<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasar Malam, Apa yang Ditawarkan hingga Tak Lekang oleh Zaman?</title><description>Menapaki era modernisasi yang serba digital saat ini, masyarakat kerap disuguhkan hal-hal baru yang lebih fresh dan kekinian.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/11/17/337/1979049/pasar-malam-apa-yang-ditawarkan-hingga-tak-lekang-oleh-zaman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/11/17/337/1979049/pasar-malam-apa-yang-ditawarkan-hingga-tak-lekang-oleh-zaman"/><item><title>Pasar Malam, Apa yang Ditawarkan hingga Tak Lekang oleh Zaman?</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/11/17/337/1979049/pasar-malam-apa-yang-ditawarkan-hingga-tak-lekang-oleh-zaman</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/11/17/337/1979049/pasar-malam-apa-yang-ditawarkan-hingga-tak-lekang-oleh-zaman</guid><pubDate>Sabtu 17 November 2018 12:01 WIB</pubDate><dc:creator>Wijayakusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/17/337/1979049/pasar-malam-apa-yang-ditawarkan-hingga-tak-lekang-oleh-zaman-9qLe8CU1mc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pasar Malam di Bekasi (Foto: Wijayakusuma/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/17/337/1979049/pasar-malam-apa-yang-ditawarkan-hingga-tak-lekang-oleh-zaman-9qLe8CU1mc.jpg</image><title>Pasar Malam di Bekasi (Foto: Wijayakusuma/Okezone)</title></images><description>BEKASI - Menapaki era modernisasi yang serba digital saat ini, masyarakat kerap disuguhkan hal-hal baru yang lebih fresh dan kekinian. Kecenderungan masyarakat yang menyukai fenomena ini, lambat laun menggeser keberadaan &quot;mereka&quot; yang pernah populer di masanya.

Kehadiran menu baru yang disajikan di berbagai sarana publik, mulai dari sarana bermain, hiburan, perbelanjaan, wisata dan lainnya, tak lepas dari kreativitas para penggiat usaha yang selalu memunculkan ide-ide segar demi memanjakan para pelanggannya. Hal ini tentu saja dibutuhkan, ditengah persaingan usaha yang semakin ketat dan beragam.

Ironisnya, kondisi yang demikian semakin menyingkirkan para penggiat usaha yang masih setia dengan produk lamanya. Keinginan untuk mempertahankan usaha, sayangnya tidak dibarengi dengan menciptakan inovasi-inovasi baru untuk menggaet kembali minat masyarakat.



Sebut saja pasar malam yang dulu sempat ikonik dan merajai ranah hiburan masyarakat di pelosok-pelosok daerah. Berbagai wahana menarik ditambah dengan pedagang yang menjual aneka macam barang dan kuliner, menjadikan pasar malam sebagai salah satu lokasi favorit masyarakat untuk dikunjungi. Tak heran di setiap pagelaran pasar malam, akan selalu disesaki ratusan pengunjung yang antusias.

Namun seiring waktu, keberadaan pasar malam sebagai sarana hiburan keluarga sekaligus perputaran ekonomi, kian menyurut di pelosok-pelosok daerah. Menjamurnya mal-mal besar yang menyediakan sarana hiburan dan belanja bernuansa modern, menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat untuk beralih dan menarik diri sebagai pengunjung pasar malam.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8xMS8xNi8xLzExNzMyOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Kreativitas dan Inovasi untuk Menarik Minat Pengunjung

Di tengah kelesuan yang mendera usaha pasar malam, hanya segelintir yang mampu bertahan berkat kreativitasnya menciptakan berbagai inovasi baru. Salah satunya Ina Agustia (44), pengelola pasar malam di Mutiara Gading Timur, Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat. Usaha Ina yang awalnya sempat mencicipi pasang surut, kini terbilang cukup sukses. Hal ini terbukti dengan banyaknya pengunjung yang setiap hari singgah ke pasar malamnya.

&quot;Pengunjung hari biasa ya lumayan lah. Kalau hari Sabtu dan Minggu itu yang paling banyak, bisa sampai 500 pengunjung,&quot; katanya kepada Okezone, Jum'at (16/11/2018).

