<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lika-Liku Bisnis Parkiran di Jalur KRL</title><description>Meningkatnya pengguna jasa KRL, membuat peluang usaha jasa penitipan kendaraan sangat menggiurkan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/11/03/338/1972647/lika-liku-bisnis-parkiran-di-jalur-krl</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/11/03/338/1972647/lika-liku-bisnis-parkiran-di-jalur-krl"/><item><title>Lika-Liku Bisnis Parkiran di Jalur KRL</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/11/03/338/1972647/lika-liku-bisnis-parkiran-di-jalur-krl</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/11/03/338/1972647/lika-liku-bisnis-parkiran-di-jalur-krl</guid><pubDate>Sabtu 03 November 2018 12:12 WIB</pubDate><dc:creator>Putra Ramadhani Astyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/02/338/1972647/lika-liku-bisnis-parkiran-di-jalur-krl-mEc4oEu0Bb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bisnis Parkir Sepeda Motor di Dekat Stasiun Bogor (foto: Putra RA/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/02/338/1972647/lika-liku-bisnis-parkiran-di-jalur-krl-mEc4oEu0Bb.jpg</image><title>Bisnis Parkir Sepeda Motor di Dekat Stasiun Bogor (foto: Putra RA/Okezone)</title></images><description>BOGOR - Meningkatnya pengguna jasa kereta, membuat peluang usaha jasa penitipan kendaraan sangat menggiurkan. Bagaiman tidak? Hanya dengan bermodalkan lahan yang cukup maka uang puluhan juta dipastikan akan mengalir setiap bulannya.
Seperti usaha jasa penitipan motor 24 jam yang berada di Jalan Mayor Oking, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat. Lokasinya yang berdekatan dengan Stasiun Bogor, membuat bisnis parkiran kian menjamur di sepanjang jalan ini.


&amp;nbsp;

Berbagai macam jenis tempat parkiran ada di sini. Mulai dari tempat yang hanya beratap terpal di trotoar jalan, hingga halaman rumah pribadi yang disulap sedemikian rupa menjadi lahan untuk bisnis ini.
&quot;Ada sekitar 20 tempat parkiran motor di sepanjang jalan ini mas. Ada yang dari tenda, sampai rumah pribadi dijadiin parkiran seperti di sini,&quot; kata salah seorang petugas parkiran motor 24 jam, Enoh Sugandi (61), saat ditemui Okezone.
Enoh menuturkan, bisnis parkir motor ini terbilang sangat menggiurkan dan menjanjikan. Bayangkan saja, sekali parkir pemilik motor dipatok tarif sebesar Rp 5 ribu. Belum lagi, jika motor menginap tersebut dikenakan biaya Rp 10 ribu per hari berlaku kelipatan. Harga tersebut, lanjut Enoh, bervariasi tergantung kebijakan masing-masing pemilik parkiran.
&quot;Tempat ini bisa menampung 250 sampai 300 motor sehari. Perbandingannya 250 motor enggak nginep, sisanya nginep. Jadi kalau dihitung perbulan bisa sekitar Rp50 jutaan. Itu baru di sini, di tempat lain ada yang bisa nampung sampai 500 motor,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;
Tak ayal, banyak orang luar mencari lahan di sini untuk membuka bisnis parkir motor. Enoh yang sudah bekerja sebagai penjaga parkiran motor 24 jam selama 10 tahun itu menambahkan bahwa lahan kosong di sana dulunya memang sempat disewakan.
Namun, semakin banyaknya masyarakat yang memakai jasa parkir motor 24 jam ini, para pemilik lahan enggan untuk menyewakan lahannya. Kini, mereka memilih mengelolanya sendiri karena lebih menguntungkan.
&quot;Dulu itu banyak yang nyewain lahan di sini. Kisarannya Rp20-30 juta pertahun. Tapi karena makin banyak, akhirnya pemilik lahan ambil alih semua dan dikelola sendiri. Tapi sampai sekarang juga banyak orang yang masih cari lahan untuk sewa, sampai ada yang berani Rp50 juta pertahun,&quot; jelas Enoh.Bisnis Parkir Sepeda Motor di Dekat Stasiun Bogor (foto: Putra RA/Okezone)Tak Ada Aturan Jelas Keamanan Motor
Di samping keuntungan yang besar, juga ada tanggung jawab besar terhadap keamanan motor yang dititipkan. Enoh mengaku, tidak ada aturan yang mengatur penggantian motor jika hilang atau rusak.
Namun, beberapa kasus yang pernah terjadi pemilik parkiran akan mengganti kehilangan maupun kerusakan motor. Tetapi, hasil itu tetap bergantung pada musyawarah yang dilakukan kedua belah pihak.
Bisnis Parkir Sepeda Motor di Dekat Stasiun Bogor (foto: Putra RA/Okezone)&amp;nbsp;
&quot;Alhamdulillah sih di sini belum ada kehilangan motor, kalau helm ya sering tapi biasanya tertukar. Yang saya tahu, misalnya ada yang hilang motor nanti akan berunding pemilik parkiran ganti full atau bagaimana. Pernah ada hilang di tempat lain, itu ganti full. Kalau helm ya sama tergantung kesepakatan,&quot; bebernya.
Berbeda dengan kehilangan, kerusakan motor seperti lecet-lecet merupakan konsekuensi yang memang harus dimengerti oleh pemilik kendaraan. Pasalnya, tempat yang tergolong sempit dan keluar-masuk membuat gesekan antar motor tidak terhindarkan.
&amp;lt;iframe src=&quot;https://www.metube.id/embed/17009563/&quot; width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;

