<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Niat Cari Belut, Warga Temukan Ular 7 Meter yang Awalnya Dikira Batang Pohon</title><description>Warga Pariaman menemukan ular dengan panjang 7 meter, yang awalnya disangka sebagai batang pohon.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/12/13/340/1990518/niat-cari-belut-warga-temukan-ular-7-meter-yang-awalnya-dikira-batang-pohon</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/12/13/340/1990518/niat-cari-belut-warga-temukan-ular-7-meter-yang-awalnya-dikira-batang-pohon"/><item><title>Niat Cari Belut, Warga Temukan Ular 7 Meter yang Awalnya Dikira Batang Pohon</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/12/13/340/1990518/niat-cari-belut-warga-temukan-ular-7-meter-yang-awalnya-dikira-batang-pohon</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/12/13/340/1990518/niat-cari-belut-warga-temukan-ular-7-meter-yang-awalnya-dikira-batang-pohon</guid><pubDate>Kamis 13 Desember 2018 02:03 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi BBC Indonesia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/12/12/340/1990518/niat-cari-belut-warga-temukan-ular-7-meter-yang-awalnya-dikira-batang-pohon-nR1yHZbzq0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Warga awalnya menyangkanya sebagai batang pohon, sebelum ular itu bergerak. (Ronal Efendi Coto/AFP/Getty Images)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/12/12/340/1990518/niat-cari-belut-warga-temukan-ular-7-meter-yang-awalnya-dikira-batang-pohon-nR1yHZbzq0.jpg</image><title>Warga awalnya menyangkanya sebagai batang pohon, sebelum ular itu bergerak. (Ronal Efendi Coto/AFP/Getty Images)</title></images><description>NIATNYA mencari belut, sejumlah warga di Pariaman, Sumatera Barat, malah menemukan seekor ular raksasa dengan panjang setidaknya tujuh meter, yang awalnya disangka sebagai batang pohon.
Ini merupakan peristiwa kesekian kalinya penemuan ular raksasa oleh warga di pelosok Indonesia.
Peristiwa kali ini terekam dalam video Ronal Efendi Coto, seorang warga setempat, yang kemudian mengunggahnya di akun Facebook-nya pada 25 November.
Kejadian ini berlangsung pada 22 November lalu, di Desa Pucuang Anam, Pariaman, Sumatera Barat, lapor Kantor Berita AFP.
Videonya kemudian menjadi viral, dan sudah ditonton oleh tiga perempat juta orang, dan dibagikan lebih dari 2.500 kali.
Tampak di video itu, ular sanca itu berusaha bertahan dari upaya warga untuk menangkapnya. Sejumlah warga harus bergulat dengan ular itu, sebelum akhirnya berhasil juga mengangkutnya dan menaruhkan di sebuah kandang.

&amp;lt;iframe width=&quot;400&quot; height=&quot;500&quot; frameborder=&quot;0&quot; src=&quot;https://www.bbc.com/indonesia/trensosial-46535003/embed&quot;&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;

Warga desa yang sedang mencari belut, awalnya menyangka ular yang melintang di sebuah aliran kali kecil itu adalah batung kayu tua. Namun setelah seorang warga menyentuhnya, ular itu bergerak, membuat warga panik.
Setelah berhasil menaklukkannya, warga menghubungi kebun binatang Pariaman, namun kebun binatang itu menolak menampungnya karena sudah kelebihan hewan penghuni, lapor AFP.
Akhirnya warga Pucuang Anam itu membuat kandang besar, dan menempatkan ular raksasa itu di sana -yang direkam pula oleh Ronal Efendi Coto dan disiarkan langsung melalui Facebook Live.
BBC News Indonesia sudah berusaha menghubungi Ronal Efendi Coto dan warga lain, namun belum mendapat respons.
Namun kepada AFP, ia mengatakan, &quot;Sementara ini kami taruh saja ular itu di kandang, biar warga yang penasaran bisa melihatnya,&quot; kata Ronal kepada AFP.
Penemuan ular sanca kembang di beberapa wilayah Indonesia, terjadi beberapa kali belakangan ini.
Pada 14 Juni lalu, seekor sanca kembang sepanjang tujuh meter memangsa seorang perempuan berusia 54 tahun di Muna, Sulawesi Tenggara.
Jasad Wa Tiba, perempuan itu, ditemukan dalam tubuh seekor ular sanca, setelah ia hilang sehari sebelumnya.
Penduduk desa yang menemukan ular sanca itu membujur dengan perut penuh, membedah perutnya dan menemukan perempuan malang itu di dalamnya.
Hal yang sama terjadi Maret 2017, di desa Salubiro, Karossa, Mamuju  Tengah, Sulawesi Barat, seekor ular berukuran sama, menelan seorang  petani.
Penduduk yang mencari petani yang hilang itu menemukannya di dalam perut ular itu.



Berbeda dengan yang terjadi pada awal Oktober 2017, ketika seorang  warga Sungai Akar, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu,  Provinsi Riau, bertarung dengan seekor ular sanca sejenis, sepanjang  tujuh meter.
Sebagaimana terjadi baru saja di Pariaman, saat itu pun, Robert  Nababan, warga yang menemukannya, awalnya menyangka ular itu adalah  pokok kayu tua.