Pangsa pasar yang menjadikan anak-anak sebagai target, merupakan modal utama Ina untuk mengembangkan usahanya. Untuk itu, ia sengaja memperbanyak wahana permainan di area pasar malam, guna memancing ketertarikan anak-anak untuk mencobanya. Hal ini diakui Ina menjadi cara jitu mempertahankan eksistensi pasar malam yang digelutinya bersama sang suami.



&quot;Ada berbagai wahana di sini yang disukai anak-anak. Yang paling favorit lumayan banyak, seperti rumah balon, bola air, kereta dan lain-lain juga sih,&quot; ujarnya.

Untuk menaiki setiap wahana di pasar malam tersebut, pengunjung dapat membeli tiket mulai dari harga Rp10-15ribu. Namun Ina juga menawarkan harga paketan yang lebih ekonomis dibandingkan harga per satu wahana.

&quot;Kalau harga paket Rp20ribu dapat tiga macam permainan, Rp50ribu dapat 8 macam permainan, kalau Rp100ribu dapat 18 permainan,&quot; paparnya.

Dalam segi keamanan, Ina pun tak main-main. Sebelum dioperasikan, ia menguji terlebih dahulu kelayakan seluruh wahana agar aman saat dimainkan anak-anak.

&quot;Pasti dicek dulu. Kalau pas mau buka, kita cek menyala atau tidak, mesinnya berfungsi apa nggak. Kalau nggak menyala, dilihat sama teknisinya. Kita ada teknisi khusus mainannya. Itu dicek rutin, jadi aman, tidak pernah ada kecelakaan,&quot; akunya.



Disamping itu, pasar malam yang terdiri dari 30 stan itu juga menjual beraneka macam barang kebutuhan rumah tangga, mulai dari pakaian, sepatu, tas, aksesoris dan sebagainya.

&quot;Hampir semua ada disini, pakaian, celana jeans, pakaian dalam, sepatu sekolah, seragam sekolah juga ada. Ya lumayan lengkap lah,&quot; ujarnya.

Dalam sebulan, Ina mengaku mampu meraup untung hingga Rp30juta. Sedangkan untuk gaji karyawan, Ina membayar dengan sistem harian yang langsung dipotong dari omset per hari pasar malam.

&quot;Sistemnya gaji per hari, jadi dikasih harian. Untuk seharinya tergantung omsetnya,&quot; katanya.

Ina mengungkap, sejauh ini keberadaan pasar malamnya mendapat respons yang cukup baik dari warga sekitar. Karena selain sarana hiburan anak, pasar malam juga menjadi lokasi kaum ibu-ibu membeli keperluan sekolah dan rumah tangga. Harga yang lebih miring dari pasaran, menjadi salah satu faktor pendukung untuk warga berbelanja.

&quot;Warga sih senang aja. Karena kalau sore hari bisa ajak anak-anaknya bermain. Apakah juga yang beli kebutuhan sekolah, kaya seragam. Di sini kan dekat dari tempat tinggalnya, jadi lebih gampang,&quot; paparnya.

Menurut Ina, sebelum menentukan lokasi pasar malam, ia dan suami terlebih dahulu melakukan survei berkeliling wilayah, mencermati kondisi lingkungan dan memilih lokasi yang aman untuk beroperasi. Dalam satu lokasi, pasar malam Ina biasa beroperasi selama 3-4 tahun.

&quot;Kita survei dulu lokasinya, lalu dilihat posisi untuk permainannya, warganya juga semua kita survei. Setelah itu kita urus izinnya dari RT/RW, kelurahan, kepolisian sama ISPI pengelola Perumahan Mutiara Gading Timur,&quot; ungkapnya.



Sejauh ini, Ina belum terpikirkan untuk beralih profesi. Ia merasa prospek pasar malam sudah cukup menjanjikan untuk bertahan hidup ditengah persaingan usaha hiburan modern yang semakin menjamur.

&quot;Prospeknya bagus-bagus aja, karena di sini kan untuk kelas masyarakat menengah ke bawah. Tidak ada pengaruh dengan adanya wahana seperti yang ada di mal-mal,&quot; akunya.

Ina berharap pasar malamnya dapat terus eksis dan berkembang, sehingga bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja bagi masyarakat yang membutuhkan.

&quot;Harapannya sih biar lebih ramai lagi permainan anak-anak di sini. Bisa menciptakan lapangan kerja juga. Seperti anak-anak sekolah yang liburan, banyak yang datang kesini,&quot; imbuhnya.

