<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tangkal Hoaks, KPI Imbau Tokoh Politik Tak Sembarangan Sebarkan Informasi   </title><description>Bila informasi yang disebar itu bohong alias hoaks bisa berbahaya, apalagi sekarang tahun politik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/11/01/337/1972121/tangkal-hoaks-kpi-imbau-tokoh-politik-tak-sembarangan-sebarkan-informasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/11/01/337/1972121/tangkal-hoaks-kpi-imbau-tokoh-politik-tak-sembarangan-sebarkan-informasi"/><item><title>Tangkal Hoaks, KPI Imbau Tokoh Politik Tak Sembarangan Sebarkan Informasi   </title><link>https://news.okezone.com/read/2018/11/01/337/1972121/tangkal-hoaks-kpi-imbau-tokoh-politik-tak-sembarangan-sebarkan-informasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/11/01/337/1972121/tangkal-hoaks-kpi-imbau-tokoh-politik-tak-sembarangan-sebarkan-informasi</guid><pubDate>Kamis 01 November 2018 19:53 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/01/337/1972121/tangkal-hoaks-kpi-imbau-tokoh-politik-tak-sembarangan-sebarkan-informasi-X3w5cqssxs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/01/337/1972121/tangkal-hoaks-kpi-imbau-tokoh-politik-tak-sembarangan-sebarkan-informasi-X3w5cqssxs.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Hardli Stefano F Pariela mengingatkan agar tokoh maupun elite politik tidak sembarangan dalam menerima dan menyampaikan informasi. Sebab, bila informasi yang disebar itu bohong alias hoaks bisa berbahaya, apalagi sekarang tahun politik.
&quot;Para tokoh atau elite dalam menghadapi Pilpres kali ini supaya tidak mengeluarkan statemen yang hoaks. Ini gawat jika dimuat oleh media. Berhati-hati dalam menyikapi itu, mulai dari hal yang remeh temeh seperti tempe lah,&quot; ungkap Hardli dalam diskusi publik bertema &quot;Zaman Now, Jangan Sebar Hoaks !!&quot; di UP2YU Cafe n Resto Hotel Ibis Cikini Jakarta Pusat, Kamis (1/11/2018).
(Baca Juga: Ramai Isu Penculikan Anak di Daerah, Polri: Itu Hoaks!)
Para tokoh dan elite partai politik harus bisa memberikan contoh ke masyarakat. Bukan justru mendidik masyarakat melalui informasi hoaks dan ujaran kebencian. &quot;Elite politik harus berlaku bijaksana dengan tidak ikut menyebarkan informasi bohong. Berikan contoh ke masyarakat agar tidak ikut-ikutan menyebarkan hoaks,&quot; tuturnya.

Hardli menambahkan, bukan hanya elite, namun masyarakat harus bersama-sama berkomitmen untuk tidak menyebarkan berita tanpa adanya verifikasi. Sama halnya, dengan media massa, harus menyampaikan data dan fakta yang kuat, sehingga terbangun kesadaran bersama.
&quot;Kita harus bisa punya komitmen bersama untuk memerangi hoaks. Dan berhati-hatilah dalam menyebarkan maupun menerima informasi,&quot; pungkasnya.
(Baca Juga: Beredar Foto Viral 'E-Mail Skenario Coklat1', Dahnil Anzar: Itu Hoaks!)</description><content:encoded>JAKARTA - Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Hardli Stefano F Pariela mengingatkan agar tokoh maupun elite politik tidak sembarangan dalam menerima dan menyampaikan informasi. Sebab, bila informasi yang disebar itu bohong alias hoaks bisa berbahaya, apalagi sekarang tahun politik.
&quot;Para tokoh atau elite dalam menghadapi Pilpres kali ini supaya tidak mengeluarkan statemen yang hoaks. Ini gawat jika dimuat oleh media. Berhati-hati dalam menyikapi itu, mulai dari hal yang remeh temeh seperti tempe lah,&quot; ungkap Hardli dalam diskusi publik bertema &quot;Zaman Now, Jangan Sebar Hoaks !!&quot; di UP2YU Cafe n Resto Hotel Ibis Cikini Jakarta Pusat, Kamis (1/11/2018).
(Baca Juga: Ramai Isu Penculikan Anak di Daerah, Polri: Itu Hoaks!)
Para tokoh dan elite partai politik harus bisa memberikan contoh ke masyarakat. Bukan justru mendidik masyarakat melalui informasi hoaks dan ujaran kebencian. &quot;Elite politik harus berlaku bijaksana dengan tidak ikut menyebarkan informasi bohong. Berikan contoh ke masyarakat agar tidak ikut-ikutan menyebarkan hoaks,&quot; tuturnya.

Hardli menambahkan, bukan hanya elite, namun masyarakat harus bersama-sama berkomitmen untuk tidak menyebarkan berita tanpa adanya verifikasi. Sama halnya, dengan media massa, harus menyampaikan data dan fakta yang kuat, sehingga terbangun kesadaran bersama.
&quot;Kita harus bisa punya komitmen bersama untuk memerangi hoaks. Dan berhati-hatilah dalam menyebarkan maupun menerima informasi,&quot; pungkasnya.
(Baca Juga: Beredar Foto Viral 'E-Mail Skenario Coklat1', Dahnil Anzar: Itu Hoaks!)</content:encoded></item></channel></rss>
