<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KNKT Kantongi Data Kotak Hitam Lion Air JT-610</title><description>Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sudah mengantongi data salah satu dari black box (kotak hitam).</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/11/05/337/1973445/knkt-kantongi-data-kotak-hitam-lion-air-jt-610</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/11/05/337/1973445/knkt-kantongi-data-kotak-hitam-lion-air-jt-610"/><item><title>KNKT Kantongi Data Kotak Hitam Lion Air JT-610</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/11/05/337/1973445/knkt-kantongi-data-kotak-hitam-lion-air-jt-610</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/11/05/337/1973445/knkt-kantongi-data-kotak-hitam-lion-air-jt-610</guid><pubDate>Senin 05 November 2018 12:56 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/05/337/1973445/knkt-kantongi-data-kotak-hitam-lion-air-jt-610-zuTxKRFbZ5.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Kotak Hitam Lion Air JT-610 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/05/337/1973445/knkt-kantongi-data-kotak-hitam-lion-air-jt-610-zuTxKRFbZ5.JPG</image><title>Kotak Hitam Lion Air JT-610 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sudah mengantongi data salah satu dari black box (kotak hitam), yaitu Flight Data Recorder (FDR) yang sudah diunduh pada Minggu 4 November 2018.
&quot;Di dalam silinder kuning berisi memory chip data-data penerbangan. Kemarin telah berhasil kami unduh dengan baik,&quot; kata Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (5/11/2018).
Ia menjelaskan data-data tersebut berisi kecepatan pesawat, ketinggian pesawat, putaran temperatur, posisi kendali penerbangan (flight control), kemudi pesawat di kokpit dan bidang-bidang kemudi di pesawat. Menurutnya, kotak hitam berisi 69 jam penerbangan dengan 19 penerbangan.
&quot;Kami tidak mengatakan adanya kesulitan tapi tantangan bagaimana kita melewati semua alhamdulillah data-data sudah kami simpan,&quot; katanya.

Saat ini, Soerjanto mengatakan pihaknya masih berkonsentrasi mencari kotak hitam kedua, yaitu Cockpit Voice Recorder (CVR) yang merekam percakapan suara di dalam kokpit serta percakapan dengan awak kabin.
&quot;Jika belum ditemukan CVR, dengan data yang ada, kami akan berusaha semaksimal mungkin menemukan penyebabnya,&quot; katanya.
Untuk keperluan investigasi, Soerjanto mengaku pihaknya mendapat bantuan dari Amerika Serikat (AS), Singapura, Australia, dan Arab Saudi.</description><content:encoded>JAKARTA - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sudah mengantongi data salah satu dari black box (kotak hitam), yaitu Flight Data Recorder (FDR) yang sudah diunduh pada Minggu 4 November 2018.
&quot;Di dalam silinder kuning berisi memory chip data-data penerbangan. Kemarin telah berhasil kami unduh dengan baik,&quot; kata Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (5/11/2018).
Ia menjelaskan data-data tersebut berisi kecepatan pesawat, ketinggian pesawat, putaran temperatur, posisi kendali penerbangan (flight control), kemudi pesawat di kokpit dan bidang-bidang kemudi di pesawat. Menurutnya, kotak hitam berisi 69 jam penerbangan dengan 19 penerbangan.
&quot;Kami tidak mengatakan adanya kesulitan tapi tantangan bagaimana kita melewati semua alhamdulillah data-data sudah kami simpan,&quot; katanya.

Saat ini, Soerjanto mengatakan pihaknya masih berkonsentrasi mencari kotak hitam kedua, yaitu Cockpit Voice Recorder (CVR) yang merekam percakapan suara di dalam kokpit serta percakapan dengan awak kabin.
&quot;Jika belum ditemukan CVR, dengan data yang ada, kami akan berusaha semaksimal mungkin menemukan penyebabnya,&quot; katanya.
Untuk keperluan investigasi, Soerjanto mengaku pihaknya mendapat bantuan dari Amerika Serikat (AS), Singapura, Australia, dan Arab Saudi.</content:encoded></item></channel></rss>