Pada waktu itu, Robert, dibantu sejumlah warga lain, bergulat dengan  ular itu yang sempat menggigitnya. Mereka baru berhasil melepaskan  gigitan ular itu dari tangan Robert setelah bertarung selama sekitar 10  menit.

(Baca Juga : 6 Kasus Kematian Akibat Dipatuk Ular di Indonesia, Nomor 2 Paling Heboh)

Nasib ular itu berakhir malang: dibunuh dan menjadi santapan warga.

(Baca Juga : Ular Sanca Besar Gegerkan Warga Kudus, Evakuasinya Bikin Deg-degan)</description><content:encoded>NIATNYA mencari belut, sejumlah warga di Pariaman, Sumatera Barat, malah menemukan seekor ular raksasa dengan panjang setidaknya tujuh meter, yang awalnya disangka sebagai batang pohon.
Ini merupakan peristiwa kesekian kalinya penemuan ular raksasa oleh warga di pelosok Indonesia.
Peristiwa kali ini terekam dalam video Ronal Efendi Coto, seorang warga setempat, yang kemudian mengunggahnya di akun Facebook-nya pada 25 November.
Kejadian ini berlangsung pada 22 November lalu, di Desa Pucuang Anam, Pariaman, Sumatera Barat, lapor Kantor Berita AFP.
Videonya kemudian menjadi viral, dan sudah ditonton oleh tiga perempat juta orang, dan dibagikan lebih dari 2.500 kali.
Tampak di video itu, ular sanca itu berusaha bertahan dari upaya warga untuk menangkapnya. Sejumlah warga harus bergulat dengan ular itu, sebelum akhirnya berhasil juga mengangkutnya dan menaruhkan di sebuah kandang.

&amp;lt;iframe width=&quot;400&quot; height=&quot;500&quot; frameborder=&quot;0&quot; src=&quot;https://www.bbc.com/indonesia/trensosial-46535003/embed&quot;&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;

Warga desa yang sedang mencari belut, awalnya menyangka ular yang melintang di sebuah aliran kali kecil itu adalah batung kayu tua. Namun setelah seorang warga menyentuhnya, ular itu bergerak, membuat warga panik.
Setelah berhasil menaklukkannya, warga menghubungi kebun binatang Pariaman, namun kebun binatang itu menolak menampungnya karena sudah kelebihan hewan penghuni, lapor AFP.
Akhirnya warga Pucuang Anam itu membuat kandang besar, dan menempatkan ular raksasa itu di sana -yang direkam pula oleh Ronal Efendi Coto dan disiarkan langsung melalui Facebook Live.
BBC News Indonesia sudah berusaha menghubungi Ronal Efendi Coto dan warga lain, namun belum mendapat respons.
Namun kepada AFP, ia mengatakan, &quot;Sementara ini kami taruh saja ular itu di kandang, biar warga yang penasaran bisa melihatnya,&quot; kata Ronal kepada AFP.
Penemuan ular sanca kembang di beberapa wilayah Indonesia, terjadi beberapa kali belakangan ini.
Pada 14 Juni lalu, seekor sanca kembang sepanjang tujuh meter memangsa seorang perempuan berusia 54 tahun di Muna, Sulawesi Tenggara.
Jasad Wa Tiba, perempuan itu, ditemukan dalam tubuh seekor ular sanca, setelah ia hilang sehari sebelumnya.
Penduduk desa yang menemukan ular sanca itu membujur dengan perut penuh, membedah perutnya dan menemukan perempuan malang itu di dalamnya.
Hal yang sama terjadi Maret 2017, di desa Salubiro, Karossa, Mamuju  Tengah, Sulawesi Barat, seekor ular berukuran sama, menelan seorang  petani.
Penduduk yang mencari petani yang hilang itu menemukannya di dalam perut ular itu.



Berbeda dengan yang terjadi pada awal Oktober 2017, ketika seorang  warga Sungai Akar, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu,  Provinsi Riau, bertarung dengan seekor ular sanca sejenis, sepanjang  tujuh meter.
Sebagaimana terjadi baru saja di Pariaman, saat itu pun, Robert  Nababan, warga yang menemukannya, awalnya menyangka ular itu adalah  pokok kayu tua.



Pada waktu itu, Robert, dibantu sejumlah warga lain, bergulat dengan  ular itu yang sempat menggigitnya. Mereka baru berhasil melepaskan  gigitan ular itu dari tangan Robert setelah bertarung selama sekitar 10  menit.

(Baca Juga : 6 Kasus Kematian Akibat Dipatuk Ular di Indonesia, Nomor 2 Paling Heboh)

Nasib ular itu berakhir malang: dibunuh dan menjadi santapan warga.

(Baca Juga : Ular Sanca Besar Gegerkan Warga Kudus, Evakuasinya Bikin Deg-degan)</content:encoded></item></channel></rss>
