<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Caleg Perindo Intensifkan Fogging di Wilayah Terdampak DBD di Bekasi</title><description>Caleg Perindo intensifkan fogging di sejumlah wilayah terdampak DBD.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/11/10/606/1976067/caleg-perindo-intensifkan-fogging-di-wilayah-terdampak-dbd-di-bekasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/11/10/606/1976067/caleg-perindo-intensifkan-fogging-di-wilayah-terdampak-dbd-di-bekasi"/><item><title>Caleg Perindo Intensifkan Fogging di Wilayah Terdampak DBD di Bekasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/11/10/606/1976067/caleg-perindo-intensifkan-fogging-di-wilayah-terdampak-dbd-di-bekasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/11/10/606/1976067/caleg-perindo-intensifkan-fogging-di-wilayah-terdampak-dbd-di-bekasi</guid><pubDate>Sabtu 10 November 2018 20:47 WIB</pubDate><dc:creator>Wijayakusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/10/606/1976067/caleg-perindo-intensifkan-fogging-di-wilayah-terdampak-dbd-di-bekasi-3Y0GEi29Rf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Fogging di Bekasi. (Foto: Wijayakusuma/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/10/606/1976067/caleg-perindo-intensifkan-fogging-di-wilayah-terdampak-dbd-di-bekasi-3Y0GEi29Rf.jpg</image><title>Fogging di Bekasi. (Foto: Wijayakusuma/Okezone)</title></images><description>BEKASI - Memasuki musim penghujan, caleg dari Partai Perindo terus melakukan fogging di berbagai wilayah khususnya terdampak DBD. Salah satu sasarannya di RW 05, Kampung Gabus, Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Beberapa kasus DBD diketahui sempat menimpa warga di wilayah padat penduduk tersebut. Hal ini disebabkan buruknya sanitasi yang terdapat di hampir seluruh kediaman warga.
&quot;Memang beberapa kali DBD terjadi di wilayah itu. Rata-rata kalau kita lihat sanitasinya tidak bagus. Masih banyak air mengumpul dari rumah warga dan terendam di mana-mana. Got-got tidak jalan, jadi terlihat jelas jentik-jentik nyamuk. Tak cuma itu, genangan air juga membuat banyak kuman penyakit berkembang biak,&quot; kata Denny Adin, caleg DPR RI Dapil VII (Kabupaten Bekasi, Karawang, Purwakarta) di lokasi, Sabtu (10/11/2018).

Pria yang menjabat Ketum DPP Rescue Partai Perindo itu menjelaskan, pihaknya juga sempat memberikan edukasi terkait kebersihan lingkungan yang menjadi poin utama pencegahan bibit penyakit, termasuk DBD.
&quot;Awal dari yang kecil, seperti bekas-bekas plastik atau kaleng itu harus dikubur supaya tidak terjadi genangan air. Kalau sampai terjadi, otomatis jentik nyamuk itu akan cepat berkembang. Ini kita sampaikan walaupun warga di situ sudah terbiasa dengan keadaan seperti itu. Kita tekankan, bahwa kebersihan itu adalah hal yang paling utama,&quot; paparnya.
Selain masalah dengan sanitasi, lanjut Denny, letak tata ruang Kampung Gabus juga masuk dalam poin yang patut diperhatikan. Hal ini dikarenakan penataan ruang dinilai memiliki peran penting bagi masyarakat mengakses kebersihan.
(Baca juga: Caleg Perindo Gelar Fogging hingga Pertandingan Bulu Tangkis di Bogor)
&quot;Menurut saya penataan kota ini sangat penting, karena kenyataannya tata ruangnya tidak bagus. Pembuangan air rumahan juga tidak mengalir dengan baik. Jadi, saya melihat ini untuk kesehatan juga sangat tidak bagus,&quot; akunya.
Hal lain yang menjadi perhatian Denny, yakni terkait minimnya turap yang disediakan pemerintah daerah di wilayah tersebut. Padahal di belakang permukiman warga, terdapat kali Bekasi yang kerap mendatangkan banjir ke rumah-rumah warga yang berada di pinggiran kali.

