<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Keluarga Mahasiswi Medan yang Dibakar Pacarnya Minta Pelaku Dihukum Berat</title><description>Keluarga dari Hovonly Simbolon (27) mahasiswi pascasarjana salah satu perguruan tinggi di Medan, yang menjadi korban pembakaran.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/11/16/608/1978975/keluarga-mahasiswi-medan-yang-dibakar-pacarnya-minta-pelaku-dihukum-berat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/11/16/608/1978975/keluarga-mahasiswi-medan-yang-dibakar-pacarnya-minta-pelaku-dihukum-berat"/><item><title>Keluarga Mahasiswi Medan yang Dibakar Pacarnya Minta Pelaku Dihukum Berat</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/11/16/608/1978975/keluarga-mahasiswi-medan-yang-dibakar-pacarnya-minta-pelaku-dihukum-berat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/11/16/608/1978975/keluarga-mahasiswi-medan-yang-dibakar-pacarnya-minta-pelaku-dihukum-berat</guid><pubDate>Jum'at 16 November 2018 21:38 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyudi Aulia Siregar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/16/608/1978975/keluarga-mahasiswi-medan-yang-dibakar-pacarnya-minta-pelaku-dihukum-berat-uD9AEzy6kw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Keluarga Korban Pembakaran mahasiswi di Medan (Wahyudi Aulia Siregar/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/16/608/1978975/keluarga-mahasiswi-medan-yang-dibakar-pacarnya-minta-pelaku-dihukum-berat-uD9AEzy6kw.jpg</image><title>Keluarga Korban Pembakaran mahasiswi di Medan (Wahyudi Aulia Siregar/Okezone)</title></images><description>MEDAN - Keluarga dari Hovonly Simbolon (27) mahasiswi pascasarjana salah satu perguruan tinggi di Medan, yang menjadi korban pembakaran oleh GH, pacarnya sendiri, meminta agar pelaku dihukum berat.

Hal itu karena perbuatan pelaku dinilai bukan sebatas penganiayaan, melainkan bagian dari percobaan pembunuhan. Apalagi akibat perbuatannya itu, korban mengalami luka serius hingga kritis.

Hal itu disampaikan kakak ipar korban Manulang, dihadapan para pengurus Persatuan Marga Simbolon (Punguan Simbolon Dohot Boruna Indonesia/PSBI) Kota Medan, yang menjenguk Hovonly ke RS Colombia Asia Medan, Jumat (16/11/2018).
&amp;nbsp;Baca juga: Mahasiswi Medan yang Dibakar Eks Pacarnya Masih Kritis
Hadir saat itu Ketua PSBI Kota Medan, Leonardus Simbolon; Sekretaris PSBI, Gelbok Simbolon; Ibu Kandung Hovonly, Sontiara Sagala; Kakak Kandung Hovonly, Yuli Simbolon dan Kakak Iparnya, Manulang.

&quot;Kami dari keluarga meminta agar Polisi yang melakukan penyelidikan atas kasus ini, dapat berlaku adil dan menjerat pelaku dengan pasal percobaan pembunuhan atau pembunuhan berencana. Itu bisa dibuktikan dengan pelaku yang sudah membawa bensin sebelum pembakaran terjadi,&quot; kata Manulang.
&amp;nbsp;
Sejauh ini kata Manulang, keluarga mereka belum dilibatkan dalam penyelidikan kasus itu. Namun mereka berharap Polisi bekerja profesional.
&amp;nbsp;Baca juga: Menolak Putus, Mahasiswa di Medan Bakar Pacar dan Dirinya Sendiri
&quot;Sejauh ini belum ada keluarga korban minta maaf ke kita. Kami pun meminta agar proses hukum berjalan tegas dan pelaku dihukum seberat-beratnya,&quot; sebutnya.

Ketua PSBI Kota Medan, Leonardus Simbolon mengatakan, mereka mengutuk perbuatan pelaku. Mereka pun mendesak Polisi dapat segera menuntaskan kasus tersebut.