Pasar Malam Hiburan Masyarakat Pinggiran

Sementara, Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kota Bekasi,  Zarkasih menyampaikan, kegiatan hiburan rakyat sekelas pasar malam masih  memiliki pengunjung setia yang kebanyakan berasal dari kalangan  menengah ke bawah. Hal ini menjadikan pasar malam kerap dinanti-nantikan  kehadirannya oleh masyarakat pinggiran.

&quot;Karena memang tingkat ekonomi masyarakat di Kota Bekasi maupun kota  lainnya, bervariasi. Mungkin untuk kelas menengah ke atas mereka sudah  sungkan datang ke pasar malam. Tapi kalau masyarakat di pinggiran dengan  kemampuan ekonomi menengah ke bawah, mereka masih senang datang karena  mendapat hiburan yang murah meriah,&quot; paparnya.

Menurutnya, dalam setiap penyelenggaraan pasar malam, merupakan  kewajiban bagi pengelola untuk mematuhi setiap hal yang menjadi aturan  Pemerintah Daerah. Dalam hal ini, Peraturan Wali Kota (Perwal) 32 Nomor  20 Tahun 2017 tentang Usaha Pariwisata, yang mana menekankan pentingnya  faktor keamanan pada setiap wahana yang disajikan di pasar malam.

&quot;Kita mengacu pada Perwal, karena memang Perda kita sedang dibuat,  yang insyaallah tahun depan sudah jadi. Jadi kita sudah pernah undang  mereka dan kita sampaikan, bahwa yang pasti safety nya,&quot; ujarnya.

&quot;Jadi kita hanya mengeluarkan rekomendasi saja. Tapi selama ini pun  kita tidak pernah mengeluarkan, karena mereka biasanya hanya  berkoordinasi dengan aparat setempat, baik kelurahan, kecamatan, Polsek,  Koramil. Sementara kita sudah sampaikan ke mereka, bahwa keamanan harus  nomor satu dan harus mengurus rekom,&quot; ungkapnya.

Sedangkan untuk penertiban, Zarkasih menyebutkan pihaknya  berkoordinasi dengan Satpol PP sebagai leading sektor penegakkan Perda.

&quot;Jadi kita koordinasi dengan Satpol PP, menyampaikan bilamana ada  pengelola pasar malam yang melanggar aturan, itu tolong ditindak,  seperti itu,&quot; tandasnya.

Eksistensi dan Faktor Utama Pasar Malam

Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota  Bekasi Komisi IV, Ahmad Ustuchri mengatakan, keberadaan pasar malam di  Kota Bekasi masih akan terus berlangsung selama adanya permintaan pasar.  Kondisi ini yang kemudian dijadikan peluang oleh para penggiat pasar  malam untuk tetap beroperasi.

&quot;Sejauh pemantauan, usaha rakyat lebih banyak informal sebagai bagian  ekonomi rakyat. Di mana masyarakat bawah membutuhkan hiburan, dari  situlah adanya permintaan pasar. Kemudian menjadi penarik para penyedia  jasa hiburan pasar malam untuk datang di Kota Bekasi,&quot; katanya.

Meski demikian, ada sejumlah faktor yang harus diperhatikan oleh para  pengelola pasar malam, agar keberadaannya tidak mengganggu kenyamanan  dan ketertiban masyarakat.

&quot;Dinas terkait perlu mengantisipasi, berhubung keberadaan pasar malam  ada di tengah-tengah masyarakat, baik itu berupa izinnya, dampak  kemacetan dan lainnya. Faktor keamanan, keselamatan, ketertiban itu juga  tidak boleh diabaikan karena mereka juga berpindah-pindah lokasi,&quot;  paparnya.

Pasar Malam Berpotensi Meningkatkan Pendapatan Daerah

Ahmad menjelaskan, ada peluang mengembangkan potensi pasar malam  sebagai  salah satu tujuan rekreasi keluarga, bila saja Pemerintah  Daerah mau campur tangan baik dari segi aturan, keamanan dan yang pasti  dari segi harga. Hal ini tentunya dapat berimbas pada peningkatan  pendapatan daerah dari sektor retribusi pelayanan pasar.

&quot;Bisa sebetulnya, karena kebutuhan pasar malam ini seperti mini Dufan  atau taman bermain yang sedang populer saat ini. Namun harganya tidak  terjangkau oleh masyarakat bawah. Karena seperti tempat bermain Timezone  di mal-mal, sekali lagi itu tidak terjangkau oleh masyarakat kelas  bawah,&quot; ujarnya.



