<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Air Laut Tiba-Tiba Naik, Warga Pesisir Lampung Panik</title><description>Warga dikagetkan dengan adanya air laut yang naik secara tiba-tiba ke daratan hingga merendam beberapa rumah warga sekitar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/12/23/340/1994914/air-laut-tiba-tiba-naik-warga-pesisir-lampung-panik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/12/23/340/1994914/air-laut-tiba-tiba-naik-warga-pesisir-lampung-panik"/><item><title>Air Laut Tiba-Tiba Naik, Warga Pesisir Lampung Panik</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/12/23/340/1994914/air-laut-tiba-tiba-naik-warga-pesisir-lampung-panik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/12/23/340/1994914/air-laut-tiba-tiba-naik-warga-pesisir-lampung-panik</guid><pubDate>Minggu 23 Desember 2018 00:39 WIB</pubDate><dc:creator>Faiza Ukhti Annisa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/12/23/340/1994914/air-laut-tiba-tiba-naik-warga-pesisir-lampung-panik-RjJldTyrc1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Warga dan wisatawan panik setelah ombak besar menerjang Pantai Anyer (Foto: Rasyid/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/12/23/340/1994914/air-laut-tiba-tiba-naik-warga-pesisir-lampung-panik-RjJldTyrc1.jpg</image><title>Warga dan wisatawan panik setelah ombak besar menerjang Pantai Anyer (Foto: Rasyid/Okezone)</title></images><description>BANDAR LAMPUNG - Warga Jalan Ikan Bawal, Gudang Lelang, Kelurahan Kangkung, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung yang rumahnya dekat dengan pesisir berhamburan berlari menuju ke tempat dataran tinggi, Sabtu (22/21/2018) malam.

Berdasarkan pantauan, terlihat sejumlah warga Pasar Gudang Lelang berlarian menuju ke arah Chandra Telukbetung. Diduga warga hendak menyelamatkan diri dari air laut yang tiba-tiba naik sampai mengenai pemukiman warga.

Imam (27) warga sekitar mengatakan, warga dikagetkan dengan adanya air laut yang naik secara tiba-tiba naik ke daratan hingga merendam beberapa rumah warga sekitar.

&quot;Awalnya air laut pasang dan nggak lama surut, selang beberapa menit atau sekitar pukul 22.30 WIB air laut langsung naik ke daratan, bahkan ada rumah warga kena juga,&quot; ujarnya.


(Baca Juga: Kemenpar Imbau Wisatawan di Anyer Tetap Tenang dan Percaya Info dari BMKG)

Iman mengungkapkan, melihat air laut naik sejumah warga langsung berlarian berusaha menyelamatkan diri.

&quot;Karena waktu kejadian warga sedang tidur, pas melihat air laut naik sekitar 2 meter mereka kaget dan langsung berlarian menyelamatkan diri,&quot; terangnya.

Menurutnya, warga menduga peristiwa air laut ini tsunami, sehingga membuat warga mencari tempat yang aman.&quot;Mungkin mereka kira tsunami, makanya mereka semua pada takut dan melarikan diri,&quot;

Dia menambahkan, akibat peristiwa ini juga ada beberapa rumah warga yang rusak disebabkan terhantam kapal yang terbawa arus gelombang air laut.

&quot;Kondisi kapal saja sampai acak-acakkan, bahkan ada yang mengenai rumah warga,&quot; urainya.

Sementara itu, Kiki (27) warga sekitar mengatakan, salah satu rumah warga rusak disebabkan hantaman kapal yang terparkir dan kemudian terdorong air luat sehingga menabrak rumah milik warga.

&quot;Deras air pasang ini membuat tali jangkar kapal terputus sehingga menabrak bagian dapur rumah milik Ari itu,&quot; ujarnya.

Lanjut Kiki, sementara pemilik rumah bersama keluarganya sudah menyelamatkan diri.&quot;Sekarang pemilik rumah lagi cari tempat yang aman ke arah Polda Lampung,&quot; terangnya .

Ia menceritakan, air pasang sekitar lima menit, sedangkan air surut sekitar 15 meter dari bibir pesisir. &quot;Biasanya itu air surut hanya sekitar dua sampai tiga meter. Tapi waktu kejadian ini air surut sampai 15 meter, enggak seperti biasanya,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>BANDAR LAMPUNG - Warga Jalan Ikan Bawal, Gudang Lelang, Kelurahan Kangkung, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung yang rumahnya dekat dengan pesisir berhamburan berlari menuju ke tempat dataran tinggi, Sabtu (22/21/2018) malam.

Berdasarkan pantauan, terlihat sejumlah warga Pasar Gudang Lelang berlarian menuju ke arah Chandra Telukbetung. Diduga warga hendak menyelamatkan diri dari air laut yang tiba-tiba naik sampai mengenai pemukiman warga.

Imam (27) warga sekitar mengatakan, warga dikagetkan dengan adanya air laut yang naik secara tiba-tiba naik ke daratan hingga merendam beberapa rumah warga sekitar.

&quot;Awalnya air laut pasang dan nggak lama surut, selang beberapa menit atau sekitar pukul 22.30 WIB air laut langsung naik ke daratan, bahkan ada rumah warga kena juga,&quot; ujarnya.


(Baca Juga: Kemenpar Imbau Wisatawan di Anyer Tetap Tenang dan Percaya Info dari BMKG)

Iman mengungkapkan, melihat air laut naik sejumah warga langsung berlarian berusaha menyelamatkan diri.

&quot;Karena waktu kejadian warga sedang tidur, pas melihat air laut naik sekitar 2 meter mereka kaget dan langsung berlarian menyelamatkan diri,&quot; terangnya.

Menurutnya, warga menduga peristiwa air laut ini tsunami, sehingga membuat warga mencari tempat yang aman.&quot;Mungkin mereka kira tsunami, makanya mereka semua pada takut dan melarikan diri,&quot;

Dia menambahkan, akibat peristiwa ini juga ada beberapa rumah warga yang rusak disebabkan terhantam kapal yang terbawa arus gelombang air laut.

&quot;Kondisi kapal saja sampai acak-acakkan, bahkan ada yang mengenai rumah warga,&quot; urainya.

Sementara itu, Kiki (27) warga sekitar mengatakan, salah satu rumah warga rusak disebabkan hantaman kapal yang terparkir dan kemudian terdorong air luat sehingga menabrak rumah milik warga.

&quot;Deras air pasang ini membuat tali jangkar kapal terputus sehingga menabrak bagian dapur rumah milik Ari itu,&quot; ujarnya.

Lanjut Kiki, sementara pemilik rumah bersama keluarganya sudah menyelamatkan diri.&quot;Sekarang pemilik rumah lagi cari tempat yang aman ke arah Polda Lampung,&quot; terangnya .

Ia menceritakan, air pasang sekitar lima menit, sedangkan air surut sekitar 15 meter dari bibir pesisir. &quot;Biasanya itu air surut hanya sekitar dua sampai tiga meter. Tapi waktu kejadian ini air surut sampai 15 meter, enggak seperti biasanya,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
