<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada Hujan Es di Thamrin City, Ini Penjelasan BMKG</title><description>Hujan es tersebut merupakan fenomena cuaca yang biasa terjad pada masa pancaroba.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/11/22/338/1981284/ada-hujan-es-di-thamrin-city-ini-penjelasan-bmkg</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/11/22/338/1981284/ada-hujan-es-di-thamrin-city-ini-penjelasan-bmkg"/><item><title>Ada Hujan Es di Thamrin City, Ini Penjelasan BMKG</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/11/22/338/1981284/ada-hujan-es-di-thamrin-city-ini-penjelasan-bmkg</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/11/22/338/1981284/ada-hujan-es-di-thamrin-city-ini-penjelasan-bmkg</guid><pubDate>Kamis 22 November 2018 16:26 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/22/338/1981284/ada-hujan-es-di-thamrin-city-ini-penjelasan-bmkg-TUcaeD49dk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hujan es di Thamrin City. (Foto : Arie Dwi Satrio/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/22/338/1981284/ada-hujan-es-di-thamrin-city-ini-penjelasan-bmkg-TUcaeD49dk.jpg</image><title>Hujan es di Thamrin City. (Foto : Arie Dwi Satrio/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Sebuah video memperlihatkan fenomena hujan es yang terjadi di kawasan pusat perbelanjaan Thamrin City, Jakarta Pusat, pada Kamis (22/11/2018) siang tadi.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Humas BMKG Hary Tirto Djatmiko mengatakan, hujan es yang terjadi di Ibu Kota merupakan fenomena cuaca yang biasa terjadi di berbagai wilayah.
&quot;Kejadian hujan lebat dan es disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat lebih banyak terjadi pada masa transisi/pancaroba. baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya,&quot; kata Hary dalam keterangan tertulis, Kamis (22/11/2018).
Hary membeberlan, indikasi terjadinya hujan es disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat. Kata dia, sehari sebelumnya udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah.

&quot;Diakibatkan adanya radiasi matahari yang cukup kuat ditunjukkan oleh nilai perbedaan suhu udara antara pukul 10.00 dan 07.00 LT (&amp;gt; 4.5&amp;deg;C) disertai dengan kelembaban yang cukup tinggi ditunjukkan oleh nilai kelembaban udara di lapisan 700 mb (&amp;gt; 60%),&quot; imbuh dia.
Selanjutnya, lanjut dia, saat pukul 10.00 WIB tumbuh awan putih yang berlapis-lapis atau biasa disebut awan Cumulus, di antara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu &amp;ndash; abu menjulang tinggi seperti bunga kol.
&quot;Berikutnya awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu &amp;ndash; abu atau hitam yang dikenal dengan awan Cumulonimbus. Pepohonan disekitar tempat kita berdiri ada dahan atau ranting yang mulai bergoyang cepat,&quot; ucap Harry.
(Baca Juga : Hujan Es Guyur Thamrin City Jakpus)
Intensitas hujannya, menurut Hary, yang pertama kali turun adalah hujan deras yang berlangsung secara tiba-tiba.
Namun, jika hujan yang turun hanya gerimis, peristiwa hujan es bersama angin kencang diperkirakan tidak terjadi di tempat tersebut.
(Baca Juga : Jakarta Hujan Deras, Pohon Tumbang Timpa Pemotor di Dukuh Atas)</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Sebuah video memperlihatkan fenomena hujan es yang terjadi di kawasan pusat perbelanjaan Thamrin City, Jakarta Pusat, pada Kamis (22/11/2018) siang tadi.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Humas BMKG Hary Tirto Djatmiko mengatakan, hujan es yang terjadi di Ibu Kota merupakan fenomena cuaca yang biasa terjadi di berbagai wilayah.
&quot;Kejadian hujan lebat dan es disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat lebih banyak terjadi pada masa transisi/pancaroba. baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya,&quot; kata Hary dalam keterangan tertulis, Kamis (22/11/2018).
Hary membeberlan, indikasi terjadinya hujan es disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat. Kata dia, sehari sebelumnya udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah.

&quot;Diakibatkan adanya radiasi matahari yang cukup kuat ditunjukkan oleh nilai perbedaan suhu udara antara pukul 10.00 dan 07.00 LT (&amp;gt; 4.5&amp;deg;C) disertai dengan kelembaban yang cukup tinggi ditunjukkan oleh nilai kelembaban udara di lapisan 700 mb (&amp;gt; 60%),&quot; imbuh dia.
Selanjutnya, lanjut dia, saat pukul 10.00 WIB tumbuh awan putih yang berlapis-lapis atau biasa disebut awan Cumulus, di antara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu &amp;ndash; abu menjulang tinggi seperti bunga kol.
&quot;Berikutnya awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu &amp;ndash; abu atau hitam yang dikenal dengan awan Cumulonimbus. Pepohonan disekitar tempat kita berdiri ada dahan atau ranting yang mulai bergoyang cepat,&quot; ucap Harry.
(Baca Juga : Hujan Es Guyur Thamrin City Jakpus)
Intensitas hujannya, menurut Hary, yang pertama kali turun adalah hujan deras yang berlangsung secara tiba-tiba.
Namun, jika hujan yang turun hanya gerimis, peristiwa hujan es bersama angin kencang diperkirakan tidak terjadi di tempat tersebut.
(Baca Juga : Jakarta Hujan Deras, Pohon Tumbang Timpa Pemotor di Dukuh Atas)</content:encoded></item></channel></rss>
