<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengembalian Uang Suap Meikarta dari Bupati Bekasi Total Sebesar Rp4,9 Miliar</title><description>Total uang yang dikembalikan Neneng terkait kasus dugaan suap pengurusan izin pembangunan proyek Meikarta sebesar Rp4,9 miliar</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/11/23/337/1982081/pengembalian-uang-suap-meikarta-dari-bupati-bekasi-total-sebesar-rp4-9-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/11/23/337/1982081/pengembalian-uang-suap-meikarta-dari-bupati-bekasi-total-sebesar-rp4-9-miliar"/><item><title>Pengembalian Uang Suap Meikarta dari Bupati Bekasi Total Sebesar Rp4,9 Miliar</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/11/23/337/1982081/pengembalian-uang-suap-meikarta-dari-bupati-bekasi-total-sebesar-rp4-9-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/11/23/337/1982081/pengembalian-uang-suap-meikarta-dari-bupati-bekasi-total-sebesar-rp4-9-miliar</guid><pubDate>Jum'at 23 November 2018 22:04 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/23/337/1982081/pengembalian-uang-suap-meikarta-dari-bupati-bekasi-total-sebesar-rp4-9-miliar-srh4eliSBb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Neneng Hasanah (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/23/337/1982081/pengembalian-uang-suap-meikarta-dari-bupati-bekasi-total-sebesar-rp4-9-miliar-srh4eliSBb.jpg</image><title>Neneng Hasanah (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menerima pengembalian uang dari Bupati non-aktif Bekasi, Neneng Hasanah Yasin secara bertahap. Total uang yang dikembalikan Neneng  terkait kasus dugaan suap pengurusan izin pembangunan proyek Meikarta sebesar Rp4,9 miliar.
Pengembalian uang tersebut terungkap dari pemeriksaan Bupati Neneng sebagai saksi untuk tersangka lainnya pada hari ini. Dimana, KPK sedang mendalami uang Rp4,9 miliar yang diduga hasil &amp;lrm;suap tersebut kepada Bupati Neneng.
&quot;Bupati Bekasi diperiksa untuk para tersangka lain. Penyidik membutuhkan beberapa keterangan tambahan termasuk mengkonfirmasi pengembalian uang sebesar total Rp4,9M sampai saat ini,&quot; kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (23/11/2018).
Selain memeriksa Neneng Hasanah, KPK juga memeriksa dua saksi lainnya yakni, PNS pada Dinas DPMPTSP Pemkab Bekasi, Sukmawaty Karnahadijat dan Kadis Damkar Pemkab Bekasi, Sahat Maju Banjarnahor. &amp;lrm;Dari kedua saksi tersebut, KPK mendalami pelanggaran aturan perizinan.
&amp;lrm;&quot;Saksi dari pihak Pemkab, KPK terus memperdalam dugaan pelanggaran aturan dan suap terkait dengan proses pemberian rekomendasi dari dinas dan penerbitan izin Meikarta,&quot; ungkap Febri.
KPK juga mendalami &amp;lrm;proses pemberian uang serta sumber suap yang digunakan Direktur Operasional (DirOps) PT Lippo Group, Billy Sindoro untuk menyuap Bupati Neneng. KPK mendalami dua hal tersebut lewat konsultan Lippo Group, Fitra Djaja Purnama pada pemeriksaan kali ini.
&quot;K&amp;lrm;PK telah mengidentifikasi sumber-sumber dana suap ini dan terus mendalami apakah ada peran korporasi dalam kasus ini,&quot; pungkasnya.

Baca Juga: KPK Periksa 2 Saksi Terkait Kasus Suap Meikarta
KPK sendiri telah mengendus sumber uang suap yang digunakan Direktur Operasional (DirOps) Lippo Group Billy Sindoro (BS) untuk menyuap Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin terkait pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta. KPK mengendus uang tersebut berasal dari PT Lippo Group.
Belakangan, KPK juga telah memeriksa sejumlah petinggi Lippo Group lainnya untuk mengusut sumber uang suap itu. Salah satu yang telah diperiksa KPK yakni, CEO Lippo Group James Riady. Dari pemeriksaan James Riady, penyidik menggali peran serta kontribusi PT Lippo Group di kasus suap pengurusan izin proyek Meikarta.KPK sendiri sebelumnya telah mengungkap adanya praktik rasuah pengurusan  izin proyek Meikarta yang menjerat sembilan orang tersangka. Meikarta  merupakan mega proyek yang sedang digarap oleh anak usaha PT Lippo  Group, PT Mahkota Sentosa Utama (MSU).
Adapun, sembilan tersangka yang telah ditetapkan KPK tersebut  yakni, &amp;lrm;Bupati Bekasi periode 2017-2022, Neneng Hasanah Yasin (NNY) dan  Direktur Operasional (DirOps) Lippo Group, Billy Sindoro (BS).
Selain  Neneng dan Billy, &amp;lrm;KPK juga menetapkan tujuh orang lainnya yakni, dua  konsultan Lippo Group, Taryadi (T) dan Fitra Djaja Purnama (FDP), serta  Pegawai Lippo Group, Henry Jasmen (HJ).
Kemudian, Kepala Dinas  PUPR Bekasi, Jamaludin (J), Kepala Dinas Damkar Bekasi, Sahat &amp;lrm;MBJ Nahor  (SMN), Kepala Dinas DPMPTSP Bekasi, Dewi Tisnawati (DT) serta Kepala  Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi, Neneng Rahmi (NR).

