<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>MUI: Jangan Ada Dukungan Capres di Reuni 212, Itu Merendahkan Martabat Umat</title><description>MUI mengimbau agar Reuni 212 tak disusupi deklarasi salah satu capres.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/12/01/337/1985356/mui-jangan-ada-dukungan-capres-di-reuni-212-itu-merendahkan-martabat-umat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/12/01/337/1985356/mui-jangan-ada-dukungan-capres-di-reuni-212-itu-merendahkan-martabat-umat"/><item><title>MUI: Jangan Ada Dukungan Capres di Reuni 212, Itu Merendahkan Martabat Umat</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/12/01/337/1985356/mui-jangan-ada-dukungan-capres-di-reuni-212-itu-merendahkan-martabat-umat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/12/01/337/1985356/mui-jangan-ada-dukungan-capres-di-reuni-212-itu-merendahkan-martabat-umat</guid><pubDate>Sabtu 01 Desember 2018 06:16 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/12/01/337/1985356/mui-jangan-ada-dukungan-capres-di-reuni-212-itu-merendahkan-martabat-umat-joXBrwMHUe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/12/01/337/1985356/mui-jangan-ada-dukungan-capres-di-reuni-212-itu-merendahkan-martabat-umat-joXBrwMHUe.jpg</image><title>Ilustrasi.</title></images><description>JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) berharap kegiatan Reuni 212 tidak disusupi gerakan politik dengan mendeklarasikan dukungan terhadap salah satu calon presiden pada Pemilu 2019.
&quot;Jangan sampai forum itu dimanfaatkan untuk gerakan atau sarana gerakan politik, apalagi dipakai untuk dukung-mendukung capres,&quot; kata Wakil Ketua Komisi Hukum Perundang-undangan MUI, Ikhsan Abdullah kepada Okezone, Jakarta, Sabtu (1/12/2018).
Unsur politik dalam Reuni 212 menurutnya bakal melukai perasaan umat karena melenceng dari semangat awal terbentuknya gerakan tersebut.

&quot;Kalau memberikan dukungan ke capres, itu justru merendahkan harkat martabat umat. Kalau seperti itu, jangan atasnamakan 212,&quot; pintanya.
(Baca juga: Anies Minta Pemberian Izin Reuni 212 di Monas Tak Dibesar-besarkan)
Kegiatan tersebut, menurut Ikhsan, akan lebih baik dan positif jika diniati untuk menjaga tali persaudaraan, di samping untuk berdoa bersama.
&quot;Kalau untuk pertemuan reuni apapun namanya baik-baik saja sepanjang berdoa bersama, zikir bagi keselamatan bangsa atau peringati Maulid Nabi atau perkokoh silahturahmi antarumat Islam,&quot; kata Ikhsan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8xMS8yOS8xLzExNzUyNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Alumni 212 adalah sebuah forum yang dibentuk untuk menampung orang-orang yang pernah terlibat dalam aksi Bela Islam pada Desember 2017. Saat itu, aksi tersebut menuntut Basuki  Tjahaja Purnama alias Ahok untuk segera dipenjara karena kasus penodaan agama.
</description><content:encoded>JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) berharap kegiatan Reuni 212 tidak disusupi gerakan politik dengan mendeklarasikan dukungan terhadap salah satu calon presiden pada Pemilu 2019.
&quot;Jangan sampai forum itu dimanfaatkan untuk gerakan atau sarana gerakan politik, apalagi dipakai untuk dukung-mendukung capres,&quot; kata Wakil Ketua Komisi Hukum Perundang-undangan MUI, Ikhsan Abdullah kepada Okezone, Jakarta, Sabtu (1/12/2018).
Unsur politik dalam Reuni 212 menurutnya bakal melukai perasaan umat karena melenceng dari semangat awal terbentuknya gerakan tersebut.

&quot;Kalau memberikan dukungan ke capres, itu justru merendahkan harkat martabat umat. Kalau seperti itu, jangan atasnamakan 212,&quot; pintanya.
(Baca juga: Anies Minta Pemberian Izin Reuni 212 di Monas Tak Dibesar-besarkan)
Kegiatan tersebut, menurut Ikhsan, akan lebih baik dan positif jika diniati untuk menjaga tali persaudaraan, di samping untuk berdoa bersama.
&quot;Kalau untuk pertemuan reuni apapun namanya baik-baik saja sepanjang berdoa bersama, zikir bagi keselamatan bangsa atau peringati Maulid Nabi atau perkokoh silahturahmi antarumat Islam,&quot; kata Ikhsan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8xMS8yOS8xLzExNzUyNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Alumni 212 adalah sebuah forum yang dibentuk untuk menampung orang-orang yang pernah terlibat dalam aksi Bela Islam pada Desember 2017. Saat itu, aksi tersebut menuntut Basuki  Tjahaja Purnama alias Ahok untuk segera dipenjara karena kasus penodaan agama.
</content:encoded></item></channel></rss>
