<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Istana Belum Pastikan Jokowi Hadiri Reuni Aksi 212 di Monas   </title><description>Panitia reuni aksi 212 turut mengundang Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara yang akan berlangsung di Monas, Jakarta.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/11/29/337/1984513/istana-belum-pastikan-jokowi-hadiri-reuni-aksi-212-di-monas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/11/29/337/1984513/istana-belum-pastikan-jokowi-hadiri-reuni-aksi-212-di-monas"/><item><title>Istana Belum Pastikan Jokowi Hadiri Reuni Aksi 212 di Monas   </title><link>https://news.okezone.com/read/2018/11/29/337/1984513/istana-belum-pastikan-jokowi-hadiri-reuni-aksi-212-di-monas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/11/29/337/1984513/istana-belum-pastikan-jokowi-hadiri-reuni-aksi-212-di-monas</guid><pubDate>Kamis 29 November 2018 14:14 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/29/337/1984513/istana-belum-pastikan-jokowi-hadiri-aksi-reuni-212-di-monas-xkwahJ9bPM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Joko Widodo (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/29/337/1984513/istana-belum-pastikan-jokowi-hadiri-aksi-reuni-212-di-monas-xkwahJ9bPM.jpg</image><title>Presiden Joko Widodo (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Panitia reuni aksi 212 turut mengundang Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara yang akan berlangsung di Monas, Jakarta, Minggu 2 Desember 2018. Namun, Jokowi belum dapat dipastikan kehadirannya dalam acara tersebut.
&quot;Oh, saya belum tahu persis ya. Undangannya mungkin dikirim ke Mensesneg. Saya enggak tahu,&quot; kata Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (29/11/2018).
Moeldoko juga belum mau berkomentar apakah acara reuni tersebut beraroma politis untuk mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto dan cawapres Sandiaga Uno. (Baca Juga: Polisi Perkuat Penjagaan Menyusul Adanya Aksi Tandingan Reuni Alumni 212)
Ia menilai, reuni 212 berpotensi memberikan rasa takut kepada komunitas-komunitas masyarakat tertentu lantaran berkumpulnya jutaan massa di Monas.
&quot;Ya kita belum lihat ya niatnya. Tapi intinya, masyarakat janganlah masyarakat menjadi takut. Karena saya sudah mendengar dari berbagai komunitas, takut menghadapi situasi-situasi seperti itu. Untuk apa melakukan hal-hal yang pada akhirnya justru memunculkan rasa takut. Yang saya lihat seperti itu,&quot; ucapnya.
Mantan Panglima ABRI itu menambahkan, komunitas masyarakat tertentu juga takut karena bendera Tauhid yang besar akan dibentangkan dalam acara reuni 212.
&quot;Masyarakat kita itu melihat bendera hitam sudah ketakutan. Kenapa kita mesti menebarkan rasa takut kepada masyarakat. Kan begitu. Secara psikologis itu yang dihadapi masyarakat,&quot; ujarnya.
(Baca Juga: Polisi Belum Terima Surat Pemberitahuan Aksi Tandingan Reuni Alumni 212)
Ia mengimbau kepada penyelenggara acara reuni 212 memikirkan ulang acara tersebut karena tidak memberikan rasa damai kepada kelompok masyarakat tertentu.
&quot;Imbauan saya ya perlu dipikirkan ulang kegiatan-kegiatan yang justru tidak membara rasa damai. Kan begitu,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Panitia reuni aksi 212 turut mengundang Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara yang akan berlangsung di Monas, Jakarta, Minggu 2 Desember 2018. Namun, Jokowi belum dapat dipastikan kehadirannya dalam acara tersebut.
&quot;Oh, saya belum tahu persis ya. Undangannya mungkin dikirim ke Mensesneg. Saya enggak tahu,&quot; kata Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (29/11/2018).
Moeldoko juga belum mau berkomentar apakah acara reuni tersebut beraroma politis untuk mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto dan cawapres Sandiaga Uno. (Baca Juga: Polisi Perkuat Penjagaan Menyusul Adanya Aksi Tandingan Reuni Alumni 212)
Ia menilai, reuni 212 berpotensi memberikan rasa takut kepada komunitas-komunitas masyarakat tertentu lantaran berkumpulnya jutaan massa di Monas.
&quot;Ya kita belum lihat ya niatnya. Tapi intinya, masyarakat janganlah masyarakat menjadi takut. Karena saya sudah mendengar dari berbagai komunitas, takut menghadapi situasi-situasi seperti itu. Untuk apa melakukan hal-hal yang pada akhirnya justru memunculkan rasa takut. Yang saya lihat seperti itu,&quot; ucapnya.
Mantan Panglima ABRI itu menambahkan, komunitas masyarakat tertentu juga takut karena bendera Tauhid yang besar akan dibentangkan dalam acara reuni 212.
&quot;Masyarakat kita itu melihat bendera hitam sudah ketakutan. Kenapa kita mesti menebarkan rasa takut kepada masyarakat. Kan begitu. Secara psikologis itu yang dihadapi masyarakat,&quot; ujarnya.
(Baca Juga: Polisi Belum Terima Surat Pemberitahuan Aksi Tandingan Reuni Alumni 212)
Ia mengimbau kepada penyelenggara acara reuni 212 memikirkan ulang acara tersebut karena tidak memberikan rasa damai kepada kelompok masyarakat tertentu.
&quot;Imbauan saya ya perlu dipikirkan ulang kegiatan-kegiatan yang justru tidak membara rasa damai. Kan begitu,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
