<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KNKT Butuh Waktu 2 Minggu untuk Baca Data Black Box Lion Air</title><description>KNKT memperkirakan butuh waktu sekira 2 minggu untuk dapat membaca rekaman kotak hitam Lion Air JT 610.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/11/01/337/1972135/knkt-butuh-waktu-2-minggu-untuk-baca-data-black-box-lion-air</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/11/01/337/1972135/knkt-butuh-waktu-2-minggu-untuk-baca-data-black-box-lion-air"/><item><title>KNKT Butuh Waktu 2 Minggu untuk Baca Data Black Box Lion Air</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/11/01/337/1972135/knkt-butuh-waktu-2-minggu-untuk-baca-data-black-box-lion-air</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/11/01/337/1972135/knkt-butuh-waktu-2-minggu-untuk-baca-data-black-box-lion-air</guid><pubDate>Kamis 01 November 2018 19:24 WIB</pubDate><dc:creator>Badriyanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/01/337/1972135/knkt-butuh-waktu-2-minggu-untuk-baca-data-black-box-lion-air-JhI064wDfE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Black box Lion Air penerbangan JT 610. (Foto : Arif Julianto/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/01/337/1972135/knkt-butuh-waktu-2-minggu-untuk-baca-data-black-box-lion-air-JhI064wDfE.jpg</image><title>Black box Lion Air penerbangan JT 610. (Foto : Arif Julianto/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Tim gabungan telah berhasil menemukan black box atau kotak hitam milik pesawat Lion Air yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. Kotak hitam itu akan dibawa ke laboratorium untuk membaca rekaman data penerbangan sebelum mengalami kecelakaan.

Kepala Komite Nasional Keselamatan dan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono memprediksi butuh waktu dua pekan untuk membaca rekaman di kotak hitam yang telah ditemukan, kemudian baru dapat disimpulkan penyebab pesawat Lion Air itu jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8xMC8zMS85LzExNzAwNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;Sekitar 1-2 minggulah baru bisa baca data,&quot; ungkap Soerjanto di posko evakuasi, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (1/11/2018).

Soerjanto mengatakan, pihaknya perlu bantuan National Transportation Safety Committee (NTSC) atau KNKT Amerika Serikat dan pihak pabrik Boeing untuk dapat menyimpulkan penyebab Lion Air itu jatuh.



Itu pun belum bisa dapat disimpulkan seutuhnya lantaran satu black box lainnya belum ditemukan. Masing-masing black box itu memuat flight data recorder (FDR) dan cockpit voice recorder (CVR). Ia berharap black box yang baru ditemukan itu berisi FDR.

(Baca Juga : Kotak Hitam Ditemukan, KNKT: Harapannya Bisa Menguak Misteri Kecelakaan Lion Air)

&quot;Mudah-mudahan dengan ditemukannya FDR ini kita  menguak misteri kenapa pesawat ini mengalami kecelakaan,&quot; pungkasnya.

(Baca Juga : KNKT Harap 1 Kotak Hitam Lion Air Lainnya Segera Ditemukan)

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Tim gabungan telah berhasil menemukan black box atau kotak hitam milik pesawat Lion Air yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. Kotak hitam itu akan dibawa ke laboratorium untuk membaca rekaman data penerbangan sebelum mengalami kecelakaan.

Kepala Komite Nasional Keselamatan dan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono memprediksi butuh waktu dua pekan untuk membaca rekaman di kotak hitam yang telah ditemukan, kemudian baru dapat disimpulkan penyebab pesawat Lion Air itu jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8xMC8zMS85LzExNzAwNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;Sekitar 1-2 minggulah baru bisa baca data,&quot; ungkap Soerjanto di posko evakuasi, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (1/11/2018).

Soerjanto mengatakan, pihaknya perlu bantuan National Transportation Safety Committee (NTSC) atau KNKT Amerika Serikat dan pihak pabrik Boeing untuk dapat menyimpulkan penyebab Lion Air itu jatuh.



Itu pun belum bisa dapat disimpulkan seutuhnya lantaran satu black box lainnya belum ditemukan. Masing-masing black box itu memuat flight data recorder (FDR) dan cockpit voice recorder (CVR). Ia berharap black box yang baru ditemukan itu berisi FDR.

(Baca Juga : Kotak Hitam Ditemukan, KNKT: Harapannya Bisa Menguak Misteri Kecelakaan Lion Air)

&quot;Mudah-mudahan dengan ditemukannya FDR ini kita  menguak misteri kenapa pesawat ini mengalami kecelakaan,&quot; pungkasnya.

(Baca Juga : KNKT Harap 1 Kotak Hitam Lion Air Lainnya Segera Ditemukan)

</content:encoded></item></channel></rss>