&quot;Sesuai tema pembangunan tahun 2018, maka potensi ini harus digarap  dengan serius oleh instansi terkait. Baik dari segi menggerakkan ekonomi  dengan adanya kerumunan orang banyak, atau pun potensi pendapatan yang  bisa ditarik PAD. Peran pemerintahannya setidaknya memastikan pasar  malam ini aman dan tertib sesuai aturan. Memastikan ekonomi kreatif yang  merupakan industri rakyat ini tidak mati, namun harusnya lebih  dikembangkan, lalu menggarap potensi pendapatan dari kegiatan tersebut,&quot;  paparnya.

Transaksi Narkoba dan Perjudian di Pasar Malam

Terkait beberapa kasus yang menyebutkan adanya perjudian terselubung  dan transaksi narkoba di pasar malam, diakui oleh Kapolsek Bantargebang,  Kompol Siswo tidak menutup kemungkinan hak itu terjadi. Menurutnya,  kasus serupa juga bisa terjadi di pasar malam yang beroperasi di wilayah  hukum Polsek Bantargebang.

&quot;Hampir sering, yang terutama di wilayah perkampungan seperti di Mustikajaya dan Sumur Batu,&quot; akunya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, kata Siswo, hal pertama yang  ditekankan adalah mengharuskan pengelola pasar malam mengantongi izin  dari kepolisian setempat. Hal ini untuk menghindari jam operasional  pasar malam yang kerap kebablasan dan menyalahi aturan. Sejumlah petugas  juga melakukan patroli, khususnya di lokasi yang memang rawan disusupi  tindak kejahatan.

&quot;Kita juga menurunkan PAM terbuka yaitu petugas Shabara dan PAM  tertutup anggota Reserse Kriminal (Kriskrim) maupun intelejen kita.  Terutama kita antisipasi untuk yang bergerombol atau yang sedang minum  minuman keras. Karena disitu ada permainan, jangan nanti digunakan sama  orang yang tidak bertanggung jawab, terutama yang berbau miras, di situ  kita sering keliling,&quot; paparnya.

Siswo mengakui selama ini pihaknya tidak pernah mempersulit pengelola  pasar malam untuk memperoleh izin. Ia menyadari keberadaan pasar malam  menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat di wilayah hukum Polsek  Bantargebang, khususnya masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah.

&quot;Izin pun kita gratis, kita bantu penuh karena ini untuk kegiatan  masyarakat yang merupakan mitra polisi. Supaya mempermudah, bahwa  hiburan yang di kelas menengah bawah itu bisa dinikmati oleh masyarakat.   Karena tidak semua orang bisa pergi ke tempat yang berkelas mewah.  Dengan adanya pasar malam itu bisa menggiatkan atau memberi pencerahan  lah, terutama di kalangan bawah,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>BEKASI - Menapaki era modernisasi yang serba digital saat ini, masyarakat kerap disuguhkan hal-hal baru yang lebih fresh dan kekinian. Kecenderungan masyarakat yang menyukai fenomena ini, lambat laun menggeser keberadaan &quot;mereka&quot; yang pernah populer di masanya.

Kehadiran menu baru yang disajikan di berbagai sarana publik, mulai dari sarana bermain, hiburan, perbelanjaan, wisata dan lainnya, tak lepas dari kreativitas para penggiat usaha yang selalu memunculkan ide-ide segar demi memanjakan para pelanggannya. Hal ini tentu saja dibutuhkan, ditengah persaingan usaha yang semakin ketat dan beragam.

Ironisnya, kondisi yang demikian semakin menyingkirkan para penggiat usaha yang masih setia dengan produk lamanya. Keinginan untuk mempertahankan usaha, sayangnya tidak dibarengi dengan menciptakan inovasi-inovasi baru untuk menggaet kembali minat masyarakat.



Sebut saja pasar malam yang dulu sempat ikonik dan merajai ranah hiburan masyarakat di pelosok-pelosok daerah. Berbagai wahana menarik ditambah dengan pedagang yang menjual aneka macam barang dan kuliner, menjadikan pasar malam sebagai salah satu lokasi favorit masyarakat untuk dikunjungi. Tak heran di setiap pagelaran pasar malam, akan selalu disesaki ratusan pengunjung yang antusias.

