<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Usai Longsor Timbulkan Tsunami, BMKG Terus Pantau Gunung Anak Krakatau</title><description>BMKG terus melakukan pemantauan aktivitas tremor Gunung Anak Krakatau usai longsor yang mengakibatkan tsunami di Selat Sunda.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/12/25/337/1995895/usai-longsor-timbulkan-tsunami-bmkg-terus-pantau-gunung-anak-krakatau</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/12/25/337/1995895/usai-longsor-timbulkan-tsunami-bmkg-terus-pantau-gunung-anak-krakatau"/><item><title>Usai Longsor Timbulkan Tsunami, BMKG Terus Pantau Gunung Anak Krakatau</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/12/25/337/1995895/usai-longsor-timbulkan-tsunami-bmkg-terus-pantau-gunung-anak-krakatau</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/12/25/337/1995895/usai-longsor-timbulkan-tsunami-bmkg-terus-pantau-gunung-anak-krakatau</guid><pubDate>Selasa 25 Desember 2018 23:35 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/12/25/337/1995895/usai-longsor-timbulkan-tsunami-bmkg-terus-pantau-gunung-anak-krakatau-1LoriqmpAm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Konfrensi Pers BMKG Mengenai Aktivitas Gunung Anak Krakatau Pasca Tsunami Selat Sunda (foto: Harits/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/12/25/337/1995895/usai-longsor-timbulkan-tsunami-bmkg-terus-pantau-gunung-anak-krakatau-1LoriqmpAm.jpg</image><title>Konfrensi Pers BMKG Mengenai Aktivitas Gunung Anak Krakatau Pasca Tsunami Selat Sunda (foto: Harits/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati pihaknya terus melakukan pemantauan aktivitas tremor Gunung Anak Krakatau usai terjadi longsor dan mengakibatkan terjadinya tsunami di Selat Sunda.
&amp;ldquo;Saat ini BMKG bersama Badan Geologi dan Kemenko Maritim terus melakukan pemantauan aktivitas tremor Gunung Anak Krakatau, cuaca ekstrim dan gelombang tinggi,&amp;rdquo; ujar Dwikorita di kantor BMKG, Jakarta, Selasa (25/12/2018).
(Baca Juga: Gunung Krakatau Pernah Sebabkan Tsunami Setinggi 30 Meter di Selat Sunda)&amp;nbsp;



Lebih jauh, Dwikorita menyebut bila kondisi adanya longsoran dari Gunung Anak Krakatau dikhawatirkan memicu kembali adanya tsunami.
&amp;ldquo;Karena seluruh kondisi itu dapat sewaktu-waktu berpotensi mengakibatkan longsor kembali. Tebing kawah Gunung Anak Krakatau ke laut,&amp;rdquo; jelasnya.
&amp;ldquo;Dan dikhawatirkan dampak dari itu berpotensi memicu tsunami seperti hipotesis yang kami sampaikan hipotesis beberapa waktu lalu,&amp;rdquo; timpalnya.
Selain itu, kata dia, BMKG menghimbau agar masyarakat tetap waspada. Apalagi cuaca ekstrim dan gelombang tinggi masih mengintai.
&amp;ldquo;Kami meminta masyarakat untuk tetap waspada dan menghindari lokasi pesisir pantai dalam radius 500 meter hingga 1 km dari Gunung Anak Krakatau,&amp;rdquo; tandasnya.
(Baca Juga: &quot;Saya Terguling-guling Diterjang Tsunami&quot;)
</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati pihaknya terus melakukan pemantauan aktivitas tremor Gunung Anak Krakatau usai terjadi longsor dan mengakibatkan terjadinya tsunami di Selat Sunda.
&amp;ldquo;Saat ini BMKG bersama Badan Geologi dan Kemenko Maritim terus melakukan pemantauan aktivitas tremor Gunung Anak Krakatau, cuaca ekstrim dan gelombang tinggi,&amp;rdquo; ujar Dwikorita di kantor BMKG, Jakarta, Selasa (25/12/2018).
(Baca Juga: Gunung Krakatau Pernah Sebabkan Tsunami Setinggi 30 Meter di Selat Sunda)&amp;nbsp;



Lebih jauh, Dwikorita menyebut bila kondisi adanya longsoran dari Gunung Anak Krakatau dikhawatirkan memicu kembali adanya tsunami.
&amp;ldquo;Karena seluruh kondisi itu dapat sewaktu-waktu berpotensi mengakibatkan longsor kembali. Tebing kawah Gunung Anak Krakatau ke laut,&amp;rdquo; jelasnya.
&amp;ldquo;Dan dikhawatirkan dampak dari itu berpotensi memicu tsunami seperti hipotesis yang kami sampaikan hipotesis beberapa waktu lalu,&amp;rdquo; timpalnya.
Selain itu, kata dia, BMKG menghimbau agar masyarakat tetap waspada. Apalagi cuaca ekstrim dan gelombang tinggi masih mengintai.
&amp;ldquo;Kami meminta masyarakat untuk tetap waspada dan menghindari lokasi pesisir pantai dalam radius 500 meter hingga 1 km dari Gunung Anak Krakatau,&amp;rdquo; tandasnya.
(Baca Juga: &quot;Saya Terguling-guling Diterjang Tsunami&quot;)
</content:encoded></item></channel></rss>