&quot;Kali Bekasi itu kan menikung, jadi kalau arus lagi besar, menghantam rumah warga. Akhirnya erosi, rumahnya roboh. Ini sangat membahayakan bagi penduduk yang tinggal di pinggiran kali. Mengapa daerah ini cukup padat, tetapi perhatian pemerintah Kabupaten Bekasi kurang terhadap turap-turap ini,&quot; tegasnya.
Lanjut Denny, demi memaksimalkan program kesehatan di wilayah tersebut, Rescue Perindo selanjutnya berencana mengadakan pengobatan alternatif untuk warga setempat.
&quot;Kemungkinan selanjutnya kita buat pengobatan gratis, karena ternyata banyak warga yang sakit stroke dan sakit yang cukup berat lainnya. Kita nanti akan cari pengobatan alternatif supaya mereka bisa normal kembali, harapan kita seperti itu,&quot; imbuhnya.Sementara itu, Ayun Sri Damayanti Wahyuni, caleg DPRD Provinsi Jabar  XI Kabupaten Bekasi menambahkan, beberapa bulan ke depan pihaknya akan  kembali melakukan fogging di Kampung Gabus, agar pencegahan DBD bisa berlangsung maksimal.
&quot;Sesuai prosedur yang berlaku, maka fogging dapat dilakukan 2-3 bulan sekali. Dengan demikian, fogging dapat dilakukan kembali sesuai jadwal tersebut. Dan kami juga akan  melakukannya di wilayah lainnya karena fogging merupakan program  unggulan Partai Perindo,&quot; kata Ayun.
Disinggung terkait perhelatan Pileg 2019, ia mengaku seluruh  mesin partai Perindo bergerak cukup masif di berbagai tingkatan untuk  menaikkan elektabilitas.
&quot;Semua tingkatan di Partai Perindo bergerak masiv sesuai  kapasitas masing-masing, baik di tingkat pengurus maupun caleg di  tingkat RI, provinsi maupun kabupaten, untuk meningkatkan elektabilitas  partai dan calegnya. Kita juga harus turun terus agar masyarakat lebih  mengenal caleg Perindo dan visi misi partai sehingga disukai,&quot; tegasnya.
Ayun menyebutkan, Kabupaten Bekasi masih memiliki banyak PR untuk  dibenahi, mulai dari sektor pendidikan, pertanian, kesehatan, hingga  infrastruktur yang belum merata. Hal ini pun diakui Ayun kerap  dikeluhkan oleh masyarakat setempat.
&quot;Yang terpenting memberikan bukti nyata apa yang menjadi aspirasi  masyarakat, sehingga masyarakat lebih berkemajuan dan menikmati  hak-haknya sebagai warga Kabupaten Bekasi,&quot; tandasnya.
</description><content:encoded>BEKASI - Memasuki musim penghujan, caleg dari Partai Perindo terus melakukan fogging di berbagai wilayah khususnya terdampak DBD. Salah satu sasarannya di RW 05, Kampung Gabus, Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Beberapa kasus DBD diketahui sempat menimpa warga di wilayah padat penduduk tersebut. Hal ini disebabkan buruknya sanitasi yang terdapat di hampir seluruh kediaman warga.
&quot;Memang beberapa kali DBD terjadi di wilayah itu. Rata-rata kalau kita lihat sanitasinya tidak bagus. Masih banyak air mengumpul dari rumah warga dan terendam di mana-mana. Got-got tidak jalan, jadi terlihat jelas jentik-jentik nyamuk. Tak cuma itu, genangan air juga membuat banyak kuman penyakit berkembang biak,&quot; kata Denny Adin, caleg DPR RI Dapil VII (Kabupaten Bekasi, Karawang, Purwakarta) di lokasi, Sabtu (10/11/2018).

Pria yang menjabat Ketum DPP Rescue Partai Perindo itu menjelaskan, pihaknya juga sempat memberikan edukasi terkait kebersihan lingkungan yang menjadi poin utama pencegahan bibit penyakit, termasuk DBD.
