<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>MUI Jabar: Reuni Akbar Alumni 212 Sarat Unsur Politis</title><description>MUI Jawa Barat menilai kegiatan Reuni Alumni 212, yang akan dilakukan pada 2 Desember 2018, sarat dengan unsur politis.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/11/29/525/1984436/mui-jabar-reuni-akbar-alumni-212-sarat-unsur-politis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/11/29/525/1984436/mui-jabar-reuni-akbar-alumni-212-sarat-unsur-politis"/><item><title>MUI Jabar: Reuni Akbar Alumni 212 Sarat Unsur Politis</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/11/29/525/1984436/mui-jabar-reuni-akbar-alumni-212-sarat-unsur-politis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/11/29/525/1984436/mui-jabar-reuni-akbar-alumni-212-sarat-unsur-politis</guid><pubDate>Kamis 29 November 2018 11:48 WIB</pubDate><dc:creator>CDB Yudistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/29/525/1984436/mui-jabar-reuni-akbar-alumni-212-sarat-unsur-politis-zooksSnTLT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gerakan 212 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/29/525/1984436/mui-jabar-reuni-akbar-alumni-212-sarat-unsur-politis-zooksSnTLT.jpg</image><title>Gerakan 212 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta (foto: Okezone)</title></images><description>BANDUNG - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat menilai kegiatan Reuni Alumni 212, yang akan dilakukan pada 2 Desember 2018, sarat dengan unsur politis.

&quot;Pengamatan kami, tidak murni kegiatan agama. Ada gerakan sifatnya politik,&quot; ujar Ketua MUI Jabar, Rachmat Syafei, di Bandung, Kamis (29/11/2018).
(Baca Juga: Kubu Jokowi: Reuni 212 Rugikan Peserta Jika Disisipi Dukungan ke Prabowo)
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2017/12/02/45156/233907_medium.jpg&quot; alt=&quot;Kawasan Monas Memutih pada Aksi Reuni 212&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Gerakan Reuni Alumni 212, awalnya merujuk pada kasus penistaan agama yang dilakukan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Prunama alias Ahok. Namun begitu, kasus tersebut telah &amp;lrm;selesai. Jika kembali diadakan kegiatan 212, Rachmat menilai tidak ada relevansinya.

&quot;Esensinya enggak murni lagi agama. Ada sikap politis,&quot; jelasnya.

Dia mengimbau masyarakat Jabar untuk tidak mengikuti kegiatan tersebut. Ia berharap, masyarakat tidak terprovokasi untuk turut dalam agenda itu.

&quot;Lebih baik, melakukan kegiatan silaturahmi, berdoa, pengajian di masjid masing-masing,&quot; imbaunya.
(Baca Juga: Novel: Ada Pihak yang Ingin Mendompleng di Momen Reuni Alumni 212)
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8xMS8xOS8xLzExNzM2Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>BANDUNG - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat menilai kegiatan Reuni Alumni 212, yang akan dilakukan pada 2 Desember 2018, sarat dengan unsur politis.

&quot;Pengamatan kami, tidak murni kegiatan agama. Ada gerakan sifatnya politik,&quot; ujar Ketua MUI Jabar, Rachmat Syafei, di Bandung, Kamis (29/11/2018).
(Baca Juga: Kubu Jokowi: Reuni 212 Rugikan Peserta Jika Disisipi Dukungan ke Prabowo)
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2017/12/02/45156/233907_medium.jpg&quot; alt=&quot;Kawasan Monas Memutih pada Aksi Reuni 212&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Gerakan Reuni Alumni 212, awalnya merujuk pada kasus penistaan agama yang dilakukan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Prunama alias Ahok. Namun begitu, kasus tersebut telah &amp;lrm;selesai. Jika kembali diadakan kegiatan 212, Rachmat menilai tidak ada relevansinya.

&quot;Esensinya enggak murni lagi agama. Ada sikap politis,&quot; jelasnya.

Dia mengimbau masyarakat Jabar untuk tidak mengikuti kegiatan tersebut. Ia berharap, masyarakat tidak terprovokasi untuk turut dalam agenda itu.

&quot;Lebih baik, melakukan kegiatan silaturahmi, berdoa, pengajian di masjid masing-masing,&quot; imbaunya.
(Baca Juga: Novel: Ada Pihak yang Ingin Mendompleng di Momen Reuni Alumni 212)
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8xMS8xOS8xLzExNzM2Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
