<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Deretan Bocah yang Tak Sengaja Telan Peluit hingga Bersuara seperti 'Trompet'</title><description>Selama dua bulan peluit bersarang di tubuh Asep, bocah Bandung Barat. Tapi, kasus ini ternyata bukan pertama terjadi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/12/21/337/1994398/deretan-bocah-yang-tak-sengaja-telan-peluit-hingga-bersuara-seperti-trompet</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/12/21/337/1994398/deretan-bocah-yang-tak-sengaja-telan-peluit-hingga-bersuara-seperti-trompet"/><item><title>Deretan Bocah yang Tak Sengaja Telan Peluit hingga Bersuara seperti 'Trompet'</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/12/21/337/1994398/deretan-bocah-yang-tak-sengaja-telan-peluit-hingga-bersuara-seperti-trompet</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/12/21/337/1994398/deretan-bocah-yang-tak-sengaja-telan-peluit-hingga-bersuara-seperti-trompet</guid><pubDate>Jum'at 21 Desember 2018 15:05 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/12/21/337/1994398/deretan-bocah-tertelan-peluit-hingga-bersuara-seperti-terompet-WS54zYwus5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi rontgen (Leighjournal)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/12/21/337/1994398/deretan-bocah-tertelan-peluit-hingga-bersuara-seperti-terompet-WS54zYwus5.jpg</image><title>Ilustrasi rontgen (Leighjournal)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Asep Yaya asal Kampung Cimalang, Desa Girimukti, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, tak sengaja menelan peluit saat bermain ke rumah saudaranya. Karena ada peluit di saluran pernapasannya, Asep mengeluarkan suara seperti &amp;ldquo;trompet&amp;rdquo; saat menghela napas panjang.
Sobandi, ayah Asep di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Rabu 20 Desember kemarin mengatakan, anaknya tertelan peluit sejak Oktober 2018.
Secara fisik Asep tak terlihat kesakitan, tapi kalau kelelahan atau tertidur napasnya berbunyi seperti terompet. Dua bulan berlalu, dokter RSHS akhirnya berhasil mengeluarkan peluit dari tubuh Asep melalui endoskopi.
Kepala KSM Ilmu Kesehatan THT-KL RSHS, dr Lina Lasminingrum di RSHS mengatakan kejadian itu kemungkinan besar tidak akan berefek pada sistem pernapasan Asep karena posisi peluit ditubuhnya tak menutup saluran pernapasan.
&quot;Kecuali peluitnya menutup napas kiri mungkin akan terjadi masalah di paru-paru,&quot; jelas Lina.
(Baca juga: Dokter Berhasil Keluarkan Peluit yang 2 Bulan Bersarang di Tubuh Bocah Bandung)
Kasus orang tertelan peluit ternyata bukan hanya dialami Asep saja. Berdasarkan catatan Okezone ada beberapa kasus serupa:
Bocah Natuna
Seperti halnya Asep, Suhendra (4) bocah Desa Pulau Tiga, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau tertelan peluit saat bermain dengan temannya. Peluit bersarang di saluran penapasannya hingga sesak. Kejadian ini terjadi pada Januari 2012.
Suha, Ayah Suhendra mengatakan anaknya saat itu bermain dengan peluit, tiba-tiba ada seorang temannya mendorong punggung dia dari belakang. Celakanya peluit itu tertelan.
Tim dokter Rumah Sakit Persahabatan Jakarta akhirnya berhasil mengeluarkan peluit itu dari saluran pernapasan Suhendra.
Bocah India
Seorang bocah berusia 4 tahun di New Delhi, India tertelan peluit saat bermain. Kejadian itu terungkap pada Agustus 2015, setelah orangtuanya melihat keanehan dari sang bocah yang tiap kali batuk mengeluarkan suara melengking seperti bersiul.
Saat dibawa ke dokter ternyata diketahui ada peluit kecil di tubuh bocah itu. Akhirnya dokter berhasil mengeluarkan peluit dari saluran udara anak itu.
Bocah China
Liu Yougang di China tertelan peluit plastik saat berusia sembilan tahun. Benda itu bersarang di saluran pernapasannya selama 15 tahun dan baru terungkap pada 2014.
Karena ada peluit dalam tubuh, Yougang sempat mengalami susah bernapas dan sering mengeluarkan bunyi napas mirip suara peluit saat tidur. Dia kemudian menjalani operasi dan peluit pun berhasil dikeluarkan oleh tim dokter.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Asep Yaya asal Kampung Cimalang, Desa Girimukti, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, tak sengaja menelan peluit saat bermain ke rumah saudaranya. Karena ada peluit di saluran pernapasannya, Asep mengeluarkan suara seperti &amp;ldquo;trompet&amp;rdquo; saat menghela napas panjang.
Sobandi, ayah Asep di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Rabu 20 Desember kemarin mengatakan, anaknya tertelan peluit sejak Oktober 2018.
Secara fisik Asep tak terlihat kesakitan, tapi kalau kelelahan atau tertidur napasnya berbunyi seperti terompet. Dua bulan berlalu, dokter RSHS akhirnya berhasil mengeluarkan peluit dari tubuh Asep melalui endoskopi.
Kepala KSM Ilmu Kesehatan THT-KL RSHS, dr Lina Lasminingrum di RSHS mengatakan kejadian itu kemungkinan besar tidak akan berefek pada sistem pernapasan Asep karena posisi peluit ditubuhnya tak menutup saluran pernapasan.
&quot;Kecuali peluitnya menutup napas kiri mungkin akan terjadi masalah di paru-paru,&quot; jelas Lina.
(Baca juga: Dokter Berhasil Keluarkan Peluit yang 2 Bulan Bersarang di Tubuh Bocah Bandung)
Kasus orang tertelan peluit ternyata bukan hanya dialami Asep saja. Berdasarkan catatan Okezone ada beberapa kasus serupa:
Bocah Natuna
Seperti halnya Asep, Suhendra (4) bocah Desa Pulau Tiga, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau tertelan peluit saat bermain dengan temannya. Peluit bersarang di saluran penapasannya hingga sesak. Kejadian ini terjadi pada Januari 2012.
Suha, Ayah Suhendra mengatakan anaknya saat itu bermain dengan peluit, tiba-tiba ada seorang temannya mendorong punggung dia dari belakang. Celakanya peluit itu tertelan.
Tim dokter Rumah Sakit Persahabatan Jakarta akhirnya berhasil mengeluarkan peluit itu dari saluran pernapasan Suhendra.
Bocah India
Seorang bocah berusia 4 tahun di New Delhi, India tertelan peluit saat bermain. Kejadian itu terungkap pada Agustus 2015, setelah orangtuanya melihat keanehan dari sang bocah yang tiap kali batuk mengeluarkan suara melengking seperti bersiul.
Saat dibawa ke dokter ternyata diketahui ada peluit kecil di tubuh bocah itu. Akhirnya dokter berhasil mengeluarkan peluit dari saluran udara anak itu.
Bocah China
Liu Yougang di China tertelan peluit plastik saat berusia sembilan tahun. Benda itu bersarang di saluran pernapasannya selama 15 tahun dan baru terungkap pada 2014.
Karena ada peluit dalam tubuh, Yougang sempat mengalami susah bernapas dan sering mengeluarkan bunyi napas mirip suara peluit saat tidur. Dia kemudian menjalani operasi dan peluit pun berhasil dikeluarkan oleh tim dokter.</content:encoded></item></channel></rss>
