rabu, (31/10/2018) mengatakan, posisi kotak hitam berada di kedalaman 32 meter dari titik kordinat dari lokasi pesawat jatuh.
Syaugi mengungkapkan sinyal yang biasa dikeluarkan dari kotak hitam sudah terdengar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8xMC8zMS85LzExNzAwNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Namun, tim penyelam mengalami kesulitan dikarenakan arus laut sangat kuat dan bisa membahayakan penyelam.
Baca: Australia Larang Warganya Naik Lion Air, Ini Tanggapan Menhub
Baca: Panglima TNI Dengar Langsung Bunyi 'Ping' Black Box Lion Air JT 610
Usaha menggunakan jangkar untuk mengangkat bagian utama tempat biasa kotak hitam ditempatkan juga semakin sulit karena di lokasi terdapat banyak pipa milik pertamina.
Tim Basarnas akan mencoba mengangkat bagian utama pesawat menggunakan crane berkekuatan 100 ton, milik Kementerian ESDM.
</description><content:encoded>
JAKARTA &amp;ndash; Pencarian kotak hitam Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat menemui titik terang.
Kepala Badan Pencarian dan Penyelamatan atau Basarnas Marsekal Madya Muhammad Syaugi pada Rabu, (31/10/2018) mengatakan, posisi kotak hitam berada di kedalaman 32 meter dari titik kordinat dari lokasi pesawat jatuh.
Syaugi mengungkapkan sinyal yang biasa dikeluarkan dari kotak hitam sudah terdengar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8xMC8zMS85LzExNzAwNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Namun, tim penyelam mengalami kesulitan dikarenakan arus laut sangat kuat dan bisa membahayakan penyelam.
Baca: Australia Larang Warganya Naik Lion Air, Ini Tanggapan Menhub
Baca: Panglima TNI Dengar Langsung Bunyi 'Ping' Black Box Lion Air JT 610
Usaha menggunakan jangkar untuk mengangkat bagian utama tempat biasa kotak hitam ditempatkan juga semakin sulit karena di lokasi terdapat banyak pipa milik pertamina.
Tim Basarnas akan mencoba mengangkat bagian utama pesawat menggunakan crane berkekuatan 100 ton, milik Kementerian ESDM.
</content:encoded></item></channel></rss>
