<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gerindra: Kalau La Nyalla Mengakui Punya Dosa, Ya Bagus</title><description>Menurut Riza Patria, seseorang yang mengakui telah melakukan dosa itu lebih baik ketika masih di dunia.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/12/12/605/1990347/gerindra-kalau-la-nyalla-mengakui-punya-dosa-ya-bagus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/12/12/605/1990347/gerindra-kalau-la-nyalla-mengakui-punya-dosa-ya-bagus"/><item><title>Gerindra: Kalau La Nyalla Mengakui Punya Dosa, Ya Bagus</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/12/12/605/1990347/gerindra-kalau-la-nyalla-mengakui-punya-dosa-ya-bagus</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/12/12/605/1990347/gerindra-kalau-la-nyalla-mengakui-punya-dosa-ya-bagus</guid><pubDate>Rabu 12 Desember 2018 17:01 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/12/12/605/1990347/gerindra-kalau-la-nyalla-mengakui-punya-dosa-ya-bagus-UYnGY0DTh5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/12/12/605/1990347/gerindra-kalau-la-nyalla-mengakui-punya-dosa-ya-bagus-UYnGY0DTh5.jpg</image><title>Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengapresiasi sikap La Nyalla Mataliti yang mengakui menyebarkan berita bohong tentang Joko Widodo (Jokowi). Mulai dari menuduh Jokowi kader Partai Komunis Indonesia (PKI) hingga beragama Kristen.
Menurut Riza Patria, seseorang yang mengakui telah melakukan dosa itu lebih baik ketika masih di dunia.
&amp;ldquo;Saya kira setiap pribadi mengakui kalau punya dosa ya saya kira itu bagus ya. Daripada nanti di akherat baru diketahui dosanya,&amp;rdquo; ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/12/2018).
(Baca Juga: La Nyalla Yakin Prabowo Tidak Akan Menang di Madura)

Riza juga sangat menghormati La Nyalla atas sikap politiknya yang mendukung Jokowi-Ma&amp;rsquo;ruf. Menurutnya, itu lebih baik ketimbang mantan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) itu golput (golongan putih) alias tidak memilih.
&amp;ldquo;Kami menghormati setiap warga negara yang ingin mendukung siapa saja di antara 2 paslon yang penting gunakan hak pilih dan jangan golput,&amp;rdquo; ujarnya.
La Nyalla merupakan eks kader Gerindra dan di Pilpres 2014 mendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Radjasa. Namun, perbedaan sikap politik di Pilpres 2019, kata Riza, tak akan membuatnya menjaga jarak.
&amp;ldquo;Jadi silakan Pak La Nyalla menentukan sikap politik. Bagi Pak Prabowo tidak ada musuh. Satu musuh terlalu banyak buat Pak Prabowo. Seribu teman justru kurang,&amp;rdquo; tandasnya.
(Baca Juga: La Nyalla: Saya Tahu Prabowo, Coba Suruh Dia Mimpin Salat)</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengapresiasi sikap La Nyalla Mataliti yang mengakui menyebarkan berita bohong tentang Joko Widodo (Jokowi). Mulai dari menuduh Jokowi kader Partai Komunis Indonesia (PKI) hingga beragama Kristen.
Menurut Riza Patria, seseorang yang mengakui telah melakukan dosa itu lebih baik ketika masih di dunia.
&amp;ldquo;Saya kira setiap pribadi mengakui kalau punya dosa ya saya kira itu bagus ya. Daripada nanti di akherat baru diketahui dosanya,&amp;rdquo; ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/12/2018).
(Baca Juga: La Nyalla Yakin Prabowo Tidak Akan Menang di Madura)

Riza juga sangat menghormati La Nyalla atas sikap politiknya yang mendukung Jokowi-Ma&amp;rsquo;ruf. Menurutnya, itu lebih baik ketimbang mantan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) itu golput (golongan putih) alias tidak memilih.
&amp;ldquo;Kami menghormati setiap warga negara yang ingin mendukung siapa saja di antara 2 paslon yang penting gunakan hak pilih dan jangan golput,&amp;rdquo; ujarnya.
La Nyalla merupakan eks kader Gerindra dan di Pilpres 2014 mendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Radjasa. Namun, perbedaan sikap politik di Pilpres 2019, kata Riza, tak akan membuatnya menjaga jarak.
&amp;ldquo;Jadi silakan Pak La Nyalla menentukan sikap politik. Bagi Pak Prabowo tidak ada musuh. Satu musuh terlalu banyak buat Pak Prabowo. Seribu teman justru kurang,&amp;rdquo; tandasnya.
(Baca Juga: La Nyalla: Saya Tahu Prabowo, Coba Suruh Dia Mimpin Salat)</content:encoded></item></channel></rss>
