<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PBNU: Ziarah Makam Tradisi Turun Temurun Sejak Zaman Rasulullah</title><description>Bagaimana pendapat PBNU soal tradisi ziarah makam?</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/11/24/337/1981929/pbnu-ziarah-makam-tradisi-turun-temurun-sejak-zaman-rasulullah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/11/24/337/1981929/pbnu-ziarah-makam-tradisi-turun-temurun-sejak-zaman-rasulullah"/><item><title>PBNU: Ziarah Makam Tradisi Turun Temurun Sejak Zaman Rasulullah</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/11/24/337/1981929/pbnu-ziarah-makam-tradisi-turun-temurun-sejak-zaman-rasulullah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/11/24/337/1981929/pbnu-ziarah-makam-tradisi-turun-temurun-sejak-zaman-rasulullah</guid><pubDate>Sabtu 24 November 2018 10:03 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/23/337/1981929/pbnu-ziarah-makam-tradisi-turun-temurun-sejak-zaman-rasulullah-oEKEIYhcGi.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Makam Habib Kwitang. (Foto: Harits Tryan/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/23/337/1981929/pbnu-ziarah-makam-tradisi-turun-temurun-sejak-zaman-rasulullah-oEKEIYhcGi.jpeg</image><title>Makam Habib Kwitang. (Foto: Harits Tryan/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Muslim di Indonesia tak asing dengan kebiasaan berziarah ke makam, baik makam orang tua, habib, ulama dan pendiri bangsa. Bahkan di antaranya menganggap beberapa makam merupakan keramat dan sakral sehingga harus dikunjungi.
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Marsudi Syuhud mengutarakan, tradisi berziarah ke makam merupakan kebiasaan turun temurun dari jaman Rasullah hingga sekarang.
&quot;Tradisi ziarah kubur itu adalah tradisi turun temurun dari zaman Rasullah sampai sekarang,&quot;kata Marsudi kepada Okezone, Kamis (22/11).

Menurutnya, ada pesan yang terkandung dalam ziarah makam. Terpenting adalah mengingatkan bahwa yang bernyawa akan kembali kepada-Nya lewat kematian.
&quot;Apa tujuanya ziarah kubur? Itu agar kita mengingat mati. Agar kita mengingat mati bahwa ternyata orang hidup bakal mati,&quot; kata dia.

Tak hanya itu, Marsudi menganggap berziarah ke makam akan memberikan edukasi bagi anak dan cucu untuk meneladani kesalehan dan mewarisi warisan sejarah agama Islam.
&quot;Kita bisa melihat tuh kuburannya orang saleh, mereka sudah berbuat untuk agama dan negaranya itu mudah-mudaha bisa dicontoh oleh anak dan cucunya, karena orang-orang itu punya warisan sejarah yang telah berbuat banyak untuk orang banyak,&quot; jelas dia.

Lalu bagaimana soal masyarakat berziarah ke makam keramat untuk meminta sesuatu?
&quot;Oh itu sudah ada pakemnya, minta tetap ke Gusti Allah. Gitu ya. Kita ketika kita ibadah haji dan umrah juga ziarah ke makam. Yakni makam Rasullah di sana,&quot; terang dia.

&quot;Rasullah menyampaikan bahwa kita jadi anak yang saleh selalu mendoakan orang tua, maka tidak pernah putus. Enggak akan putus maka datang ke berziarah kuburuan, karena Rasullah juga menyampaikan serta Rasullah pun juga ziarah,&quot; imbuh dia. 

(qlh)</description><content:encoded>JAKARTA - Muslim di Indonesia tak asing dengan kebiasaan berziarah ke makam, baik makam orang tua, habib, ulama dan pendiri bangsa. Bahkan di antaranya menganggap beberapa makam merupakan keramat dan sakral sehingga harus dikunjungi.
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Marsudi Syuhud mengutarakan, tradisi berziarah ke makam merupakan kebiasaan turun temurun dari jaman Rasullah hingga sekarang.
&quot;Tradisi ziarah kubur itu adalah tradisi turun temurun dari zaman Rasullah sampai sekarang,&quot;kata Marsudi kepada Okezone, Kamis (22/11).

Menurutnya, ada pesan yang terkandung dalam ziarah makam. Terpenting adalah mengingatkan bahwa yang bernyawa akan kembali kepada-Nya lewat kematian.
&quot;Apa tujuanya ziarah kubur? Itu agar kita mengingat mati. Agar kita mengingat mati bahwa ternyata orang hidup bakal mati,&quot; kata dia.

Tak hanya itu, Marsudi menganggap berziarah ke makam akan memberikan edukasi bagi anak dan cucu untuk meneladani kesalehan dan mewarisi warisan sejarah agama Islam.
&quot;Kita bisa melihat tuh kuburannya orang saleh, mereka sudah berbuat untuk agama dan negaranya itu mudah-mudaha bisa dicontoh oleh anak dan cucunya, karena orang-orang itu punya warisan sejarah yang telah berbuat banyak untuk orang banyak,&quot; jelas dia.

Lalu bagaimana soal masyarakat berziarah ke makam keramat untuk meminta sesuatu?
&quot;Oh itu sudah ada pakemnya, minta tetap ke Gusti Allah. Gitu ya. Kita ketika kita ibadah haji dan umrah juga ziarah ke makam. Yakni makam Rasullah di sana,&quot; terang dia.

&quot;Rasullah menyampaikan bahwa kita jadi anak yang saleh selalu mendoakan orang tua, maka tidak pernah putus. Enggak akan putus maka datang ke berziarah kuburuan, karena Rasullah juga menyampaikan serta Rasullah pun juga ziarah,&quot; imbuh dia. 

(qlh)</content:encoded></item></channel></rss>