Namun seiring waktu, keberadaan pasar malam sebagai sarana hiburan keluarga sekaligus perputaran ekonomi, kian menyurut di pelosok-pelosok daerah. Menjamurnya mal-mal besar yang menyediakan sarana hiburan dan belanja bernuansa modern, menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat untuk beralih dan menarik diri sebagai pengunjung pasar malam.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8xMS8xNi8xLzExNzMyOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Kreativitas dan Inovasi untuk Menarik Minat Pengunjung

Di tengah kelesuan yang mendera usaha pasar malam, hanya segelintir yang mampu bertahan berkat kreativitasnya menciptakan berbagai inovasi baru. Salah satunya Ina Agustia (44), pengelola pasar malam di Mutiara Gading Timur, Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat. Usaha Ina yang awalnya sempat mencicipi pasang surut, kini terbilang cukup sukses. Hal ini terbukti dengan banyaknya pengunjung yang setiap hari singgah ke pasar malamnya.

&quot;Pengunjung hari biasa ya lumayan lah. Kalau hari Sabtu dan Minggu itu yang paling banyak, bisa sampai 500 pengunjung,&quot; katanya kepada Okezone, Jum'at (16/11/2018).

Pangsa pasar yang menjadikan anak-anak sebagai target, merupakan modal utama Ina untuk mengembangkan usahanya. Untuk itu, ia sengaja memperbanyak wahana permainan di area pasar malam, guna memancing ketertarikan anak-anak untuk mencobanya. Hal ini diakui Ina menjadi cara jitu mempertahankan eksistensi pasar malam yang digelutinya bersama sang suami.



&quot;Ada berbagai wahana di sini yang disukai anak-anak. Yang paling favorit lumayan banyak, seperti rumah balon, bola air, kereta dan lain-lain juga sih,&quot; ujarnya.

Untuk menaiki setiap wahana di pasar malam tersebut, pengunjung dapat membeli tiket mulai dari harga Rp10-15ribu. Namun Ina juga menawarkan harga paketan yang lebih ekonomis dibandingkan harga per satu wahana.

&quot;Kalau harga paket Rp20ribu dapat tiga macam permainan, Rp50ribu dapat 8 macam permainan, kalau Rp100ribu dapat 18 permainan,&quot; paparnya.

Dalam segi keamanan, Ina pun tak main-main. Sebelum dioperasikan, ia menguji terlebih dahulu kelayakan seluruh wahana agar aman saat dimainkan anak-anak.

&quot;Pasti dicek dulu. Kalau pas mau buka, kita cek menyala atau tidak, mesinnya berfungsi apa nggak. Kalau nggak menyala, dilihat sama teknisinya. Kita ada teknisi khusus mainannya. Itu dicek rutin, jadi aman, tidak pernah ada kecelakaan,&quot; akunya.



Disamping itu, pasar malam yang terdiri dari 30 stan itu juga menjual beraneka macam barang kebutuhan rumah tangga, mulai dari pakaian, sepatu, tas, aksesoris dan sebagainya.

&quot;Hampir semua ada disini, pakaian, celana jeans, pakaian dalam, sepatu sekolah, seragam sekolah juga ada. Ya lumayan lengkap lah,&quot; ujarnya.

Dalam sebulan, Ina mengaku mampu meraup untung hingga Rp30juta. Sedangkan untuk gaji karyawan, Ina membayar dengan sistem harian yang langsung dipotong dari omset per hari pasar malam.

&quot;Sistemnya gaji per hari, jadi dikasih harian. Untuk seharinya tergantung omsetnya,&quot; katanya.

Ina mengungkap, sejauh ini keberadaan pasar malamnya mendapat respons yang cukup baik dari warga sekitar. Karena selain sarana hiburan anak, pasar malam juga menjadi lokasi kaum ibu-ibu membeli keperluan sekolah dan rumah tangga. Harga yang lebih miring dari pasaran, menjadi salah satu faktor pendukung untuk warga berbelanja.

&quot;Warga sih senang aja. Karena kalau sore hari bisa ajak anak-anaknya bermain. Apakah juga yang beli kebutuhan sekolah, kaya seragam. Di sini kan dekat dari tempat tinggalnya, jadi lebih gampang,&quot; paparnya.

