<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Paus Fransiskus Kecam Pihak yang Menyalahkan Migran dan Kaum Miskin</title><description>Paus Fransiskus menyatakan pidato-pidato politik yang mengusik kaum migran dan miskin sama sekali tidak dapat diterima.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/12/19/18/1993216/paus-fransiskus-kecam-pihak-yang-menyalahkan-migran-dan-kaum-miskin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/12/19/18/1993216/paus-fransiskus-kecam-pihak-yang-menyalahkan-migran-dan-kaum-miskin"/><item><title>Paus Fransiskus Kecam Pihak yang Menyalahkan Migran dan Kaum Miskin</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/12/19/18/1993216/paus-fransiskus-kecam-pihak-yang-menyalahkan-migran-dan-kaum-miskin</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/12/19/18/1993216/paus-fransiskus-kecam-pihak-yang-menyalahkan-migran-dan-kaum-miskin</guid><pubDate>Rabu 19 Desember 2018 08:12 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/12/19/18/1993216/paus-fransiskus-kecam-pihak-yang-menyalahkan-migran-dan-kaum-miskin-lEekGRWV5j.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Paus Fransiskus (VoA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/12/19/18/1993216/paus-fransiskus-kecam-pihak-yang-menyalahkan-migran-dan-kaum-miskin-lEekGRWV5j.jpg</image><title>Paus Fransiskus (VoA)</title></images><description>VATIKAN - Paus Fransiskus menyatakan pidato-pidato politik yang mengusik kaum migran dan miskin sama sekali tidak dapat diterima.

Paus Fransiskus mengeluarkan pesan perdamaian tahunannya, yang tahun ini didedikasikan pada perlunya bagi politik untuk mendorong perdamaian.
&amp;nbsp;Baca juga: Homoseksualitas di Kalangan Imam Katolik Dalam Pandangan Paus Fransiskus
Dalam menyebut kebajikan-kebajikan dan keburukan politik, Paus menyatakan nasionalisme adalah salah satu ancaman bagi perdamaian karena hal itu menghancurkan kepercayaan di dunia yang terglobalisasi.
&amp;nbsp;
Pelanggaran lainnya terhadap perdamaian, kata Paus Fransiskus hari Selasa (18/12/2018), adalah proliferasi senjata dan teror yang digunakan terhadap mereka yang tidak bersalah dan rentan yang memaksa mereka meninggalkan rumah untuk menyelamatkan diri.
&amp;nbsp;Baca juga: Soal Homoseksualitas, Paus: Harus Lebih Ketat Pilih Calon Pastor
&amp;ldquo;Pidato-pidato politik yang cenderung menyalahkan setiap kejahatan pada kaum migran dan merenggut harapan dari kaum miskin sama sekali tidak dapat diterima,&quot; ujarnya.

Sebaliknya, lanjut Paus, justru ada kebutuhan untuk menegaskan kembali bahwa perdamaian didasarkan pada respek terhadap setiap orang.</description><content:encoded>VATIKAN - Paus Fransiskus menyatakan pidato-pidato politik yang mengusik kaum migran dan miskin sama sekali tidak dapat diterima.

Paus Fransiskus mengeluarkan pesan perdamaian tahunannya, yang tahun ini didedikasikan pada perlunya bagi politik untuk mendorong perdamaian.
&amp;nbsp;Baca juga: Homoseksualitas di Kalangan Imam Katolik Dalam Pandangan Paus Fransiskus
Dalam menyebut kebajikan-kebajikan dan keburukan politik, Paus menyatakan nasionalisme adalah salah satu ancaman bagi perdamaian karena hal itu menghancurkan kepercayaan di dunia yang terglobalisasi.
&amp;nbsp;
Pelanggaran lainnya terhadap perdamaian, kata Paus Fransiskus hari Selasa (18/12/2018), adalah proliferasi senjata dan teror yang digunakan terhadap mereka yang tidak bersalah dan rentan yang memaksa mereka meninggalkan rumah untuk menyelamatkan diri.
&amp;nbsp;Baca juga: Soal Homoseksualitas, Paus: Harus Lebih Ketat Pilih Calon Pastor
&amp;ldquo;Pidato-pidato politik yang cenderung menyalahkan setiap kejahatan pada kaum migran dan merenggut harapan dari kaum miskin sama sekali tidak dapat diterima,&quot; ujarnya.

Sebaliknya, lanjut Paus, justru ada kebutuhan untuk menegaskan kembali bahwa perdamaian didasarkan pada respek terhadap setiap orang.</content:encoded></item></channel></rss>
