<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi: Kita Butuh Kritik Berbasis Data Bukan Kebohongan</title><description>Presiden Joko Widodo  meminta publik melakukan kritik yang berbasis dengan data.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/12/10/337/1989159/jokowi-kita-butuh-kritik-berbasis-data-bukan-kebohongan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/12/10/337/1989159/jokowi-kita-butuh-kritik-berbasis-data-bukan-kebohongan"/><item><title>Jokowi: Kita Butuh Kritik Berbasis Data Bukan Kebohongan</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/12/10/337/1989159/jokowi-kita-butuh-kritik-berbasis-data-bukan-kebohongan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/12/10/337/1989159/jokowi-kita-butuh-kritik-berbasis-data-bukan-kebohongan</guid><pubDate>Senin 10 Desember 2018 13:32 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/12/10/337/1989159/jokowi-kita-butuh-kritik-berbasis-data-bukan-kebohongan-BdW8Xux51U.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi dan para Humas (Fakhrizal Fakhri/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/12/10/337/1989159/jokowi-kita-butuh-kritik-berbasis-data-bukan-kebohongan-BdW8Xux51U.jpg</image><title>Presiden Jokowi dan para Humas (Fakhrizal Fakhri/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo  meminta publik melakukan kritik yang berbasis dengan data. Dengan begitu, informasi yang sampai kepada masyarakat akan lebih baik dan bukan pembodohan atau kebohongan.

&quot;Kita butuh kritik berbasis data bukan kebohongan. Bukan juga narasi yang menebar pesimisme, narasi yang menakut-nakuti,&quot; kata Jokowi saat peresmian pembukaan konvensi nasional humas 4.0 di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/12/2018).
&amp;nbsp;Baca juga: JK: Birokrasi Lambat &amp;amp; Berbelit-belit Picu Korupsi
Jokowi juga mengajak masyarakat  untuk berhijrah dari pesimisme menuju optimisme dan juga dari semangat negatif ke semangat positif. Dirinya juga meminta untuk berubah dari hoaks menuju fakta.

&amp;nbsp;Baca juga: Jokowi: Kemajuan Teknologi yang Cepat Harus Diimbangi dengan Moral
&quot;Tentu bicara baik bukan berarti kita menutup fakta, bahwa masih ada yang kurang, masih banyak yang kurang, iya. Tapi kita harus jujur bahwa masih ada yang perlu diperbaiki, dibenahi, di reformasi, masih ada kerja-kerja yang terus harus kita percepat,&quot; paparnya.

Kepala  Negara meminta, para humas di perusahaan swasta maupun di lingkungan pemerintah untuk menyosialisasikan pesan yang positif dan menorehkan prestasi. Hal ini guna terbangun kepercayaan serta reputasi baik bagi lembaganya.
&amp;nbsp;Baca juga: Foto-Foto Kehangatan Presiden Jokowi dan Keluarga saat Jalan Pagi
&quot;Membangun kepercayaan, reputasi perusahaan tanpa memberitakan keburukan perusahaan yang lain, apalagi menebarkan hoaks, fitnah maupun ujaran kebencian. Humas pemerintahan, ya sama, berkewajiban membangun reputasi pemerintah, membangun trust masyarakat kepada pemerintah, tanpa memberitakan keburukan siapa pun,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo  meminta publik melakukan kritik yang berbasis dengan data. Dengan begitu, informasi yang sampai kepada masyarakat akan lebih baik dan bukan pembodohan atau kebohongan.

&quot;Kita butuh kritik berbasis data bukan kebohongan. Bukan juga narasi yang menebar pesimisme, narasi yang menakut-nakuti,&quot; kata Jokowi saat peresmian pembukaan konvensi nasional humas 4.0 di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/12/2018).
&amp;nbsp;Baca juga: JK: Birokrasi Lambat &amp;amp; Berbelit-belit Picu Korupsi
Jokowi juga mengajak masyarakat  untuk berhijrah dari pesimisme menuju optimisme dan juga dari semangat negatif ke semangat positif. Dirinya juga meminta untuk berubah dari hoaks menuju fakta.

&amp;nbsp;Baca juga: Jokowi: Kemajuan Teknologi yang Cepat Harus Diimbangi dengan Moral
&quot;Tentu bicara baik bukan berarti kita menutup fakta, bahwa masih ada yang kurang, masih banyak yang kurang, iya. Tapi kita harus jujur bahwa masih ada yang perlu diperbaiki, dibenahi, di reformasi, masih ada kerja-kerja yang terus harus kita percepat,&quot; paparnya.

Kepala  Negara meminta, para humas di perusahaan swasta maupun di lingkungan pemerintah untuk menyosialisasikan pesan yang positif dan menorehkan prestasi. Hal ini guna terbangun kepercayaan serta reputasi baik bagi lembaganya.
&amp;nbsp;Baca juga: Foto-Foto Kehangatan Presiden Jokowi dan Keluarga saat Jalan Pagi
&quot;Membangun kepercayaan, reputasi perusahaan tanpa memberitakan keburukan perusahaan yang lain, apalagi menebarkan hoaks, fitnah maupun ujaran kebencian. Humas pemerintahan, ya sama, berkewajiban membangun reputasi pemerintah, membangun trust masyarakat kepada pemerintah, tanpa memberitakan keburukan siapa pun,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