&quot;Awal dari yang kecil, seperti bekas-bekas plastik atau kaleng itu harus dikubur supaya tidak terjadi genangan air. Kalau sampai terjadi, otomatis jentik nyamuk itu akan cepat berkembang. Ini kita sampaikan walaupun warga di situ sudah terbiasa dengan keadaan seperti itu. Kita tekankan, bahwa kebersihan itu adalah hal yang paling utama,&quot; paparnya.
Selain masalah dengan sanitasi, lanjut Denny, letak tata ruang Kampung Gabus juga masuk dalam poin yang patut diperhatikan. Hal ini dikarenakan penataan ruang dinilai memiliki peran penting bagi masyarakat mengakses kebersihan.
(Baca juga: Caleg Perindo Gelar Fogging hingga Pertandingan Bulu Tangkis di Bogor)
&quot;Menurut saya penataan kota ini sangat penting, karena kenyataannya tata ruangnya tidak bagus. Pembuangan air rumahan juga tidak mengalir dengan baik. Jadi, saya melihat ini untuk kesehatan juga sangat tidak bagus,&quot; akunya.
Hal lain yang menjadi perhatian Denny, yakni terkait minimnya turap yang disediakan pemerintah daerah di wilayah tersebut. Padahal di belakang permukiman warga, terdapat kali Bekasi yang kerap mendatangkan banjir ke rumah-rumah warga yang berada di pinggiran kali.

&quot;Kali Bekasi itu kan menikung, jadi kalau arus lagi besar, menghantam rumah warga. Akhirnya erosi, rumahnya roboh. Ini sangat membahayakan bagi penduduk yang tinggal di pinggiran kali. Mengapa daerah ini cukup padat, tetapi perhatian pemerintah Kabupaten Bekasi kurang terhadap turap-turap ini,&quot; tegasnya.
Lanjut Denny, demi memaksimalkan program kesehatan di wilayah tersebut, Rescue Perindo selanjutnya berencana mengadakan pengobatan alternatif untuk warga setempat.
&quot;Kemungkinan selanjutnya kita buat pengobatan gratis, karena ternyata banyak warga yang sakit stroke dan sakit yang cukup berat lainnya. Kita nanti akan cari pengobatan alternatif supaya mereka bisa normal kembali, harapan kita seperti itu,&quot; imbuhnya.Sementara itu, Ayun Sri Damayanti Wahyuni, caleg DPRD Provinsi Jabar  XI Kabupaten Bekasi menambahkan, beberapa bulan ke depan pihaknya akan  kembali melakukan fogging di Kampung Gabus, agar pencegahan DBD bisa berlangsung maksimal.
&quot;Sesuai prosedur yang berlaku, maka fogging dapat dilakukan 2-3 bulan sekali. Dengan demikian, fogging dapat dilakukan kembali sesuai jadwal tersebut. Dan kami juga akan  melakukannya di wilayah lainnya karena fogging merupakan program  unggulan Partai Perindo,&quot; kata Ayun.
Disinggung terkait perhelatan Pileg 2019, ia mengaku seluruh  mesin partai Perindo bergerak cukup masif di berbagai tingkatan untuk  menaikkan elektabilitas.
&quot;Semua tingkatan di Partai Perindo bergerak masiv sesuai  kapasitas masing-masing, baik di tingkat pengurus maupun caleg di  tingkat RI, provinsi maupun kabupaten, untuk meningkatkan elektabilitas  partai dan calegnya. Kita juga harus turun terus agar masyarakat lebih  mengenal caleg Perindo dan visi misi partai sehingga disukai,&quot; tegasnya.
Ayun menyebutkan, Kabupaten Bekasi masih memiliki banyak PR untuk  dibenahi, mulai dari sektor pendidikan, pertanian, kesehatan, hingga  infrastruktur yang belum merata. Hal ini pun diakui Ayun kerap  dikeluhkan oleh masyarakat setempat.
&quot;Yang terpenting memberikan bukti nyata apa yang menjadi aspirasi  masyarakat, sehingga masyarakat lebih berkemajuan dan menikmati  hak-haknya sebagai warga Kabupaten Bekasi,&quot; tandasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
