<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Haul Ke-9 Gus Dur, Momentum Resapi Pemikirannya Merawat Pluralisme   </title><description>Peringatan Haul ke - 9 wafatnya Gus Dur digelar di Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (21/12/2018) malam.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/12/21/337/1994613/haul-ke-9-gus-dur-momentum-resapi-pemikirannya-merawat-pluralisme</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/12/21/337/1994613/haul-ke-9-gus-dur-momentum-resapi-pemikirannya-merawat-pluralisme"/><item><title>Haul Ke-9 Gus Dur, Momentum Resapi Pemikirannya Merawat Pluralisme   </title><link>https://news.okezone.com/read/2018/12/21/337/1994613/haul-ke-9-gus-dur-momentum-resapi-pemikirannya-merawat-pluralisme</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/12/21/337/1994613/haul-ke-9-gus-dur-momentum-resapi-pemikirannya-merawat-pluralisme</guid><pubDate>Jum'at 21 Desember 2018 22:02 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/12/21/337/1994613/haul-ke-9-gus-dur-momentum-resapi-pemikirannya-merawat-pluralisme-oXLlTSUL6l.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gus Dur (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/12/21/337/1994613/haul-ke-9-gus-dur-momentum-resapi-pemikirannya-merawat-pluralisme-oXLlTSUL6l.jpg</image><title>Gus Dur (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Peringatan Haul ke - 9 wafatnya Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) digelar di Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (21/12/2018) malam. Kegiatan ini dapat dijadikan momentum untuk menggelorakan kembali pemikiran-pemikiran Gus Dur.
Seperti halnya diakui Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang menyatakan selalu mengambil pemikiran-pemikiran Gus Dur untuk bekal hidup, terutama dalam merawat pluralisme.
&quot;Tentu kita bersyukur masih bisa merawat kita memperingati wafatnya almarhum KH Abdurrahman Wahid ini kesembilan kali. Kita bisa angkat esensi dari apa yang beliau sampaikan,&quot; katanya di kediaman Gus Dur, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
(Baca Juga: Mahfud MD: Gus Dur Tinggalkan Seribu Kenangan bagi Bangsa dan Negara)

Lukman menegaskan, Gus Dur selalu mengajarkan dalam menjalani kehidupan harus selalu disertai dengan menjaga sisi kemanusiaan.
&quot;Harkat martabat kemanusiaan sesama kita. Meskipun boleh jadi kita berbeda-beda atau berada dalam hal yang tidak sama dalam banyak hal. Ini pesan utama yang harus terus jadikan pegangan untuk menatap masa depan,&quot; ujarnya.
Pesan Gus Dur yang selalu diingatnya, yakni adanya agama harus mampu memanusiakan manusia.
&quot;Bahwa agama harus selalu hadir justru dalam rangka memanusiakan manusia, jangan gunakan agama atau bahkan jangan peralatan agama justru dijadikan antar-sesama kita saling menafikan, saling merendahkan satu sama yang lain,&quot; tutupnya.
(Baca Juga: Gus Dur di Mata Jokowi)</description><content:encoded>JAKARTA - Peringatan Haul ke - 9 wafatnya Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) digelar di Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (21/12/2018) malam. Kegiatan ini dapat dijadikan momentum untuk menggelorakan kembali pemikiran-pemikiran Gus Dur.
Seperti halnya diakui Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang menyatakan selalu mengambil pemikiran-pemikiran Gus Dur untuk bekal hidup, terutama dalam merawat pluralisme.
&quot;Tentu kita bersyukur masih bisa merawat kita memperingati wafatnya almarhum KH Abdurrahman Wahid ini kesembilan kali. Kita bisa angkat esensi dari apa yang beliau sampaikan,&quot; katanya di kediaman Gus Dur, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
(Baca Juga: Mahfud MD: Gus Dur Tinggalkan Seribu Kenangan bagi Bangsa dan Negara)

Lukman menegaskan, Gus Dur selalu mengajarkan dalam menjalani kehidupan harus selalu disertai dengan menjaga sisi kemanusiaan.
&quot;Harkat martabat kemanusiaan sesama kita. Meskipun boleh jadi kita berbeda-beda atau berada dalam hal yang tidak sama dalam banyak hal. Ini pesan utama yang harus terus jadikan pegangan untuk menatap masa depan,&quot; ujarnya.
Pesan Gus Dur yang selalu diingatnya, yakni adanya agama harus mampu memanusiakan manusia.
&quot;Bahwa agama harus selalu hadir justru dalam rangka memanusiakan manusia, jangan gunakan agama atau bahkan jangan peralatan agama justru dijadikan antar-sesama kita saling menafikan, saling merendahkan satu sama yang lain,&quot; tutupnya.
(Baca Juga: Gus Dur di Mata Jokowi)</content:encoded></item></channel></rss>
