<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kapolri : 19 Pekerja Tewas dan 1 Prajurit TNI Gugur Dibunuh KKB</title><description>Kapolri menjelaskan. 19 pekerja itu dibunuh secara biadab oleh KKB.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/12/05/337/1987085/kapolri-19-pekerja-tewas-dan-1-prajurit-tni-gugur-dibunuh-kkb</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/12/05/337/1987085/kapolri-19-pekerja-tewas-dan-1-prajurit-tni-gugur-dibunuh-kkb"/><item><title>Kapolri : 19 Pekerja Tewas dan 1 Prajurit TNI Gugur Dibunuh KKB</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/12/05/337/1987085/kapolri-19-pekerja-tewas-dan-1-prajurit-tni-gugur-dibunuh-kkb</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/12/05/337/1987085/kapolri-19-pekerja-tewas-dan-1-prajurit-tni-gugur-dibunuh-kkb</guid><pubDate>Rabu 05 Desember 2018 13:16 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/12/05/337/1987085/kapolri-19-pekerja-tewas-dan-1-prajurit-tni-gugur-dibunuh-kkb-OlxmdYPbsd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapolri  Jenderal Tito Karnavian. (Foto : Putra Ramadhani Astyawan/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/12/05/337/1987085/kapolri-19-pekerja-tewas-dan-1-prajurit-tni-gugur-dibunuh-kkb-OlxmdYPbsd.jpg</image><title>Kapolri  Jenderal Tito Karnavian. (Foto : Putra Ramadhani Astyawan/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut, ada 20 orang tewas dibunuh oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga, Papua. Jumlah itu terdiri atas 19 pekerja jembatan dan 1 prajurit TNI.
&quot;Informasi sementara adalah 20 (korban tewas-red). 19 pekerja dan 1 anggota TNI yang gugur,&quot; kata Kapolri di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/12/2018).
Kapolri menjelaskan, KKB melakukan pembunuhan secara biadab kepada para pekerja yang tengah membangun jembatan di Nduga, pada 2 Desember 2018. Keesokan harinya, kelompok separatis itu menyerang pos Pos Yonif 755/Yalet di Mbua, tempat para pekerja untuk berlindung usai melarikan diri dari kejaran KKB.
&quot;Saya kira pos ini didirikan dari teman-teman TNI untuk menjaga para pegawai pekerja tadi. Itu juga diserang,&quot; ujarnya.



Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) itu mengatakan, di Pos Yonif 755/Yalet di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, ada sekira 21 personel. Pos itu diserang KKB, kemudian para prajurit TNI menyerang balik sehingga terjadi baku tembak.
&quot;Setelah itu terjadi perlawanan dan mereka mundur. Tapi, sempat satu orang gugur. Kita belum tahu di pihak mereka mungkin juga sudah ada korban juga. Tapi, saat ini pengejaran dilakukan,&quot; pungkasnya.

(Baca Juga : Kisah Korban Selamat dari Aksi Penembakan KKB, Pura-Pura Mati untuk Melarikan Diri)

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 19 orang pekerja jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, dibunuh oleh KKB. Selain dari sipil, satu prajurit TNI, yakni anggota Yonif 755/Yalet, Serda Handoko, gugur ditembak KKB saat menyelamatkan pekerja Istaka Karya yang mencari perlindungan dari serangan KKB.

(Baca Juga : Atas Nama Rakyat &amp;amp; Bangsa, Jokowi Sampaikan Duka Cita Mendalam kepada Keluarga Korban KKB)


</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut, ada 20 orang tewas dibunuh oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga, Papua. Jumlah itu terdiri atas 19 pekerja jembatan dan 1 prajurit TNI.
&quot;Informasi sementara adalah 20 (korban tewas-red). 19 pekerja dan 1 anggota TNI yang gugur,&quot; kata Kapolri di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/12/2018).
Kapolri menjelaskan, KKB melakukan pembunuhan secara biadab kepada para pekerja yang tengah membangun jembatan di Nduga, pada 2 Desember 2018. Keesokan harinya, kelompok separatis itu menyerang pos Pos Yonif 755/Yalet di Mbua, tempat para pekerja untuk berlindung usai melarikan diri dari kejaran KKB.
&quot;Saya kira pos ini didirikan dari teman-teman TNI untuk menjaga para pegawai pekerja tadi. Itu juga diserang,&quot; ujarnya.



Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) itu mengatakan, di Pos Yonif 755/Yalet di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, ada sekira 21 personel. Pos itu diserang KKB, kemudian para prajurit TNI menyerang balik sehingga terjadi baku tembak.
&quot;Setelah itu terjadi perlawanan dan mereka mundur. Tapi, sempat satu orang gugur. Kita belum tahu di pihak mereka mungkin juga sudah ada korban juga. Tapi, saat ini pengejaran dilakukan,&quot; pungkasnya.

(Baca Juga : Kisah Korban Selamat dari Aksi Penembakan KKB, Pura-Pura Mati untuk Melarikan Diri)

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 19 orang pekerja jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, dibunuh oleh KKB. Selain dari sipil, satu prajurit TNI, yakni anggota Yonif 755/Yalet, Serda Handoko, gugur ditembak KKB saat menyelamatkan pekerja Istaka Karya yang mencari perlindungan dari serangan KKB.

(Baca Juga : Atas Nama Rakyat &amp;amp; Bangsa, Jokowi Sampaikan Duka Cita Mendalam kepada Keluarga Korban KKB)


</content:encoded></item></channel></rss>
