<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Media Diminta Tak Gunakan Kata yang Dapat Timbulkan Trauma Keluarga Korban Lion Air</title><description>Mabes Polri, mengimbau awak media tidak menggunakan kalimat yang menambah traumatik bagi keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/11/02/337/1972411/media-diminta-tak-gunakan-kata-yang-dapat-timbulkan-trauma-keluarga-korban-lion-air</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/11/02/337/1972411/media-diminta-tak-gunakan-kata-yang-dapat-timbulkan-trauma-keluarga-korban-lion-air"/><item><title>Media Diminta Tak Gunakan Kata yang Dapat Timbulkan Trauma Keluarga Korban Lion Air</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/11/02/337/1972411/media-diminta-tak-gunakan-kata-yang-dapat-timbulkan-trauma-keluarga-korban-lion-air</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/11/02/337/1972411/media-diminta-tak-gunakan-kata-yang-dapat-timbulkan-trauma-keluarga-korban-lion-air</guid><pubDate>Jum'at 02 November 2018 13:55 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/02/337/1972411/media-diminta-tak-gunakan-kalimat-yang-timbulkan-trauma-keluarga-korban-lion-air-bshvOAISV5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Konfrensi Pers Divisi Humas Mabes Polri di RS Polri, Kramat Jati, Jaktim (foto: M Rizky/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/02/337/1972411/media-diminta-tak-gunakan-kalimat-yang-timbulkan-trauma-keluarga-korban-lion-air-bshvOAISV5.jpg</image><title>Konfrensi Pers Divisi Humas Mabes Polri di RS Polri, Kramat Jati, Jaktim (foto: M Rizky/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Analisis Kebijakan Devisi Humas Mabes Polri, Kombes Slamet Pribadi mengimbau agar awak media tidak menggunakan kalimat yang menambah traumatik bagi keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air PK- LQP di perairan Kerawang, Jawa Barat.
&quot;Ada permohonan dari mereka agar tidak menyebutkan hal-hal yang membuat mereka miris, dirasakan sadis cukup menggunakan kata penumpang jangan lagi menggunakan kata yang lain,&quot; kata Slamet di RS Polri, Jumat, (2/10/1/2018).
(Baca Juga: Pesawat Lion Air yang Jatuh Diduga Disewa dari Perusahaan China)&amp;nbsp;



Slamet mencontohkan, agar media yang melakukan peliputan menggunakan kata seperti body part atau bagian tubuh untuk menjelaskan kondisi jenazah. &quot;Tidak menggunakan kata-kata yang lain meskipun hanya sebuah kata memberikan efek trauma kepada keluarga,&quot; paparnya.
Ia menyebut, hampir seluruh keluarga komplain terkait penggunakan kata-kata di judul media massa yang menyebabkan mereka traumatik dan meminta agar tidak kembali dilakukan. &quot;Saya enggak bisa menyebut, tapi ada beberapa hampir semua, ada yang berani ngomong ada yang enggak,&quot; tambahnya.
Di sisi lain, pihaknya juga telah menyiapkan 20 psikolog dari berbagai pihak terkait untuk mendampingi keluarga korban. Sejauh ini, kata Slamet, hal tersebut sudah berjalan dengan baik.
&quot;Efektif ada psikolog banyak dari UI dari TNI AU, dari Polri sendiri. Ada yang dijemput sampai diopname sakit,&quot; tukasnya.
(Baca Juga: Benarkah Lion Air Jatuh di Lokasi Terkuburnya Harta Karun VOC?)
</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Analisis Kebijakan Devisi Humas Mabes Polri, Kombes Slamet Pribadi mengimbau agar awak media tidak menggunakan kalimat yang menambah traumatik bagi keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air PK- LQP di perairan Kerawang, Jawa Barat.
&quot;Ada permohonan dari mereka agar tidak menyebutkan hal-hal yang membuat mereka miris, dirasakan sadis cukup menggunakan kata penumpang jangan lagi menggunakan kata yang lain,&quot; kata Slamet di RS Polri, Jumat, (2/10/1/2018).
(Baca Juga: Pesawat Lion Air yang Jatuh Diduga Disewa dari Perusahaan China)&amp;nbsp;



Slamet mencontohkan, agar media yang melakukan peliputan menggunakan kata seperti body part atau bagian tubuh untuk menjelaskan kondisi jenazah. &quot;Tidak menggunakan kata-kata yang lain meskipun hanya sebuah kata memberikan efek trauma kepada keluarga,&quot; paparnya.
Ia menyebut, hampir seluruh keluarga komplain terkait penggunakan kata-kata di judul media massa yang menyebabkan mereka traumatik dan meminta agar tidak kembali dilakukan. &quot;Saya enggak bisa menyebut, tapi ada beberapa hampir semua, ada yang berani ngomong ada yang enggak,&quot; tambahnya.
Di sisi lain, pihaknya juga telah menyiapkan 20 psikolog dari berbagai pihak terkait untuk mendampingi keluarga korban. Sejauh ini, kata Slamet, hal tersebut sudah berjalan dengan baik.
&quot;Efektif ada psikolog banyak dari UI dari TNI AU, dari Polri sendiri. Ada yang dijemput sampai diopname sakit,&quot; tukasnya.
(Baca Juga: Benarkah Lion Air Jatuh di Lokasi Terkuburnya Harta Karun VOC?)
</content:encoded></item></channel></rss>
