<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>9 Balita Positif Mengidap HIV/AIDS di Kota Cirebon</title><description>Setidaknya ada 58 penemuan kasus oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Cirebon, 9 diantaranya merupakan balita yang positif</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/11/30/525/1985030/9-balita-positif-mengidap-hiv-aids-di-kota-cirebon</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/11/30/525/1985030/9-balita-positif-mengidap-hiv-aids-di-kota-cirebon"/><item><title>9 Balita Positif Mengidap HIV/AIDS di Kota Cirebon</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/11/30/525/1985030/9-balita-positif-mengidap-hiv-aids-di-kota-cirebon</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/11/30/525/1985030/9-balita-positif-mengidap-hiv-aids-di-kota-cirebon</guid><pubDate>Jum'at 30 November 2018 14:47 WIB</pubDate><dc:creator>Fathnur Rohman</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/30/525/1985030/9-balita-positif-mengidap-hiv-aids-di-kota-cirebon-IhEa8PTioY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Bayi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/30/525/1985030/9-balita-positif-mengidap-hiv-aids-di-kota-cirebon-IhEa8PTioY.jpg</image><title>Ilustrasi Bayi (Foto: Okezone)</title></images><description>CIREBON - Penyebaran virus HIV/AIDS di Kota Cirebon, Jawa Barat, dinilai cukup mengkhawatirkan. Tahun ini, setidaknya ada 58 penemuan kasus oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Cirebon, 9 diantaranya merupakan balita yang positif mengidap HIV/AIDS sejak lahir.
Sri Maryati, selaku Sekertaris KPA Kota Cirebon mengatakan,  penularan virus HIV/AIDS terhadap balita bisa terjadi karena orangtuanya positif mengidap HIV/AIDS. Virus tersebut menyebar melalui air susu ibu, atau yang lainnya.
&quot;Bisa tertular saat si ibu menyusui. Atau salah satu maupun kedua orangtuanya sudah postif mengidap HIV/AIDS,&quot; kata Sri kepada Okezone, saat di temui di kantor KPA Kota Cirebon, Jawa Barat, Kamis (29/11/2018).
Sri juga menuturkan, temuan 9 balita yang positif mengidap HIV/AIDS ini merupakan angka yang cukup tinggi. Ia menjelaskan, setiap bulannya ada satu balita yang positif mengidap HIV/AIDS di Kota Cirebon,  Jawa Barat.
&quot;Temuan 9 balita yang positif HIV/AIDS ini merupakan angka yang cukup tinggi. Jadi setiap bulannya di Kota Cirebon ada satu balita mengidap HIV/AIDS,&quot; ujarnya.
Baca Juga: Ya Ampun, Seorang Bayi Terkena Virus HIV/AIDS

Menurut Sri, untuk meminimalisir penularan virus HIV/AIDS terhadap balita, ia menyarankan agar para orangtua yang sudah positif mengidap HIV/AIDS mengikuti program pencegahan penularan, dengan rutin mengkonsusmsi obat ARV profilaksis.
&quot;Dengan meminum obat ARV profilaksis, kemungkinan anak akan terbebas atau negatif HIV/AIDS, walaupun orangtuanya positif, &quot; katanya.
Sri juga mengaku, angka 58 kasus itu di periode bulan Januari-Oktober 2018. Sedangkan untuk total kasus HIV/AIDS di Kota Cirebon sejak tahun 2006, tercatat ada 984 kasus. Hal Itu sekaligus menetapkan Kota Cirebon masuk dalam 10 besar kota dengan kasus HIV/AIDS tertinggi di Jawa Barat.
Kedepannya, Sri berharap agar angka penyebaran virus HIV/AIDS bisa menurun. Ia juga mengingatkan kepada masyarakat, untuk tidak memberikan stigma negatif kepada Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).
&quot;Kita berharap agar kasus penyebaran HIV/AIDS di Kota Cirebon menurun. Saya juga meminta agar masyarakat tidak memberikan stigma negatif terhadap ODHA. Mereka tidak perlu dijauhi, &quot; harapnya.
</description><content:encoded>CIREBON - Penyebaran virus HIV/AIDS di Kota Cirebon, Jawa Barat, dinilai cukup mengkhawatirkan. Tahun ini, setidaknya ada 58 penemuan kasus oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Cirebon, 9 diantaranya merupakan balita yang positif mengidap HIV/AIDS sejak lahir.
Sri Maryati, selaku Sekertaris KPA Kota Cirebon mengatakan,  penularan virus HIV/AIDS terhadap balita bisa terjadi karena orangtuanya positif mengidap HIV/AIDS. Virus tersebut menyebar melalui air susu ibu, atau yang lainnya.
&quot;Bisa tertular saat si ibu menyusui. Atau salah satu maupun kedua orangtuanya sudah postif mengidap HIV/AIDS,&quot; kata Sri kepada Okezone, saat di temui di kantor KPA Kota Cirebon, Jawa Barat, Kamis (29/11/2018).
Sri juga menuturkan, temuan 9 balita yang positif mengidap HIV/AIDS ini merupakan angka yang cukup tinggi. Ia menjelaskan, setiap bulannya ada satu balita yang positif mengidap HIV/AIDS di Kota Cirebon,  Jawa Barat.
&quot;Temuan 9 balita yang positif HIV/AIDS ini merupakan angka yang cukup tinggi. Jadi setiap bulannya di Kota Cirebon ada satu balita mengidap HIV/AIDS,&quot; ujarnya.
Baca Juga: Ya Ampun, Seorang Bayi Terkena Virus HIV/AIDS

Menurut Sri, untuk meminimalisir penularan virus HIV/AIDS terhadap balita, ia menyarankan agar para orangtua yang sudah positif mengidap HIV/AIDS mengikuti program pencegahan penularan, dengan rutin mengkonsusmsi obat ARV profilaksis.
&quot;Dengan meminum obat ARV profilaksis, kemungkinan anak akan terbebas atau negatif HIV/AIDS, walaupun orangtuanya positif, &quot; katanya.
Sri juga mengaku, angka 58 kasus itu di periode bulan Januari-Oktober 2018. Sedangkan untuk total kasus HIV/AIDS di Kota Cirebon sejak tahun 2006, tercatat ada 984 kasus. Hal Itu sekaligus menetapkan Kota Cirebon masuk dalam 10 besar kota dengan kasus HIV/AIDS tertinggi di Jawa Barat.
Kedepannya, Sri berharap agar angka penyebaran virus HIV/AIDS bisa menurun. Ia juga mengingatkan kepada masyarakat, untuk tidak memberikan stigma negatif kepada Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).
&quot;Kita berharap agar kasus penyebaran HIV/AIDS di Kota Cirebon menurun. Saya juga meminta agar masyarakat tidak memberikan stigma negatif terhadap ODHA. Mereka tidak perlu dijauhi, &quot; harapnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
