<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kubu Prabowo-Sandi Tak Peduli Stigma Jateng &quot;Kandang Banteng&quot;</title><description>Lebih jauh, Ketua DPP Partai Gerindra itu enggan mempedulikan soal stigma bila Jawa Tengah merupakan basis pendukung PDIP.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/12/11/605/1989637/kubu-prabowo-sandi-tak-peduli-stigma-jateng-kandang-banteng</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/12/11/605/1989637/kubu-prabowo-sandi-tak-peduli-stigma-jateng-kandang-banteng"/><item><title>Kubu Prabowo-Sandi Tak Peduli Stigma Jateng &quot;Kandang Banteng&quot;</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/12/11/605/1989637/kubu-prabowo-sandi-tak-peduli-stigma-jateng-kandang-banteng</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/12/11/605/1989637/kubu-prabowo-sandi-tak-peduli-stigma-jateng-kandang-banteng</guid><pubDate>Selasa 11 Desember 2018 13:06 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/12/11/605/1989637/kubu-prabowo-sandi-tak-peduli-stigma-jateng-kandang-banteng-DQuyDTuoXm.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Jurkam BPN Prabowo-Sandiaga, Nizar Zahro (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/12/11/605/1989637/kubu-prabowo-sandi-tak-peduli-stigma-jateng-kandang-banteng-DQuyDTuoXm.JPG</image><title>Jurkam BPN Prabowo-Sandiaga, Nizar Zahro (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Juru Kampanye (Jurkam) Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Nizar Zahro menyebut, rencana kepindahan markas BPN ke Solo, Jawa Tengah bertujuan agar lebih intensif menyapa warga Jawa Tengah dan Jawa Timur.
&quot;Menurut survei, di 2 provinsi ini elektabilitas Prabowo-Sandi masih perlu digenjot,&quot; ujar Nizar kepada wartawan, Selasa (11/12/2018).
Ia beranggapan, untuk wilayah Jawa Tengah, perlu penetrasi yang lebih kuat agar dukungan kepada Prabowo-Sandi bisa meningkat signifikan. Oleh karenanya, perlu menyapa masyarakat secara langsung guna memenangkan capres-cawapres nomor urut 02 itu.
&quot;Kampung tersebut akan dilakukan kampanye tatap muka dan berdialog langsung dengan warga,&quot; imbuh Nizar.
Lebih jauh, Ketua DPP Partai Gerindra itu enggan mempedulikan soal stigma bila Jawa Tengah merupakan basis pendukung PDIP.

Bahkan, dirinya meyakini jika stigma Jawa Tengah &quot;kandang banteng&quot; akan luluh lantak pada Pilpres 2019 mendatang. &quot;Tidak penting Jawa Tengah distigmakan sebagai 'kandang banteng'. Dengan penetrasi yang kuat, diyakini stigma tersebut akan luluh lantak,&amp;rdquo; tegas Nizar.
&quot;Ingat, Pilpres 2009, SBY mampu menumbangkan Megawati di Jawa Tengah. Itu artinya, tidak ada yang tidak mungkin dalam politik. Dan sangat terbuka kemungkinan Prabowo kalahkan Jokowi di Jawa Tengah,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Juru Kampanye (Jurkam) Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Nizar Zahro menyebut, rencana kepindahan markas BPN ke Solo, Jawa Tengah bertujuan agar lebih intensif menyapa warga Jawa Tengah dan Jawa Timur.
&quot;Menurut survei, di 2 provinsi ini elektabilitas Prabowo-Sandi masih perlu digenjot,&quot; ujar Nizar kepada wartawan, Selasa (11/12/2018).
Ia beranggapan, untuk wilayah Jawa Tengah, perlu penetrasi yang lebih kuat agar dukungan kepada Prabowo-Sandi bisa meningkat signifikan. Oleh karenanya, perlu menyapa masyarakat secara langsung guna memenangkan capres-cawapres nomor urut 02 itu.
&quot;Kampung tersebut akan dilakukan kampanye tatap muka dan berdialog langsung dengan warga,&quot; imbuh Nizar.
Lebih jauh, Ketua DPP Partai Gerindra itu enggan mempedulikan soal stigma bila Jawa Tengah merupakan basis pendukung PDIP.

Bahkan, dirinya meyakini jika stigma Jawa Tengah &quot;kandang banteng&quot; akan luluh lantak pada Pilpres 2019 mendatang. &quot;Tidak penting Jawa Tengah distigmakan sebagai 'kandang banteng'. Dengan penetrasi yang kuat, diyakini stigma tersebut akan luluh lantak,&amp;rdquo; tegas Nizar.
&quot;Ingat, Pilpres 2009, SBY mampu menumbangkan Megawati di Jawa Tengah. Itu artinya, tidak ada yang tidak mungkin dalam politik. Dan sangat terbuka kemungkinan Prabowo kalahkan Jokowi di Jawa Tengah,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
