<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Operasi DVI Ditutup, Total 125 Jenazah Korban Lion Air Teridentifikasi</title><description>Total ada 125 Jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP yang berhasil diidentifikasi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/11/23/337/1981732/operasi-dvi-ditutup-total-125-jenazah-korban-lion-air-teridentifikasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/11/23/337/1981732/operasi-dvi-ditutup-total-125-jenazah-korban-lion-air-teridentifikasi"/><item><title>Operasi DVI Ditutup, Total 125 Jenazah Korban Lion Air Teridentifikasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/11/23/337/1981732/operasi-dvi-ditutup-total-125-jenazah-korban-lion-air-teridentifikasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/11/23/337/1981732/operasi-dvi-ditutup-total-125-jenazah-korban-lion-air-teridentifikasi</guid><pubDate>Jum'at 23 November 2018 14:02 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/23/337/1981732/operasi-dvi-ditutup-total-125-jenazah-korban-lion-air-teridentifikasi-sQ8C6QC83z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Proses identifikasi korban jatuhnya pesawat Lion Air resmi ditutup. (Foto: Puteranegara Batubara/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/23/337/1981732/operasi-dvi-ditutup-total-125-jenazah-korban-lion-air-teridentifikasi-sQ8C6QC83z.jpg</image><title>Proses identifikasi korban jatuhnya pesawat Lion Air resmi ditutup. (Foto: Puteranegara Batubara/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri resmi menutup proses identifikasi jenazah korban pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh di Perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Setelah 24 hari kerja, setidaknya hanya 125 jasad korban yang berhasil diidentifikasi.
&quot;Sampai 23 November 2018 hari ini, terhadap kantong jenazah penumpang Lion Air yang diterima Rumah Sakit Polri, teridentifikasi 125 penumpang,&quot; kata Kepala Pusat Kedokteran Kesehatan (Kapusdokkes) Polri Brigjen Arthur Tampi dalam jumpa pers di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (23/11/2018).
(Baca juga: Identifikasi Jenazah Korban Jatuhnya Lion Air PK-LQP Resmi Ditutup)
 
Tercatat dalam manifes yang diumumkan secara resmi terdapat 189 penumpang dan awak dalam pesawat tersebut. Dengan begitu, masih terdapat 64 jenazah penumpang dan awak pesawat yang belum ditemukan serta belum teridentifikasi.
Adapun 125 jenazah tersebut terdiri dari 89 laki-laki dan 36 perempuan. Kemudian 123 jenazah merupakan warga negara Indonesia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8xMS8xMy8xLzExNzI2MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sementara dua jenazah yang teridentifikasi merupakan warga negara asing yakni WN India dan Italia. Salah satunya diketahui pilot pesawat Lion Air PK-LQP yakni Bhavye Suneja.
Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang itu dinyatakan jatuh di Perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Pesawat tersebut sebelumnya hilang kontak setelah 13 menit lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, sekitar pukul 06.20 WIB.
(Baca juga: 16 Korban Lion Air Teridentifikasi di Hari Terakhir Operasi DVI Polri)
 
Pesawat dengan nomor registrasi PK-LQP ini membawa 178 penumpang dewasa, 1 penumpang anak-anak, dan 2 bayi dengan 2 Pilot serta 6 awak kabin. Pihak Lion Air menyatakan pesawat itu dikedalikan Kapten Pilot Bhavye Suneja yang memiliki lebih dari 6.000 jam terbang serta Kopilot Harvino dengan 4.000 lebih jam terbang.
Dalam hal ini Pesawat Boeing 737 Max 8 tersebut terbilang baru karena masih kurang dari 1.000 jam terbang. Sementara sertifikat layak terbang (certificate of air worthiness) pesawat ini diterbitkan pada 15 Agustus 2018 dan berakhir 14 Agustus 2019.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri resmi menutup proses identifikasi jenazah korban pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh di Perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Setelah 24 hari kerja, setidaknya hanya 125 jasad korban yang berhasil diidentifikasi.
&quot;Sampai 23 November 2018 hari ini, terhadap kantong jenazah penumpang Lion Air yang diterima Rumah Sakit Polri, teridentifikasi 125 penumpang,&quot; kata Kepala Pusat Kedokteran Kesehatan (Kapusdokkes) Polri Brigjen Arthur Tampi dalam jumpa pers di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (23/11/2018).
(Baca juga: Identifikasi Jenazah Korban Jatuhnya Lion Air PK-LQP Resmi Ditutup)
 
Tercatat dalam manifes yang diumumkan secara resmi terdapat 189 penumpang dan awak dalam pesawat tersebut. Dengan begitu, masih terdapat 64 jenazah penumpang dan awak pesawat yang belum ditemukan serta belum teridentifikasi.
Adapun 125 jenazah tersebut terdiri dari 89 laki-laki dan 36 perempuan. Kemudian 123 jenazah merupakan warga negara Indonesia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8xMS8xMy8xLzExNzI2MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sementara dua jenazah yang teridentifikasi merupakan warga negara asing yakni WN India dan Italia. Salah satunya diketahui pilot pesawat Lion Air PK-LQP yakni Bhavye Suneja.
Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang itu dinyatakan jatuh di Perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Pesawat tersebut sebelumnya hilang kontak setelah 13 menit lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, sekitar pukul 06.20 WIB.
(Baca juga: 16 Korban Lion Air Teridentifikasi di Hari Terakhir Operasi DVI Polri)
 
Pesawat dengan nomor registrasi PK-LQP ini membawa 178 penumpang dewasa, 1 penumpang anak-anak, dan 2 bayi dengan 2 Pilot serta 6 awak kabin. Pihak Lion Air menyatakan pesawat itu dikedalikan Kapten Pilot Bhavye Suneja yang memiliki lebih dari 6.000 jam terbang serta Kopilot Harvino dengan 4.000 lebih jam terbang.
Dalam hal ini Pesawat Boeing 737 Max 8 tersebut terbilang baru karena masih kurang dari 1.000 jam terbang. Sementara sertifikat layak terbang (certificate of air worthiness) pesawat ini diterbitkan pada 15 Agustus 2018 dan berakhir 14 Agustus 2019.
</content:encoded></item></channel></rss>
