<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bangun Tanggul dan Tim Tanggap, Solusi Anies Tangkal Banjir di Cipinang Melayu</title><description>warga juga setuju agar daerah pemukimannya dibangun tanggul guna menangkal luapan air kali.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/11/13/338/1977166/bangun-tanggul-dan-tim-tanggap-solusi-anies-tangkal-banjir-di-cipinang-melayu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/11/13/338/1977166/bangun-tanggul-dan-tim-tanggap-solusi-anies-tangkal-banjir-di-cipinang-melayu"/><item><title>Bangun Tanggul dan Tim Tanggap, Solusi Anies Tangkal Banjir di Cipinang Melayu</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/11/13/338/1977166/bangun-tanggul-dan-tim-tanggap-solusi-anies-tangkal-banjir-di-cipinang-melayu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/11/13/338/1977166/bangun-tanggul-dan-tim-tanggap-solusi-anies-tangkal-banjir-di-cipinang-melayu</guid><pubDate>Selasa 13 November 2018 13:51 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/13/338/1977166/bangun-tanggul-dan-tim-tanggap-solusi-anies-tangkal-banjir-di-cipinang-melayu-3vG1nt8Oh6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anies Baswedan saat mengecek banjir di Cipinang Melayu. Foto/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/13/338/1977166/bangun-tanggul-dan-tim-tanggap-solusi-anies-tangkal-banjir-di-cipinang-melayu-3vG1nt8Oh6.jpg</image><title>Anies Baswedan saat mengecek banjir di Cipinang Melayu. Foto/Okezone</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menyiapkan beberapa solusi untuk menangkal terjadinya banjir di Ibu Kota. Apalagi, saat ini Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur baru saja terdampak banjir akibat luapan Kali Sunter.
&quot;Jadi ada dua solusi jangka pendek membuat tanggul agar air tidak masuk ke pemukiman yang kedua tinggal (dibuat) permanen ini akan perlu waktu pengerjaannya oleh kementerian PUPR,&quot; kata Anies di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (13/11/2018).
Anies menerangkan telah memanggil para pemilik tanah di seputaran luapan Kali Sunter tersebut. Ia pun telah melakukan musyawarah agar pemilik tanah bersedia membebaskan tanahnya untuk dibangun tanggul.
&amp;nbsp;
Ia menambahkan bahwa para warga juga setuju agar daerah pemukimannya dibangun tanggul guna menangkal luapan air kali.
&quot;Kita bisa segera membebaskan agar bisa dipakai untuk pembangunan tanggul. Warga sudah setuju tinggal eksekusi,&quot; ucapnya.
Baca: Kondisi Terowongan Apron Kemayoran yang Terendam Air meski Tak Diguyur Hujan
Baca: Cegah Banjir Musiman, Anies Genjot Naturalisasi Sungai
Pemprov DKI juga telah memantau seluruh wilayah yang berpotensi banjir.
Sebanyak 1.400 relawan juga dikerahkan untuk melaporkan setiap ketinggian air.
Anies melanjutkan bahwa selama ini Pemprov DKI kerap mendapatkan laporan dari warga soal ketinggian air namun laporan tersebut acap kali datang dari orang-orang yang tidak kredibel. Alhasil, saat dicek ke lapangan hasilnya tidak ada ketinggian air yang berpotensi banjir.&amp;nbsp;
&quot;Yang ketiga adalah Tim Tanggap jadi tempat-tempat yang limpahan dari hulu itu tinggi ketika Ciliwung meningkat karena dari hulu jumlahnya banyak, maka Tim Tanggap semuanya siap termasuk rekayasa lalu lintas di tempat tempat berpotensi banjir,&quot; tandasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menyiapkan beberapa solusi untuk menangkal terjadinya banjir di Ibu Kota. Apalagi, saat ini Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur baru saja terdampak banjir akibat luapan Kali Sunter.
&quot;Jadi ada dua solusi jangka pendek membuat tanggul agar air tidak masuk ke pemukiman yang kedua tinggal (dibuat) permanen ini akan perlu waktu pengerjaannya oleh kementerian PUPR,&quot; kata Anies di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (13/11/2018).
Anies menerangkan telah memanggil para pemilik tanah di seputaran luapan Kali Sunter tersebut. Ia pun telah melakukan musyawarah agar pemilik tanah bersedia membebaskan tanahnya untuk dibangun tanggul.
&amp;nbsp;
Ia menambahkan bahwa para warga juga setuju agar daerah pemukimannya dibangun tanggul guna menangkal luapan air kali.
&quot;Kita bisa segera membebaskan agar bisa dipakai untuk pembangunan tanggul. Warga sudah setuju tinggal eksekusi,&quot; ucapnya.
Baca: Kondisi Terowongan Apron Kemayoran yang Terendam Air meski Tak Diguyur Hujan
Baca: Cegah Banjir Musiman, Anies Genjot Naturalisasi Sungai
Pemprov DKI juga telah memantau seluruh wilayah yang berpotensi banjir.
Sebanyak 1.400 relawan juga dikerahkan untuk melaporkan setiap ketinggian air.
Anies melanjutkan bahwa selama ini Pemprov DKI kerap mendapatkan laporan dari warga soal ketinggian air namun laporan tersebut acap kali datang dari orang-orang yang tidak kredibel. Alhasil, saat dicek ke lapangan hasilnya tidak ada ketinggian air yang berpotensi banjir.&amp;nbsp;
&quot;Yang ketiga adalah Tim Tanggap jadi tempat-tempat yang limpahan dari hulu itu tinggi ketika Ciliwung meningkat karena dari hulu jumlahnya banyak, maka Tim Tanggap semuanya siap termasuk rekayasa lalu lintas di tempat tempat berpotensi banjir,&quot; tandasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
