<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polri Kantongi Data Antemortem 3 Anak dan 2 Bayi Korban Lion Air</title><description>Pihaknya menerima ada empat potongan tubuh bayi dan diperkirakan berasal dari dua bayi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/11/05/337/1973553/polri-kantongi-data-antemortem-3-anak-dan-2-bayi-korban-lion-air</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/11/05/337/1973553/polri-kantongi-data-antemortem-3-anak-dan-2-bayi-korban-lion-air"/><item><title>Polri Kantongi Data Antemortem 3 Anak dan 2 Bayi Korban Lion Air</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/11/05/337/1973553/polri-kantongi-data-antemortem-3-anak-dan-2-bayi-korban-lion-air</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/11/05/337/1973553/polri-kantongi-data-antemortem-3-anak-dan-2-bayi-korban-lion-air</guid><pubDate>Senin 05 November 2018 16:08 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/05/337/1973553/polri-kantongi-data-antemortem-3-anak-dan-2-bayi-korban-lion-air-C3UZ6zNDRh.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/05/337/1973553/polri-kantongi-data-antemortem-3-anak-dan-2-bayi-korban-lion-air-C3UZ6zNDRh.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Kepala Pusat Kedokteran Kesehatan (Kapusdokkes) Kepolisian RI (Polri) Brigjen Pol dr Arthur Tampi mengklaim pihaknya telah menerima data antemortem tiga anak dan dua bayi.
&quot;Data antemortem faktanya kita dapatkan ada dua bayi dan tiga anak,&quot; kata Arthur dalam pertemuan antara tim SAR gabungan dan keluarga penumpang di Hotel Ibis Cawang, Jakarta, Senin (5/11/2018).
Sementara, pihak Lion Air mengatakan berdasarkan data manifes mengidentifikasi tidak memerlukan data manifes,&quot; ujarnya.
Pihaknya menerima ada empat potongan tubuh bayi dan diperkirakan berasal dari dua bayi. Tapi untuk saat ini pihaknya lanjut Arthur, masih mengidentifikasi semua jenazah yang diterima dengan mengedepankan aspek kehati-hatian.
&quot;Kami tidak mau salah memberikan body parts (potongan tubuh penumpang) kepada keluarga,&quot; ujarnya.

Hingga saat ini, ada 138 kantong jenazah yang telah dikirimkan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Kemudian, 14 jenazah penumpang telah diidentifikasi.
Sebelumnya, pesawat type B737-8 Max dengan Nomor Penerbangan JT 610 milik operator Lion Air dari Bandar Udara Soekarno Hatta, Banten, menuju Bandar Udara Depati Amir di Pangkal Pinang dilaporkan telah hilang kontak pada 29 Oktober 2018 pada sekitar pukul 06.33 WIB.
Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub, Sindu Rahayu, di Jakarta, Senin, mengatakan pesawat dengan nomor registrasi PK-LQP dilaporkan terakhir tertangkap radar pada koordinat 05 46.15 S - 107 07.16 E.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Pusat Kedokteran Kesehatan (Kapusdokkes) Kepolisian RI (Polri) Brigjen Pol dr Arthur Tampi mengklaim pihaknya telah menerima data antemortem tiga anak dan dua bayi.
&quot;Data antemortem faktanya kita dapatkan ada dua bayi dan tiga anak,&quot; kata Arthur dalam pertemuan antara tim SAR gabungan dan keluarga penumpang di Hotel Ibis Cawang, Jakarta, Senin (5/11/2018).
Sementara, pihak Lion Air mengatakan berdasarkan data manifes mengidentifikasi tidak memerlukan data manifes,&quot; ujarnya.
Pihaknya menerima ada empat potongan tubuh bayi dan diperkirakan berasal dari dua bayi. Tapi untuk saat ini pihaknya lanjut Arthur, masih mengidentifikasi semua jenazah yang diterima dengan mengedepankan aspek kehati-hatian.
&quot;Kami tidak mau salah memberikan body parts (potongan tubuh penumpang) kepada keluarga,&quot; ujarnya.

Hingga saat ini, ada 138 kantong jenazah yang telah dikirimkan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Kemudian, 14 jenazah penumpang telah diidentifikasi.
Sebelumnya, pesawat type B737-8 Max dengan Nomor Penerbangan JT 610 milik operator Lion Air dari Bandar Udara Soekarno Hatta, Banten, menuju Bandar Udara Depati Amir di Pangkal Pinang dilaporkan telah hilang kontak pada 29 Oktober 2018 pada sekitar pukul 06.33 WIB.
Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub, Sindu Rahayu, di Jakarta, Senin, mengatakan pesawat dengan nomor registrasi PK-LQP dilaporkan terakhir tertangkap radar pada koordinat 05 46.15 S - 107 07.16 E.</content:encoded></item></channel></rss>
