<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasca OTT, KPK Segel Kantor Bupati Pakpak Bharat dan Dinas PUPR</title><description>Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Pakpak Bharat dilakukan pada kemarin hari.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/11/19/608/1979712/pasca-ott-kpk-segel-kantor-bupati-pakpak-bharat-dan-dinas-pupr</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/11/19/608/1979712/pasca-ott-kpk-segel-kantor-bupati-pakpak-bharat-dan-dinas-pupr"/><item><title>Pasca OTT, KPK Segel Kantor Bupati Pakpak Bharat dan Dinas PUPR</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/11/19/608/1979712/pasca-ott-kpk-segel-kantor-bupati-pakpak-bharat-dan-dinas-pupr</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/11/19/608/1979712/pasca-ott-kpk-segel-kantor-bupati-pakpak-bharat-dan-dinas-pupr</guid><pubDate>Senin 19 November 2018 11:54 WIB</pubDate><dc:creator>Robert Fernando H Siregar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/19/608/1979712/pasca-ott-kpk-segel-kantor-bupati-pakpak-bharat-dan-dinas-pupr-QvGsWDImdk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kantor Bupati Pakpak Bharat Disegel (Foto: Robert Siregar/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/19/608/1979712/pasca-ott-kpk-segel-kantor-bupati-pakpak-bharat-dan-dinas-pupr-QvGsWDImdk.jpg</image><title>Kantor Bupati Pakpak Bharat Disegel (Foto: Robert Siregar/Okezone)</title></images><description>PAKPAK BHARAT &amp;ndash; Pasca operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolanda Berutu bersama lima orang lainnya di Medan, Jakarta dan di Bekasi, Minggu dini (18/11/2018), KPK menyegel kantor Bupati dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pakpak Bharat.

Kantor Bupati dan kantor PUPR Pakpak Bharat, kabarnya disegel oleh pihak KPK, Minggu malam (18/11/2018). Terlihat Senin (19/11/2018), para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di kantor Bupati tidak bisa masuk ke sekitar gedung kantor, sebab gerbang masuk kompleks kantor Bupati di segel.
&amp;nbsp;Baca juga: Bupati Pakpak Bharat Tersangka Suap, Demokrat Yakin Tak Akan Gerus Elektoral
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8xMS8xOC8xLzExNzM1MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sementara beberapa ASN Dinas PUPR, terlihat duduk diluar kantor, karena tidak bisa masuk ke kantor untuk melakukan aktivitas pelayanan publik.
&amp;nbsp;
ASN. Ketua DPRD Pakpak Bharat, Sonni Berutu berharap, penyegelan kantor Bupati dan kantor PUPR segera selesai, agar tidak terganggu aktifitas pemerintahan di daerah itu.

Baca juga: Kronologi OTT Bupati Pakpak Bharat
&quot;Kita berharap, aparat penegak hukum dapat secepatnya menyelesaikan apa yang mereka butuhkan, dari kantor disegel itu,&amp;rdquo;harap Sonni Berutu, kepada media, Senini (18/11/2018).

Sebelumnya, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka penerima suap sejumlah proyek infrastruktur di Kabupaten Pakpak Bharat.Ketiganya yakni, Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolanda &amp;lrm;Berutu (RYB); Plt Kadis PUPR Pakpak Bharat, David Anderson Karosekali (DAK); dan pihak swasta Hendriko Sembiring (HSE).

&amp;nbsp;Baca juga: KPK Jebloskan Bupati Pakpak Bharat Remigo Berutu ke Penjara
Remigo diduga menerima suap sebesar Rp550 juta dari sejumlah proyek di wilayahnya. Uang Rp550 juta tersebut diterima Remigo dalam tiga &amp;lrm;tahapan melalui pihak perantara. David Anderson dan Hendriko Sembiring diduga sebagai perantara suap untuk Remigo.</description><content:encoded>PAKPAK BHARAT &amp;ndash; Pasca operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolanda Berutu bersama lima orang lainnya di Medan, Jakarta dan di Bekasi, Minggu dini (18/11/2018), KPK menyegel kantor Bupati dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pakpak Bharat.

Kantor Bupati dan kantor PUPR Pakpak Bharat, kabarnya disegel oleh pihak KPK, Minggu malam (18/11/2018). Terlihat Senin (19/11/2018), para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di kantor Bupati tidak bisa masuk ke sekitar gedung kantor, sebab gerbang masuk kompleks kantor Bupati di segel.
&amp;nbsp;Baca juga: Bupati Pakpak Bharat Tersangka Suap, Demokrat Yakin Tak Akan Gerus Elektoral
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8xMS8xOC8xLzExNzM1MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sementara beberapa ASN Dinas PUPR, terlihat duduk diluar kantor, karena tidak bisa masuk ke kantor untuk melakukan aktivitas pelayanan publik.
&amp;nbsp;
ASN. Ketua DPRD Pakpak Bharat, Sonni Berutu berharap, penyegelan kantor Bupati dan kantor PUPR segera selesai, agar tidak terganggu aktifitas pemerintahan di daerah itu.

Baca juga: Kronologi OTT Bupati Pakpak Bharat
&quot;Kita berharap, aparat penegak hukum dapat secepatnya menyelesaikan apa yang mereka butuhkan, dari kantor disegel itu,&amp;rdquo;harap Sonni Berutu, kepada media, Senini (18/11/2018).

Sebelumnya, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka penerima suap sejumlah proyek infrastruktur di Kabupaten Pakpak Bharat.Ketiganya yakni, Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolanda &amp;lrm;Berutu (RYB); Plt Kadis PUPR Pakpak Bharat, David Anderson Karosekali (DAK); dan pihak swasta Hendriko Sembiring (HSE).

&amp;nbsp;Baca juga: KPK Jebloskan Bupati Pakpak Bharat Remigo Berutu ke Penjara
Remigo diduga menerima suap sebesar Rp550 juta dari sejumlah proyek di wilayahnya. Uang Rp550 juta tersebut diterima Remigo dalam tiga &amp;lrm;tahapan melalui pihak perantara. David Anderson dan Hendriko Sembiring diduga sebagai perantara suap untuk Remigo.</content:encoded></item></channel></rss>
