<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada 160 Ton Sampah Plastik Setiap Harinya di Bandung, Kebanyakan dari Toko Ritel</title><description>Ada sekira 160 ton sampah plastik setiap harinya di Bandung.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/12/03/525/1986109/ada-160-ton-sampah-plastik-setiap-harinya-di-bandung-kebanyakan-dari-toko-ritel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/12/03/525/1986109/ada-160-ton-sampah-plastik-setiap-harinya-di-bandung-kebanyakan-dari-toko-ritel"/><item><title>Ada 160 Ton Sampah Plastik Setiap Harinya di Bandung, Kebanyakan dari Toko Ritel</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/12/03/525/1986109/ada-160-ton-sampah-plastik-setiap-harinya-di-bandung-kebanyakan-dari-toko-ritel</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/12/03/525/1986109/ada-160-ton-sampah-plastik-setiap-harinya-di-bandung-kebanyakan-dari-toko-ritel</guid><pubDate>Senin 03 Desember 2018 14:09 WIB</pubDate><dc:creator>CDB Yudistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/12/03/525/1986109/ada-160-ton-sampah-plastik-setiap-harinya-di-bandung-kebanyakan-dari-toko-ritel-q3Se359xcB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/12/03/525/1986109/ada-160-ton-sampah-plastik-setiap-harinya-di-bandung-kebanyakan-dari-toko-ritel-q3Se359xcB.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Reuters)</title></images><description>BANDUNG - Setiap harinya, Kota Bandung menyumbang 1.600 ton sampah. Dari jumlah tersebut, 10 persennya adalah sampah plastik. Jadi ada sekira 160 ton sampah plastik yang dihasilkan di Bandung setiap harinya.
&quot;Sampah di Bandung terdiri dari 70 persen organik dan 30 persen anorganik. Untuk rata-rata sampah plastik, data validnya tidak ada. Tetapi 10 persen itu anorganik (plastik) tiap harinya,&quot; ungkap Direktur Utama PD Kebersihan Deni Nurdyana Hadimin, saat dikonfirmasi melalui sambungan telefonnya, Senin (3/12/2018).
Produsen sampah anorganik atau sampah plastik banyak disumbangan oleh toko ritel. Untuk itu ia meminta para pengelola toko ritel di Bandung untuk mengurangi penggunaan plastik.

&quot;Nah kita sedang imbau, ritel untuk mengurangi dan tidak menggunakan kantong kresek. Termasuk bagi para pembelinya (masyarakat),&quot; ucap dia.
(Baca juga: Larangan Kantong Plastik di Mal dan Minimarket Belum Efektif)
Imbauan itu pun, lanjut Deni, disampaikan langsung pada hari ini. Di mana dirinya berkesempatan mendampingi Wali Kota Bandung Oded M Danial dengan pengurus asosiasi ritel di Balai Kota Bandung.
&quot;Nah ini saya lagi rapat dengan Asperindo, untuk memberikan imbauan tentang penggunaan sampah plastik,&quot; jelasnya.
Selain pada pengelola ritel, Deni juga mengimbau masyarakat turut andil menekan sampah anorganik. Caranya adalah dengan mengurangi penggunaan kantong kresek.
&quot;Untuk masyarakat, sebaiknya pakai kantong dari rumah yang bisa dipakai berulang,&quot; imbaunya.
</description><content:encoded>BANDUNG - Setiap harinya, Kota Bandung menyumbang 1.600 ton sampah. Dari jumlah tersebut, 10 persennya adalah sampah plastik. Jadi ada sekira 160 ton sampah plastik yang dihasilkan di Bandung setiap harinya.
&quot;Sampah di Bandung terdiri dari 70 persen organik dan 30 persen anorganik. Untuk rata-rata sampah plastik, data validnya tidak ada. Tetapi 10 persen itu anorganik (plastik) tiap harinya,&quot; ungkap Direktur Utama PD Kebersihan Deni Nurdyana Hadimin, saat dikonfirmasi melalui sambungan telefonnya, Senin (3/12/2018).
Produsen sampah anorganik atau sampah plastik banyak disumbangan oleh toko ritel. Untuk itu ia meminta para pengelola toko ritel di Bandung untuk mengurangi penggunaan plastik.

&quot;Nah kita sedang imbau, ritel untuk mengurangi dan tidak menggunakan kantong kresek. Termasuk bagi para pembelinya (masyarakat),&quot; ucap dia.
(Baca juga: Larangan Kantong Plastik di Mal dan Minimarket Belum Efektif)
Imbauan itu pun, lanjut Deni, disampaikan langsung pada hari ini. Di mana dirinya berkesempatan mendampingi Wali Kota Bandung Oded M Danial dengan pengurus asosiasi ritel di Balai Kota Bandung.
&quot;Nah ini saya lagi rapat dengan Asperindo, untuk memberikan imbauan tentang penggunaan sampah plastik,&quot; jelasnya.
Selain pada pengelola ritel, Deni juga mengimbau masyarakat turut andil menekan sampah anorganik. Caranya adalah dengan mengurangi penggunaan kantong kresek.
&quot;Untuk masyarakat, sebaiknya pakai kantong dari rumah yang bisa dipakai berulang,&quot; imbaunya.
</content:encoded></item></channel></rss>
