<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi: Pelaku Berani Menyerang Anggota TNI Karena Pengaruh Psikologi Massa</title><description>Berdasarkan hasil penyelidikan, psikologi massa lah yang menjadi salah satu faktor kelima pelaku nekat mengeroyok dua anggota TNI.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/12/14/338/1991286/polisi-pelaku-berani-menyerang-anggota-tni-karena-pengaruh-psikologi-massa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/12/14/338/1991286/polisi-pelaku-berani-menyerang-anggota-tni-karena-pengaruh-psikologi-massa"/><item><title>Polisi: Pelaku Berani Menyerang Anggota TNI Karena Pengaruh Psikologi Massa</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/12/14/338/1991286/polisi-pelaku-berani-menyerang-anggota-tni-karena-pengaruh-psikologi-massa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/12/14/338/1991286/polisi-pelaku-berani-menyerang-anggota-tni-karena-pengaruh-psikologi-massa</guid><pubDate>Jum'at 14 Desember 2018 14:43 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/12/14/338/1991286/polisi-pelaku-berani-menyerang-anggota-tni-karena-pengaruh-psikologi-massa-oxLyAoZ4RA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polda Metro Jaya Menggelar Jumpa PErs (Foto: Harits/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/12/14/338/1991286/polisi-pelaku-berani-menyerang-anggota-tni-karena-pengaruh-psikologi-massa-oxLyAoZ4RA.jpg</image><title>Polda Metro Jaya Menggelar Jumpa PErs (Foto: Harits/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Roycke Harry Langie menjelaskan alasan para pelaku berani mengeroyok dua anggota TNI yaitu Pratu Rivonanda dan Kapten Komarudin.
Dimana, sambung Roycke, berdasarkan hasil penyelidikan, psikologi massa lah yang menjadi salah satu faktor kelima pelaku nekat mengeroyok dua anggota TNI.
&amp;ldquo;Secara spontan mereka lakukan penganiyaan ini sesuai psikologi massa itu terangkai dalam fakta kejadian,&amp;rdquo; kata Roycke di Mapolda Metro Jaya, Jumat (14/12/2018).
Baca Juga: Ini Kronologi Tentara Dikeroyok Juru Parkir di Ciracas

Selain itu, Rocyke juga menyebut jika salah satu pelaku berinisial I ketika kejadian itu tengah dalam pengaruh minuman keras. Sementara empat pelaku lainnya dalam kondisi normal.
&amp;ldquo;Memang ada satu berinisial I (terpengaruh miras), sementara yang lain dalam keadaan normal,&amp;rdquo;  jelas Roycke.
Atas perlakuannya, para tersangka akan dikenakan 170 KUHP, dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun 6 (enam) bulan.</description><content:encoded>JAKARTA - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Roycke Harry Langie menjelaskan alasan para pelaku berani mengeroyok dua anggota TNI yaitu Pratu Rivonanda dan Kapten Komarudin.
Dimana, sambung Roycke, berdasarkan hasil penyelidikan, psikologi massa lah yang menjadi salah satu faktor kelima pelaku nekat mengeroyok dua anggota TNI.
&amp;ldquo;Secara spontan mereka lakukan penganiyaan ini sesuai psikologi massa itu terangkai dalam fakta kejadian,&amp;rdquo; kata Roycke di Mapolda Metro Jaya, Jumat (14/12/2018).
Baca Juga: Ini Kronologi Tentara Dikeroyok Juru Parkir di Ciracas

Selain itu, Rocyke juga menyebut jika salah satu pelaku berinisial I ketika kejadian itu tengah dalam pengaruh minuman keras. Sementara empat pelaku lainnya dalam kondisi normal.
&amp;ldquo;Memang ada satu berinisial I (terpengaruh miras), sementara yang lain dalam keadaan normal,&amp;rdquo;  jelas Roycke.
Atas perlakuannya, para tersangka akan dikenakan 170 KUHP, dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun 6 (enam) bulan.</content:encoded></item></channel></rss>