&quot;Ya namanya juga diparkiran mas, lecet-lecet dikit ya wajar. Kita kan ngatur motor, ada yang masuk ada yang keluar jadi gimana caranya biar motor rapih dan terisi penuh. Tapi ada saja orang yang bawel, yang enggak ngerti, kita cuma senyumin aja,&quot; ungkapnya.Lebih Mudah dan Tidak Ribet
Meski tidak ada aturan yang pasti mengenai penggantian unit ataupun kerusakan pada kendaraan, parkiran motor 24 jam memang menjadi alternatif pilihan bagi masyarakat yang akan berpergian dengan kereta namun membawa kendaraan pribadi.
Seperti yang ungkapkan salah satu pemilik kendaraan, Hilmi Abdul (26) warga Cimanggu, Kota Bogor. Ia lebih memilih parkir motor karena lebih simpel dibandingkan parkir di dalam stasiun.
Bisnis Parkir Sepeda Motor di Dekat Stasiun Bogor (foto: Putra RA/Okezone)&amp;nbsp;
&quot;Yang jelas lebih gampang. Saya kan juga engga sering pergi naik kereta, hanya sesekali. Kalai parkir di dalam kan harus punya kartu khusus, saya enggak punya jadi milih parkir di sini aja,&quot; ujar Hilmi.
Hilmi pun mengaku sangat terbantu dengan adanya parkiran motor 24 jam ini. Ia hanya berharap agar penataan lahan parkir tersebut lebih diperhatikan dan diberikan jaminan keamanan bagi pemilik motor.
&quot;Ya paling supaya lebih rapi aja, soalnya kadang kalau lagi penuh itu motornya sampai ke jalan banget. Kalau soal keamanan sih, ya saya percayakan sama penjaganya, tapi lebih bagus lagi kalau ada jaminan keamanan kendaraan yang dititipkan,&quot; tutup Hilmi. (fid)</description><content:encoded>BOGOR - Meningkatnya pengguna jasa kereta, membuat peluang usaha jasa penitipan kendaraan sangat menggiurkan. Bagaiman tidak? Hanya dengan bermodalkan lahan yang cukup maka uang puluhan juta dipastikan akan mengalir setiap bulannya.
Seperti usaha jasa penitipan motor 24 jam yang berada di Jalan Mayor Oking, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat. Lokasinya yang berdekatan dengan Stasiun Bogor, membuat bisnis parkiran kian menjamur di sepanjang jalan ini.


&amp;nbsp;

