<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>7 Siswa SD di Bekasi Keracunan Minuman Kadaluarsa</title><description>Para korban membeli minuman kemasan dari seorang pedagang yang biasa mangkal di dekat sekolah</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/12/05/338/1986918/7-siswa-sd-di-bekasi-keracunan-minuman-kadaluarsa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/12/05/338/1986918/7-siswa-sd-di-bekasi-keracunan-minuman-kadaluarsa"/><item><title>7 Siswa SD di Bekasi Keracunan Minuman Kadaluarsa</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/12/05/338/1986918/7-siswa-sd-di-bekasi-keracunan-minuman-kadaluarsa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/12/05/338/1986918/7-siswa-sd-di-bekasi-keracunan-minuman-kadaluarsa</guid><pubDate>Rabu 05 Desember 2018 00:15 WIB</pubDate><dc:creator>Wijayakusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/12/05/338/1986918/7-siswa-sd-di-bekasi-keracunan-minuman-kadaluarsa-8O5jle5E8N.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bocah SD yang keracunan (Foto: Wijayakusuma/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/12/05/338/1986918/7-siswa-sd-di-bekasi-keracunan-minuman-kadaluarsa-8O5jle5E8N.jpg</image><title>Bocah SD yang keracunan (Foto: Wijayakusuma/Okezone)</title></images><description>BEKASI -Tujuh orang siswa SDN Pengasinan II, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, mengalami muntah-muntah dan kepala pusing, usai menenggak minuman kemasan yang dijual di dekat lingkungan sekolah. Diduga ketujuh siswa tersebut mengalami keracunan.
Awalnya para korban membeli minuman kemasan dari seorang pedagang yang biasa mangkal di dekat sekolah. Namun usai mengonsumsi, satu persatu korban mendadak mual dan muntah-muntah disertai kepala pusing.
Oleh pihak sekolah, seluruh korban dibawa ke Puskesmas terdekat untuk diperiksa. Selanjutnya, para korban dipindahkan pihak sekolah ke rumah sakit, guna mendapat perawatan intensif.
&quot;Ketujuh siswa yang mengalami muntah-muntah dan juga pusing, awal kita bawa ke Puskesmas untuk mendapat pertolongan pertama. Dan setelah itu baru kita pindahkan ke RS Hosana Medika Bekasi,&quot; kata Kepala SDN Pengasinan II, Lili Supriyadi kepada awak media, Selasa (4/12/2018).
Baca Juga: 14 Siswa SD di Purbalingga Keracunan Permen

Pihak sekolah lantas menanyakan perihal minuman kemasan tersebut kepada si pedagang. Yang bersangkutan kemudian mengaku minuman tersebut didapatnya dari seorang sales produk minuman. Dan setelah dicek kembali, minuman tersebut ternyata telah kadaluarsa.
&quot;Tulisan yang tertera di kemasan minuman, kadaluarsanya November 2018. Jadi memang sudah kadaluarsa. Pedagangnya kurang teliti saat membeli dari sales,&quot; paparnya.
Menurut Lili, pihak kepolisian telah mengamankan si pedagang serta sales yang menawarkan minuman kemasan tersebut. Keduanya saat ini tengah menjalani pemeriksaan.
&quot;Kebetulan saat kejadian tadi, si sales dan pedagang masih ada di lingkungan sekolah. Jadi langsung kita amankan tadi,&quot; jelasnya.
Sementara itu, Kapolsek Bekasi Timur, Kompol Agung mengatakan, kasus ini masih dalam penyelidikan anggota, guna mencari tahu seputar jajanan kadaluarsa yang dijual di sekolah.
&quot;Masih dalam penyelidikan anggota di lapangan,&quot; kata Agung saat dihubungi Okezone.
Dari informasi yang dihimpun, kondisi para korban, sore tadi dikabarkan sudah mulai membaik.</description><content:encoded>BEKASI -Tujuh orang siswa SDN Pengasinan II, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, mengalami muntah-muntah dan kepala pusing, usai menenggak minuman kemasan yang dijual di dekat lingkungan sekolah. Diduga ketujuh siswa tersebut mengalami keracunan.
Awalnya para korban membeli minuman kemasan dari seorang pedagang yang biasa mangkal di dekat sekolah. Namun usai mengonsumsi, satu persatu korban mendadak mual dan muntah-muntah disertai kepala pusing.
Oleh pihak sekolah, seluruh korban dibawa ke Puskesmas terdekat untuk diperiksa. Selanjutnya, para korban dipindahkan pihak sekolah ke rumah sakit, guna mendapat perawatan intensif.
&quot;Ketujuh siswa yang mengalami muntah-muntah dan juga pusing, awal kita bawa ke Puskesmas untuk mendapat pertolongan pertama. Dan setelah itu baru kita pindahkan ke RS Hosana Medika Bekasi,&quot; kata Kepala SDN Pengasinan II, Lili Supriyadi kepada awak media, Selasa (4/12/2018).
Baca Juga: 14 Siswa SD di Purbalingga Keracunan Permen

Pihak sekolah lantas menanyakan perihal minuman kemasan tersebut kepada si pedagang. Yang bersangkutan kemudian mengaku minuman tersebut didapatnya dari seorang sales produk minuman. Dan setelah dicek kembali, minuman tersebut ternyata telah kadaluarsa.
&quot;Tulisan yang tertera di kemasan minuman, kadaluarsanya November 2018. Jadi memang sudah kadaluarsa. Pedagangnya kurang teliti saat membeli dari sales,&quot; paparnya.
Menurut Lili, pihak kepolisian telah mengamankan si pedagang serta sales yang menawarkan minuman kemasan tersebut. Keduanya saat ini tengah menjalani pemeriksaan.
&quot;Kebetulan saat kejadian tadi, si sales dan pedagang masih ada di lingkungan sekolah. Jadi langsung kita amankan tadi,&quot; jelasnya.
Sementara itu, Kapolsek Bekasi Timur, Kompol Agung mengatakan, kasus ini masih dalam penyelidikan anggota, guna mencari tahu seputar jajanan kadaluarsa yang dijual di sekolah.
&quot;Masih dalam penyelidikan anggota di lapangan,&quot; kata Agung saat dihubungi Okezone.
Dari informasi yang dihimpun, kondisi para korban, sore tadi dikabarkan sudah mulai membaik.</content:encoded></item></channel></rss>
