<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Buka Bazar Buku, Edy Rahmayadi: Manusia Tanpa Ilmu Ibarat Malam Tanpa Lampu</title><description>Edy Rahmayadi mengatakan bahwa 'manusia tanpa ilmu ibarat malam tanpa lampu'.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/11/03/608/1972950/buka-bazar-buku-edy-rahmayadi-manusia-tanpa-ilmu-ibarat-malam-tanpa-lampu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/11/03/608/1972950/buka-bazar-buku-edy-rahmayadi-manusia-tanpa-ilmu-ibarat-malam-tanpa-lampu"/><item><title>Buka Bazar Buku, Edy Rahmayadi: Manusia Tanpa Ilmu Ibarat Malam Tanpa Lampu</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/11/03/608/1972950/buka-bazar-buku-edy-rahmayadi-manusia-tanpa-ilmu-ibarat-malam-tanpa-lampu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/11/03/608/1972950/buka-bazar-buku-edy-rahmayadi-manusia-tanpa-ilmu-ibarat-malam-tanpa-lampu</guid><pubDate>Sabtu 03 November 2018 20:00 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Waspada Online</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/03/608/1972950/buka-bazar-buku-edy-rahmayadi-manusia-tanpa-ilmu-ibarat-malam-tanpa-lampu-CWMmV4Kgeu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Edy Rahmayadi.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/03/608/1972950/buka-bazar-buku-edy-rahmayadi-manusia-tanpa-ilmu-ibarat-malam-tanpa-lampu-CWMmV4Kgeu.jpg</image><title>Edy Rahmayadi.</title></images><description>MEDAN - Gubernur Sumatera Utara, H Edy Rahmayadi mengungkapkan bahwa 'manusia tanpa ilmu, ibarat malam hari tanpa lampu, berada dalam kegelapan'. Hal ini disampaikan saat membuka Pameran Buku Big Bad Wolf Books 2018 di Lanud Soewondo, Kamis 1 November 2018 malam.
&amp;ldquo;Apresiasi, saya senang sekali mendengarnya ini dan melihatnya langsung. Karena kita pasti tahu, manusia ini tanpa ilmu, ibarat malam hari tanpa lampu. Dia gelap. Ilmu tanpa buku, hampa semuanya, terlalu sulit untuk kita mendapatkan ilmu,&amp;rdquo; ujar Gubsu, usai menerima hibah 300 buku untuk Pemprov Sumut dari penyelenggara.
(Baca juga: Edy Rahmayadi Minta Dikawal untuk Membangun Sumut)
Dari lokasi eks terminal kedatangan internasional Bandara Polonia tersebut, Edy menceritakan pengalaman masa kecilnya yang tinggal tidak jauh dari kawasan tersebut. Karenanya dengan pameran buku yang digelar hingga 10 November itu, dirinya berharap generasi di Sumut rajin membaca. Sebab bazar buku dari berbagai negara itu, para pengunjung diberikan diskon harga mulai dari 60-80 persen.

Menurut Gubernur, penyebab sedikitnya jumlah pembaca buku di Sumut, satu faktornya karena harga yang cukup mahal. Karena itu, kesempatan potongan harga yang cukup besar itu, masyarakat diminta berbondong-bondong mendapatkan buku di lokasi tersebut.</description><content:encoded>MEDAN - Gubernur Sumatera Utara, H Edy Rahmayadi mengungkapkan bahwa 'manusia tanpa ilmu, ibarat malam hari tanpa lampu, berada dalam kegelapan'. Hal ini disampaikan saat membuka Pameran Buku Big Bad Wolf Books 2018 di Lanud Soewondo, Kamis 1 November 2018 malam.
&amp;ldquo;Apresiasi, saya senang sekali mendengarnya ini dan melihatnya langsung. Karena kita pasti tahu, manusia ini tanpa ilmu, ibarat malam hari tanpa lampu. Dia gelap. Ilmu tanpa buku, hampa semuanya, terlalu sulit untuk kita mendapatkan ilmu,&amp;rdquo; ujar Gubsu, usai menerima hibah 300 buku untuk Pemprov Sumut dari penyelenggara.
(Baca juga: Edy Rahmayadi Minta Dikawal untuk Membangun Sumut)
Dari lokasi eks terminal kedatangan internasional Bandara Polonia tersebut, Edy menceritakan pengalaman masa kecilnya yang tinggal tidak jauh dari kawasan tersebut. Karenanya dengan pameran buku yang digelar hingga 10 November itu, dirinya berharap generasi di Sumut rajin membaca. Sebab bazar buku dari berbagai negara itu, para pengunjung diberikan diskon harga mulai dari 60-80 persen.

Menurut Gubernur, penyebab sedikitnya jumlah pembaca buku di Sumut, satu faktornya karena harga yang cukup mahal. Karena itu, kesempatan potongan harga yang cukup besar itu, masyarakat diminta berbondong-bondong mendapatkan buku di lokasi tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