Berbagai macam jenis tempat parkiran ada di sini. Mulai dari tempat yang hanya beratap terpal di trotoar jalan, hingga halaman rumah pribadi yang disulap sedemikian rupa menjadi lahan untuk bisnis ini.
&quot;Ada sekitar 20 tempat parkiran motor di sepanjang jalan ini mas. Ada yang dari tenda, sampai rumah pribadi dijadiin parkiran seperti di sini,&quot; kata salah seorang petugas parkiran motor 24 jam, Enoh Sugandi (61), saat ditemui Okezone.
Enoh menuturkan, bisnis parkir motor ini terbilang sangat menggiurkan dan menjanjikan. Bayangkan saja, sekali parkir pemilik motor dipatok tarif sebesar Rp 5 ribu. Belum lagi, jika motor menginap tersebut dikenakan biaya Rp 10 ribu per hari berlaku kelipatan. Harga tersebut, lanjut Enoh, bervariasi tergantung kebijakan masing-masing pemilik parkiran.
&quot;Tempat ini bisa menampung 250 sampai 300 motor sehari. Perbandingannya 250 motor enggak nginep, sisanya nginep. Jadi kalau dihitung perbulan bisa sekitar Rp50 jutaan. Itu baru di sini, di tempat lain ada yang bisa nampung sampai 500 motor,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;
Tak ayal, banyak orang luar mencari lahan di sini untuk membuka bisnis parkir motor. Enoh yang sudah bekerja sebagai penjaga parkiran motor 24 jam selama 10 tahun itu menambahkan bahwa lahan kosong di sana dulunya memang sempat disewakan.
Namun, semakin banyaknya masyarakat yang memakai jasa parkir motor 24 jam ini, para pemilik lahan enggan untuk menyewakan lahannya. Kini, mereka memilih mengelolanya sendiri karena lebih menguntungkan.
&quot;Dulu itu banyak yang nyewain lahan di sini. Kisarannya Rp20-30 juta pertahun. Tapi karena makin banyak, akhirnya pemilik lahan ambil alih semua dan dikelola sendiri. Tapi sampai sekarang juga banyak orang yang masih cari lahan untuk sewa, sampai ada yang berani Rp50 juta pertahun,&quot; jelas Enoh.Bisnis Parkir Sepeda Motor di Dekat Stasiun Bogor (foto: Putra RA/Okezone)Tak Ada Aturan Jelas Keamanan Motor
Di samping keuntungan yang besar, juga ada tanggung jawab besar terhadap keamanan motor yang dititipkan. Enoh mengaku, tidak ada aturan yang mengatur penggantian motor jika hilang atau rusak.
Namun, beberapa kasus yang pernah terjadi pemilik parkiran akan mengganti kehilangan maupun kerusakan motor. Tetapi, hasil itu tetap bergantung pada musyawarah yang dilakukan kedua belah pihak.
Bisnis Parkir Sepeda Motor di Dekat Stasiun Bogor (foto: Putra RA/Okezone)&amp;nbsp;
&quot;Alhamdulillah sih di sini belum ada kehilangan motor, kalau helm ya sering tapi biasanya tertukar. Yang saya tahu, misalnya ada yang hilang motor nanti akan berunding pemilik parkiran ganti full atau bagaimana. Pernah ada hilang di tempat lain, itu ganti full. Kalau helm ya sama tergantung kesepakatan,&quot; bebernya.
Berbeda dengan kehilangan, kerusakan motor seperti lecet-lecet merupakan konsekuensi yang memang harus dimengerti oleh pemilik kendaraan. Pasalnya, tempat yang tergolong sempit dan keluar-masuk membuat gesekan antar motor tidak terhindarkan.
&amp;lt;iframe src=&quot;https://www.metube.id/embed/17009563/&quot; width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;

&quot;Ya namanya juga diparkiran mas, lecet-lecet dikit ya wajar. Kita kan ngatur motor, ada yang masuk ada yang keluar jadi gimana caranya biar motor rapih dan terisi penuh. Tapi ada saja orang yang bawel, yang enggak ngerti, kita cuma senyumin aja,&quot; ungkapnya.Lebih Mudah dan Tidak Ribet
Meski tidak ada aturan yang pasti mengenai penggantian unit ataupun kerusakan pada kendaraan, parkiran motor 24 jam memang menjadi alternatif pilihan bagi masyarakat yang akan berpergian dengan kereta namun membawa kendaraan pribadi.
Seperti yang ungkapkan salah satu pemilik kendaraan, Hilmi Abdul (26) warga Cimanggu, Kota Bogor. Ia lebih memilih parkir motor karena lebih simpel dibandingkan parkir di dalam stasiun.
Bisnis Parkir Sepeda Motor di Dekat Stasiun Bogor (foto: Putra RA/Okezone)&amp;nbsp;
&quot;Yang jelas lebih gampang. Saya kan juga engga sering pergi naik kereta, hanya sesekali. Kalai parkir di dalam kan harus punya kartu khusus, saya enggak punya jadi milih parkir di sini aja,&quot; ujar Hilmi.
Hilmi pun mengaku sangat terbantu dengan adanya parkiran motor 24 jam ini. Ia hanya berharap agar penataan lahan parkir tersebut lebih diperhatikan dan diberikan jaminan keamanan bagi pemilik motor.
&quot;Ya paling supaya lebih rapi aja, soalnya kadang kalau lagi penuh itu motornya sampai ke jalan banget. Kalau soal keamanan sih, ya saya percayakan sama penjaganya, tapi lebih bagus lagi kalau ada jaminan keamanan kendaraan yang dititipkan,&quot; tutup Hilmi. (fid)</content:encoded></item></channel></rss>