Menurut Ina, sebelum menentukan lokasi pasar malam, ia dan suami terlebih dahulu melakukan survei berkeliling wilayah, mencermati kondisi lingkungan dan memilih lokasi yang aman untuk beroperasi. Dalam satu lokasi, pasar malam Ina biasa beroperasi selama 3-4 tahun.

&quot;Kita survei dulu lokasinya, lalu dilihat posisi untuk permainannya, warganya juga semua kita survei. Setelah itu kita urus izinnya dari RT/RW, kelurahan, kepolisian sama ISPI pengelola Perumahan Mutiara Gading Timur,&quot; ungkapnya.



Sejauh ini, Ina belum terpikirkan untuk beralih profesi. Ia merasa prospek pasar malam sudah cukup menjanjikan untuk bertahan hidup ditengah persaingan usaha hiburan modern yang semakin menjamur.

&quot;Prospeknya bagus-bagus aja, karena di sini kan untuk kelas masyarakat menengah ke bawah. Tidak ada pengaruh dengan adanya wahana seperti yang ada di mal-mal,&quot; akunya.

Ina berharap pasar malamnya dapat terus eksis dan berkembang, sehingga bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja bagi masyarakat yang membutuhkan.

&quot;Harapannya sih biar lebih ramai lagi permainan anak-anak di sini. Bisa menciptakan lapangan kerja juga. Seperti anak-anak sekolah yang liburan, banyak yang datang kesini,&quot; imbuhnya.

Pasar Malam Hiburan Masyarakat Pinggiran

Sementara, Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kota Bekasi,  Zarkasih menyampaikan, kegiatan hiburan rakyat sekelas pasar malam masih  memiliki pengunjung setia yang kebanyakan berasal dari kalangan  menengah ke bawah. Hal ini menjadikan pasar malam kerap dinanti-nantikan  kehadirannya oleh masyarakat pinggiran.

&quot;Karena memang tingkat ekonomi masyarakat di Kota Bekasi maupun kota  lainnya, bervariasi. Mungkin untuk kelas menengah ke atas mereka sudah  sungkan datang ke pasar malam. Tapi kalau masyarakat di pinggiran dengan  kemampuan ekonomi menengah ke bawah, mereka masih senang datang karena  mendapat hiburan yang murah meriah,&quot; paparnya.

Menurutnya, dalam setiap penyelenggaraan pasar malam, merupakan  kewajiban bagi pengelola untuk mematuhi setiap hal yang menjadi aturan  Pemerintah Daerah. Dalam hal ini, Peraturan Wali Kota (Perwal) 32 Nomor  20 Tahun 2017 tentang Usaha Pariwisata, yang mana menekankan pentingnya  faktor keamanan pada setiap wahana yang disajikan di pasar malam.

&quot;Kita mengacu pada Perwal, karena memang Perda kita sedang dibuat,  yang insyaallah tahun depan sudah jadi. Jadi kita sudah pernah undang  mereka dan kita sampaikan, bahwa yang pasti safety nya,&quot; ujarnya.

&quot;Jadi kita hanya mengeluarkan rekomendasi saja. Tapi selama ini pun  kita tidak pernah mengeluarkan, karena mereka biasanya hanya  berkoordinasi dengan aparat setempat, baik kelurahan, kecamatan, Polsek,  Koramil. Sementara kita sudah sampaikan ke mereka, bahwa keamanan harus  nomor satu dan harus mengurus rekom,&quot; ungkapnya.

Sedangkan untuk penertiban, Zarkasih menyebutkan pihaknya  berkoordinasi dengan Satpol PP sebagai leading sektor penegakkan Perda.

&quot;Jadi kita koordinasi dengan Satpol PP, menyampaikan bilamana ada  pengelola pasar malam yang melanggar aturan, itu tolong ditindak,  seperti itu,&quot; tandasnya.

Eksistensi dan Faktor Utama Pasar Malam

Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota  Bekasi Komisi IV, Ahmad Ustuchri mengatakan, keberadaan pasar malam di  Kota Bekasi masih akan terus berlangsung selama adanya permintaan pasar.  Kondisi ini yang kemudian dijadikan peluang oleh para penggiat pasar  malam untuk tetap beroperasi.

&quot;Sejauh pemantauan, usaha rakyat lebih banyak informal sebagai bagian  ekonomi rakyat. Di mana masyarakat bawah membutuhkan hiburan, dari  situlah adanya permintaan pasar. Kemudian menjadi penarik para penyedia  jasa hiburan pasar malam untuk datang di Kota Bekasi,&quot; katanya.

