<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kubu Prabowo Khawatir Jual-Beli Blangko E-KTP Munculkan 'Pemilih Siluman'</title><description>Adanya praktik jual-beli blangko e-KTP dikhawatirkan memunculkan 'pemilih siluman'.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/12/10/605/1989002/kubu-prabowo-khawatir-jual-beli-blangko-e-ktp-munculkan-pemilih-siluman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/12/10/605/1989002/kubu-prabowo-khawatir-jual-beli-blangko-e-ktp-munculkan-pemilih-siluman"/><item><title>Kubu Prabowo Khawatir Jual-Beli Blangko E-KTP Munculkan 'Pemilih Siluman'</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/12/10/605/1989002/kubu-prabowo-khawatir-jual-beli-blangko-e-ktp-munculkan-pemilih-siluman</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/12/10/605/1989002/kubu-prabowo-khawatir-jual-beli-blangko-e-ktp-munculkan-pemilih-siluman</guid><pubDate>Senin 10 Desember 2018 06:31 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/12/10/605/1989002/kubu-prabowo-khawatir-jual-beli-blangko-e-ktp-munculkan-pemilih-siluman-gjkl1Zux8U.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/12/10/605/1989002/kubu-prabowo-khawatir-jual-beli-blangko-e-ktp-munculkan-pemilih-siluman-gjkl1Zux8U.jpg</image><title>Ilustrasi.</title></images><description>JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno menilai kasus jual-beli blangko e-KTP di situs online dan Pasar Pramuka, Jakarta Timur, membuka peluang kecurangan pada Pilpres 2019.
&quot;Harus diusut tuntas, karena hal ini tidak hanya menyangkut potensi kecurangan dalam pemilu, juga menyangkut keamanan negara,&quot; ucap Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Suhud Alynudin kepada Okezone, Minggu (9/12/2018).
Rentan kecurangan pemilu, Suhud berpandangan praktik jual-beli identitas Warga Negara Indonesia (WNI) itu dapat memunculkan banyak 'pemilih siluman' saat pencoblosan nantinya.
(Baca juga: Polisi Diminta Ungkap Otak di Balik Jual-Beli Blangko E-KTP secara Online)
&quot;Jika blangko e-KTP mudah didapat tentu akan banyak pemilih siluman yang seharusnya tidak memiliki hak pilih,&quot; duganya.
Selain itu menurutnya, kasus ini membuat negara rentan oleh penyusup yang ingin merusak negara. Oleh karenanya, dia meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) segera menyelesaikan masalah ini.

&quot;DPR harus memanggil Mendagri dan meminta pertanggungjawaban, karena hal ini bepotensi memicu kegaduhan di di tahun politik,&quot; kata Suhud.
Sebelumnya, kasus penjualan blangko E-KTP secara online terungkap ke publik. Penjual blangko e-KTP di pasar daring itu diduga dilakukan anak pejabat Disdukcapil Provinsi Lampung.
Kemendagri pun telah melaporkan persoalan tersebut ke Mapolda Metro Jaya untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno menilai kasus jual-beli blangko e-KTP di situs online dan Pasar Pramuka, Jakarta Timur, membuka peluang kecurangan pada Pilpres 2019.
&quot;Harus diusut tuntas, karena hal ini tidak hanya menyangkut potensi kecurangan dalam pemilu, juga menyangkut keamanan negara,&quot; ucap Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Suhud Alynudin kepada Okezone, Minggu (9/12/2018).
Rentan kecurangan pemilu, Suhud berpandangan praktik jual-beli identitas Warga Negara Indonesia (WNI) itu dapat memunculkan banyak 'pemilih siluman' saat pencoblosan nantinya.
(Baca juga: Polisi Diminta Ungkap Otak di Balik Jual-Beli Blangko E-KTP secara Online)
&quot;Jika blangko e-KTP mudah didapat tentu akan banyak pemilih siluman yang seharusnya tidak memiliki hak pilih,&quot; duganya.
Selain itu menurutnya, kasus ini membuat negara rentan oleh penyusup yang ingin merusak negara. Oleh karenanya, dia meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) segera menyelesaikan masalah ini.

&quot;DPR harus memanggil Mendagri dan meminta pertanggungjawaban, karena hal ini bepotensi memicu kegaduhan di di tahun politik,&quot; kata Suhud.
Sebelumnya, kasus penjualan blangko E-KTP secara online terungkap ke publik. Penjual blangko e-KTP di pasar daring itu diduga dilakukan anak pejabat Disdukcapil Provinsi Lampung.
Kemendagri pun telah melaporkan persoalan tersebut ke Mapolda Metro Jaya untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

</content:encoded></item></channel></rss>