Sementara bagi keluarga Hovonly, Leonardus  yang juga merupakan tokoh pemuda Kota Medan itu, meminta agar tetap sabar dan tabah, serta selalu berdoa demi kesembuhan Hovonly.
&amp;nbsp;Baca juga: Alami Luka Serius, Wanita Bakar Diri di Tangsel Akhirnya Meninggal Dunia
&quot;Semoga ito (red:adik) kita ini segera melewati masa kritisnya dan segera sembuh agar bisa kembali ke aktifitasnya. Apalagi ito kita ini menjalankan tugas pelayanan sebagai guru sekolah minggu,&quot;tukasnya

Leonardus juga menegaskan, pihaknya siap memberikan pendampingan hukum kepada Hovonly, agar benar-benar mendapatkan keadilan atas insiden yang menimpanya.

&quot;Ito kita ini bagian dari Keluarga Simbolon, dan kita dari PSBI siap memberikan pendampingan hukum, agar beliau mendapatkan keadilan. Kami berharap jika ada yang melakukan intimidasi-intimidasi, segera sampaikan pada kami agar bisa kita laporkan kepada pihak berwajib,&quot;pungkas Sekretaris Daerah Partai Perindo Kota Medan itu.

Hovonly sendiri kini masih kritis. Dia masih dirawat di ICU RS Columbia Asia Medan akibat luka bakar 40 persen yang dialaminya

Tubuhnya masih rentan dengan infeksi akibat luka bakar yang terbuka. Ventilator juga terlihat masih terpasang di mulutnya.

Hovonly telah menjalani dua kali operasi sejak dirawat di rumah sakit tersebut, Senin 12  Nopember 2018 lalu. Dia akan kembali menjalani operasi ketiga pada Sabtu 17  Nopember 2018 besok.
&amp;nbsp;Baca juga: Polisi Bantah Wanita yang Bakar Diri Teriak-Teriak soal Lion Air
Sebelumnya, Holvony dibakar pacarnya sendiri di kos-kosan Jalan Garu 2-B Gang Cipta Baru, Kelurahan Harjosari 1, Kecamatan Medan Amplas, Senin 12 November 2018 malam.

Kapolsek Patumbak, AKP Ginanjar Fitriadi, mengatakan, saat itu korban tengah kedatangan seorang teman prianya. Tiba-tiba tersangka GH, kekasih korban datang dan langsung mengamuk.
Ia bahkan sempat mengancam akan membakar diri bersama korban, dengan bensin yang dibawanya. Korban dan tersangka kemudian terlibat cekcok, hingga korban terpaksa meminta teman prianya untuk pergi.

Saat tinggal berdua, korban dan tersangka kembali berdialog. Tersangka kembali meminta agar korban tak memutuskannya.

Namun, korban tetap menolak hingga tersangka kalap dan menyiramkan bensin ke tubuhnya dan juga ke tubuh korban. Tersangka lalu menyulut api dengan korek gas hingga keduanya terbakar.
Keduanya lalu dievakuasi warga ke Rumah Sakit Mitra Medika Medan. Setelah mendapatkan pertolongan pertama, korban Hovonly dirujuk ke RS Colombia Asia. Sementara pelaku yang mengalami luka bakar minor, dirujuk ke RS Bhayangkara Medan.</description><content:encoded>MEDAN - Keluarga dari Hovonly Simbolon (27) mahasiswi pascasarjana salah satu perguruan tinggi di Medan, yang menjadi korban pembakaran oleh GH, pacarnya sendiri, meminta agar pelaku dihukum berat.

Hal itu karena perbuatan pelaku dinilai bukan sebatas penganiayaan, melainkan bagian dari percobaan pembunuhan. Apalagi akibat perbuatannya itu, korban mengalami luka serius hingga kritis.

Hal itu disampaikan kakak ipar korban Manulang, dihadapan para pengurus Persatuan Marga Simbolon (Punguan Simbolon Dohot Boruna Indonesia/PSBI) Kota Medan, yang menjenguk Hovonly ke RS Colombia Asia Medan, Jumat (16/11/2018).
&amp;nbsp;Baca juga: Mahasiswi Medan yang Dibakar Eks Pacarnya Masih Kritis
Hadir saat itu Ketua PSBI Kota Medan, Leonardus Simbolon; Sekretaris PSBI, Gelbok Simbolon; Ibu Kandung Hovonly, Sontiara Sagala; Kakak Kandung Hovonly, Yuli Simbolon dan Kakak Iparnya, Manulang.