Meski demikian, ada sejumlah faktor yang harus diperhatikan oleh para  pengelola pasar malam, agar keberadaannya tidak mengganggu kenyamanan  dan ketertiban masyarakat.

&quot;Dinas terkait perlu mengantisipasi, berhubung keberadaan pasar malam  ada di tengah-tengah masyarakat, baik itu berupa izinnya, dampak  kemacetan dan lainnya. Faktor keamanan, keselamatan, ketertiban itu juga  tidak boleh diabaikan karena mereka juga berpindah-pindah lokasi,&quot;  paparnya.

Pasar Malam Berpotensi Meningkatkan Pendapatan Daerah

Ahmad menjelaskan, ada peluang mengembangkan potensi pasar malam  sebagai  salah satu tujuan rekreasi keluarga, bila saja Pemerintah  Daerah mau campur tangan baik dari segi aturan, keamanan dan yang pasti  dari segi harga. Hal ini tentunya dapat berimbas pada peningkatan  pendapatan daerah dari sektor retribusi pelayanan pasar.

&quot;Bisa sebetulnya, karena kebutuhan pasar malam ini seperti mini Dufan  atau taman bermain yang sedang populer saat ini. Namun harganya tidak  terjangkau oleh masyarakat bawah. Karena seperti tempat bermain Timezone  di mal-mal, sekali lagi itu tidak terjangkau oleh masyarakat kelas  bawah,&quot; ujarnya.



&quot;Sesuai tema pembangunan tahun 2018, maka potensi ini harus digarap  dengan serius oleh instansi terkait. Baik dari segi menggerakkan ekonomi  dengan adanya kerumunan orang banyak, atau pun potensi pendapatan yang  bisa ditarik PAD. Peran pemerintahannya setidaknya memastikan pasar  malam ini aman dan tertib sesuai aturan. Memastikan ekonomi kreatif yang  merupakan industri rakyat ini tidak mati, namun harusnya lebih  dikembangkan, lalu menggarap potensi pendapatan dari kegiatan tersebut,&quot;  paparnya.

Transaksi Narkoba dan Perjudian di Pasar Malam

Terkait beberapa kasus yang menyebutkan adanya perjudian terselubung  dan transaksi narkoba di pasar malam, diakui oleh Kapolsek Bantargebang,  Kompol Siswo tidak menutup kemungkinan hak itu terjadi. Menurutnya,  kasus serupa juga bisa terjadi di pasar malam yang beroperasi di wilayah  hukum Polsek Bantargebang.

&quot;Hampir sering, yang terutama di wilayah perkampungan seperti di Mustikajaya dan Sumur Batu,&quot; akunya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, kata Siswo, hal pertama yang  ditekankan adalah mengharuskan pengelola pasar malam mengantongi izin  dari kepolisian setempat. Hal ini untuk menghindari jam operasional  pasar malam yang kerap kebablasan dan menyalahi aturan. Sejumlah petugas  juga melakukan patroli, khususnya di lokasi yang memang rawan disusupi  tindak kejahatan.

&quot;Kita juga menurunkan PAM terbuka yaitu petugas Shabara dan PAM  tertutup anggota Reserse Kriminal (Kriskrim) maupun intelejen kita.  Terutama kita antisipasi untuk yang bergerombol atau yang sedang minum  minuman keras. Karena disitu ada permainan, jangan nanti digunakan sama  orang yang tidak bertanggung jawab, terutama yang berbau miras, di situ  kita sering keliling,&quot; paparnya.

Siswo mengakui selama ini pihaknya tidak pernah mempersulit pengelola  pasar malam untuk memperoleh izin. Ia menyadari keberadaan pasar malam  menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat di wilayah hukum Polsek  Bantargebang, khususnya masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah.

&quot;Izin pun kita gratis, kita bantu penuh karena ini untuk kegiatan  masyarakat yang merupakan mitra polisi. Supaya mempermudah, bahwa  hiburan yang di kelas menengah bawah itu bisa dinikmati oleh masyarakat.   Karena tidak semua orang bisa pergi ke tempat yang berkelas mewah.  Dengan adanya pasar malam itu bisa menggiatkan atau memberi pencerahan  lah, terutama di kalangan bawah,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