Diduga,  Bupati Bekasi, Neneng Hasanah dan kroni-kroninya menerima hadiah atau  janji dari pengusaha terkait pengurusan perizinan proyek pembangunan  Meikarta. Adapun, izin yang dimuluskan terkait proyek seluas 774 hektar  yang dibagi dalam tiga tahapan.
Pemberian dalam perkara ini diduga  sebagai bagian dari komitmen fee fase proyek pertama dan bukan  pemberian yang pertama dari total komitmen Rp13 miliar melalui sejumlah  Dinas.
Namun, pemberian uang suap yang telah terealisasi untuk  Bupati Bekasi dan kroni-kroninya yakni sekira Rp7 miliar. Uang Rp7  miliar tersebut telah diberikan para pengusaha Lippo Group kepada Bupati  Neneng melalui para kepala dinas.</description><content:encoded>JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menerima pengembalian uang dari Bupati non-aktif Bekasi, Neneng Hasanah Yasin secara bertahap. Total uang yang dikembalikan Neneng  terkait kasus dugaan suap pengurusan izin pembangunan proyek Meikarta sebesar Rp4,9 miliar.
Pengembalian uang tersebut terungkap dari pemeriksaan Bupati Neneng sebagai saksi untuk tersangka lainnya pada hari ini. Dimana, KPK sedang mendalami uang Rp4,9 miliar yang diduga hasil &amp;lrm;suap tersebut kepada Bupati Neneng.
&quot;Bupati Bekasi diperiksa untuk para tersangka lain. Penyidik membutuhkan beberapa keterangan tambahan termasuk mengkonfirmasi pengembalian uang sebesar total Rp4,9M sampai saat ini,&quot; kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (23/11/2018).
Selain memeriksa Neneng Hasanah, KPK juga memeriksa dua saksi lainnya yakni, PNS pada Dinas DPMPTSP Pemkab Bekasi, Sukmawaty Karnahadijat dan Kadis Damkar Pemkab Bekasi, Sahat Maju Banjarnahor. &amp;lrm;Dari kedua saksi tersebut, KPK mendalami pelanggaran aturan perizinan.
&amp;lrm;&quot;Saksi dari pihak Pemkab, KPK terus memperdalam dugaan pelanggaran aturan dan suap terkait dengan proses pemberian rekomendasi dari dinas dan penerbitan izin Meikarta,&quot; ungkap Febri.
KPK juga mendalami &amp;lrm;proses pemberian uang serta sumber suap yang digunakan Direktur Operasional (DirOps) PT Lippo Group, Billy Sindoro untuk menyuap Bupati Neneng. KPK mendalami dua hal tersebut lewat konsultan Lippo Group, Fitra Djaja Purnama pada pemeriksaan kali ini.
&quot;K&amp;lrm;PK telah mengidentifikasi sumber-sumber dana suap ini dan terus mendalami apakah ada peran korporasi dalam kasus ini,&quot; pungkasnya.

Baca Juga: KPK Periksa 2 Saksi Terkait Kasus Suap Meikarta
KPK sendiri telah mengendus sumber uang suap yang digunakan Direktur Operasional (DirOps) Lippo Group Billy Sindoro (BS) untuk menyuap Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin terkait pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta. KPK mengendus uang tersebut berasal dari PT Lippo Group.
Belakangan, KPK juga telah memeriksa sejumlah petinggi Lippo Group lainnya untuk mengusut sumber uang suap itu. Salah satu yang telah diperiksa KPK yakni, CEO Lippo Group James Riady. Dari pemeriksaan James Riady, penyidik menggali peran serta kontribusi PT Lippo Group di kasus suap pengurusan izin proyek Meikarta.KPK sendiri sebelumnya telah mengungkap adanya praktik rasuah pengurusan  izin proyek Meikarta yang menjerat sembilan orang tersangka. Meikarta  merupakan mega proyek yang sedang digarap oleh anak usaha PT Lippo  Group, PT Mahkota Sentosa Utama (MSU).
Adapun, sembilan tersangka yang telah ditetapkan KPK tersebut  yakni, &amp;lrm;Bupati Bekasi periode 2017-2022, Neneng Hasanah Yasin (NNY) dan  Direktur Operasional (DirOps) Lippo Group, Billy Sindoro (BS).
Selain  Neneng dan Billy, &amp;lrm;KPK juga menetapkan tujuh orang lainnya yakni, dua  konsultan Lippo Group, Taryadi (T) dan Fitra Djaja Purnama (FDP), serta  Pegawai Lippo Group, Henry Jasmen (HJ).
Kemudian, Kepala Dinas  PUPR Bekasi, Jamaludin (J), Kepala Dinas Damkar Bekasi, Sahat &amp;lrm;MBJ Nahor  (SMN), Kepala Dinas DPMPTSP Bekasi, Dewi Tisnawati (DT) serta Kepala  Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi, Neneng Rahmi (NR).

Diduga,  Bupati Bekasi, Neneng Hasanah dan kroni-kroninya menerima hadiah atau  janji dari pengusaha terkait pengurusan perizinan proyek pembangunan  Meikarta. Adapun, izin yang dimuluskan terkait proyek seluas 774 hektar  yang dibagi dalam tiga tahapan.
Pemberian dalam perkara ini diduga  sebagai bagian dari komitmen fee fase proyek pertama dan bukan  pemberian yang pertama dari total komitmen Rp13 miliar melalui sejumlah  Dinas.
Namun, pemberian uang suap yang telah terealisasi untuk  Bupati Bekasi dan kroni-kroninya yakni sekira Rp7 miliar. Uang Rp7  miliar tersebut telah diberikan para pengusaha Lippo Group kepada Bupati  Neneng melalui para kepala dinas.</content:encoded></item></channel></rss>