&quot;Kami dari keluarga meminta agar Polisi yang melakukan penyelidikan atas kasus ini, dapat berlaku adil dan menjerat pelaku dengan pasal percobaan pembunuhan atau pembunuhan berencana. Itu bisa dibuktikan dengan pelaku yang sudah membawa bensin sebelum pembakaran terjadi,&quot; kata Manulang.
&amp;nbsp;
Sejauh ini kata Manulang, keluarga mereka belum dilibatkan dalam penyelidikan kasus itu. Namun mereka berharap Polisi bekerja profesional.
&amp;nbsp;Baca juga: Menolak Putus, Mahasiswa di Medan Bakar Pacar dan Dirinya Sendiri
&quot;Sejauh ini belum ada keluarga korban minta maaf ke kita. Kami pun meminta agar proses hukum berjalan tegas dan pelaku dihukum seberat-beratnya,&quot; sebutnya.

Ketua PSBI Kota Medan, Leonardus Simbolon mengatakan, mereka mengutuk perbuatan pelaku. Mereka pun mendesak Polisi dapat segera menuntaskan kasus tersebut.

Sementara bagi keluarga Hovonly, Leonardus  yang juga merupakan tokoh pemuda Kota Medan itu, meminta agar tetap sabar dan tabah, serta selalu berdoa demi kesembuhan Hovonly.
&amp;nbsp;Baca juga: Alami Luka Serius, Wanita Bakar Diri di Tangsel Akhirnya Meninggal Dunia
&quot;Semoga ito (red:adik) kita ini segera melewati masa kritisnya dan segera sembuh agar bisa kembali ke aktifitasnya. Apalagi ito kita ini menjalankan tugas pelayanan sebagai guru sekolah minggu,&quot;tukasnya

Leonardus juga menegaskan, pihaknya siap memberikan pendampingan hukum kepada Hovonly, agar benar-benar mendapatkan keadilan atas insiden yang menimpanya.

&quot;Ito kita ini bagian dari Keluarga Simbolon, dan kita dari PSBI siap memberikan pendampingan hukum, agar beliau mendapatkan keadilan. Kami berharap jika ada yang melakukan intimidasi-intimidasi, segera sampaikan pada kami agar bisa kita laporkan kepada pihak berwajib,&quot;pungkas Sekretaris Daerah Partai Perindo Kota Medan itu.

Hovonly sendiri kini masih kritis. Dia masih dirawat di ICU RS Columbia Asia Medan akibat luka bakar 40 persen yang dialaminya

Tubuhnya masih rentan dengan infeksi akibat luka bakar yang terbuka. Ventilator juga terlihat masih terpasang di mulutnya.

Hovonly telah menjalani dua kali operasi sejak dirawat di rumah sakit tersebut, Senin 12  Nopember 2018 lalu. Dia akan kembali menjalani operasi ketiga pada Sabtu 17  Nopember 2018 besok.
&amp;nbsp;Baca juga: Polisi Bantah Wanita yang Bakar Diri Teriak-Teriak soal Lion Air
Sebelumnya, Holvony dibakar pacarnya sendiri di kos-kosan Jalan Garu 2-B Gang Cipta Baru, Kelurahan Harjosari 1, Kecamatan Medan Amplas, Senin 12 November 2018 malam.

Kapolsek Patumbak, AKP Ginanjar Fitriadi, mengatakan, saat itu korban tengah kedatangan seorang teman prianya. Tiba-tiba tersangka GH, kekasih korban datang dan langsung mengamuk.
Ia bahkan sempat mengancam akan membakar diri bersama korban, dengan bensin yang dibawanya. Korban dan tersangka kemudian terlibat cekcok, hingga korban terpaksa meminta teman prianya untuk pergi.

Saat tinggal berdua, korban dan tersangka kembali berdialog. Tersangka kembali meminta agar korban tak memutuskannya.

Namun, korban tetap menolak hingga tersangka kalap dan menyiramkan bensin ke tubuhnya dan juga ke tubuh korban. Tersangka lalu menyulut api dengan korek gas hingga keduanya terbakar.
Keduanya lalu dievakuasi warga ke Rumah Sakit Mitra Medika Medan. Setelah mendapatkan pertolongan pertama, korban Hovonly dirujuk ke RS Colombia Asia. Sementara pelaku yang mengalami luka bakar minor, dirujuk ke RS Bhayangkara Medan.</content:encoded></item></channel></rss>
