<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Disatroni Garong, Pegawai Minimarket di Depok Disekap di Gudang Barang</title><description>Pelaku menyekap pegawai minimarket di sebuah gudang barang yang tidak terkunci.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/12/26/338/1996101/disatroni-garong-pegawai-minimarket-di-depok-disekap-di-gudang-barang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/12/26/338/1996101/disatroni-garong-pegawai-minimarket-di-depok-disekap-di-gudang-barang"/><item><title>Disatroni Garong, Pegawai Minimarket di Depok Disekap di Gudang Barang</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/12/26/338/1996101/disatroni-garong-pegawai-minimarket-di-depok-disekap-di-gudang-barang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/12/26/338/1996101/disatroni-garong-pegawai-minimarket-di-depok-disekap-di-gudang-barang</guid><pubDate>Rabu 26 Desember 2018 13:41 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Muntinanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/12/26/338/1996101/disatroni-garong-pegawai-minimarket-di-depok-disekap-di-gudang-barang-TJW79oRF0B.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/12/26/338/1996101/disatroni-garong-pegawai-minimarket-di-depok-disekap-di-gudang-barang-TJW79oRF0B.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>DEPOK - Aksi sekawanan garong yang menggondol uang Rp30 juta di minimarket Jalan Keadilan, Kelurahan Abadijaya, Sukmajaya, Depok Jawa Barat sempat mengancam akan membunuh pegawai jika melawan. Di bawah kendali dan ancaman, pelaku kemudian menyekap pegawai tersebut di sebuah gudang barang yang tidak terkunci.

Pegawai tersebut bernama Elsa Setiawati (25), Wahyu Bimantoro (22), dan Meliyanasari (19). Ketiganya ditodongkan senjata api (Senpi) dan senjata tajam (Sajam) ketika hendak menutup minimarket tempat bekerja.

&quot;Kami semua disekap dalam gudang, tangan dan kaki kami diikat satu pakai tali rafia. Posisi pas kami diikat itu tengkurap. Karena ikatan tangan sama kaki jadi satu kami enggak bisa gerak,&quot; kata Meliyanasari di Sukmajaya, Depok, Rabu (26/12/2018).



Pelaku yang mengikat dengan menggunakan tali plastik rafia memudahkan untuk dibuka. Butuh waktu lebih kurang setengah jam hingga dia dan dua rekanya dapat melepas ikatan dan berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar.

&quot;Ikatannya kami buka paksa, untungnya pakai tali rafia jadi sedikit mudah dibuka. Kalau pakai kabel tis atau tali tambang pasti susah. Kami minta tolong lewat lantai atas ke warga. Baru keluar itu sekitar jam 11 malam,&quot; imbunya.

Sebelumnya, pada perayaan hari raya natal 2018 sebuah minimarket di Jalan Keadilan, Kelurahan Abadijaya, Sukmajaya disatroni garong dengan menaiki kendaraan roda dua. Sejumlah garong tersebut sempat menodongkan senjata api (Senpi) dan senjatatajam (sajam) ke arah pegawai minimarket pada Selasa (25/12/2018) sekira pukul 22.00 WIB.

(Baca Juga: Garong Bersenpi Satroni Minimarket di Depok saat Natal, Uang Rp30 Juta Disikat)

Seorang pegawai minimarket Elsa Setiawati (25), menjelaskan saat kejadian minimarket tempat dirinya bekerja sudah tutup. Pintu minimarket pun sudah hendak ditutup, akan tetapi sejumlah pria dengan masker dan helm datang menodongkan senpi dan sajam.

&quot;Pelaku  mengenakan masker polos warna hitam, dan helm Grab masuk, pas kejadian itu sudah tutup, lagi beres-beres. Dia masuk mindik-mindik gitu dan langsung nodongin pisau dapur terus suruh saya masuk. Enggak lama dia ngeluarin pistol dari kantong belakang terus ditodongin,&quot; ujar Elsa di Sukmajaya, Depok, Rabu (26/12/2018).

Elsa menuturkan jika kejadia dirinya bersama rekannya Wahyu Bimantoro (22), dan Meliyanasari (19) yang juga pegawai minimaeket tersebut. Ketiganya pun tak berani melawan, mereka dipaksa menuruti kemauan pelaku. Sebuah brangkas berisi uang Rp 30 juta akhirnya dirampas

&quot;Enggak berani melawan karena dia nodong pakai pisau dan pistol. Akhirnya brankas terpaksa dibuka, uangnya sekitar Rp 30 juta. Uangnya dia masukin dalam tas selempang yang dia bawa,&quot; ujarnya.



Perihal ciri pelaku, Wahyu Bimantoro menyebut postur tubuh sedikit gemuk, tinggi sekira 170 sentimeter, mengenakan jaket dan celana panjang hitam, serta sepatu kets berwarna orange.

&quot;Badannya sedang, pakai jaket sama celana panjang warna hitam, sepatu kets warna orange. Yang masuk sih sendiri, tapi kata warga ada dua orang lain yang menunggu di luar,&quot; tuturnya.

Selain itu para pelaku juga sempat merusak CCTV minimarket sejumlah kabel di putus menggunakan pisau oleh pelaku. Kejadin tersebut diperkirakan lebih kurang selama 15 menit dan kondisi sekitar minimarket sedang sepi. &quot;Kejadiannya lumayan lama, sekitar 15 menit lebih. Dia lama pas mau ngambil rekaman CCTV, kabel CCTV itu juga sempat dirusak pakai pisau,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>DEPOK - Aksi sekawanan garong yang menggondol uang Rp30 juta di minimarket Jalan Keadilan, Kelurahan Abadijaya, Sukmajaya, Depok Jawa Barat sempat mengancam akan membunuh pegawai jika melawan. Di bawah kendali dan ancaman, pelaku kemudian menyekap pegawai tersebut di sebuah gudang barang yang tidak terkunci.

Pegawai tersebut bernama Elsa Setiawati (25), Wahyu Bimantoro (22), dan Meliyanasari (19). Ketiganya ditodongkan senjata api (Senpi) dan senjata tajam (Sajam) ketika hendak menutup minimarket tempat bekerja.

&quot;Kami semua disekap dalam gudang, tangan dan kaki kami diikat satu pakai tali rafia. Posisi pas kami diikat itu tengkurap. Karena ikatan tangan sama kaki jadi satu kami enggak bisa gerak,&quot; kata Meliyanasari di Sukmajaya, Depok, Rabu (26/12/2018).



Pelaku yang mengikat dengan menggunakan tali plastik rafia memudahkan untuk dibuka. Butuh waktu lebih kurang setengah jam hingga dia dan dua rekanya dapat melepas ikatan dan berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar.

&quot;Ikatannya kami buka paksa, untungnya pakai tali rafia jadi sedikit mudah dibuka. Kalau pakai kabel tis atau tali tambang pasti susah. Kami minta tolong lewat lantai atas ke warga. Baru keluar itu sekitar jam 11 malam,&quot; imbunya.

Sebelumnya, pada perayaan hari raya natal 2018 sebuah minimarket di Jalan Keadilan, Kelurahan Abadijaya, Sukmajaya disatroni garong dengan menaiki kendaraan roda dua. Sejumlah garong tersebut sempat menodongkan senjata api (Senpi) dan senjatatajam (sajam) ke arah pegawai minimarket pada Selasa (25/12/2018) sekira pukul 22.00 WIB.

(Baca Juga: Garong Bersenpi Satroni Minimarket di Depok saat Natal, Uang Rp30 Juta Disikat)

Seorang pegawai minimarket Elsa Setiawati (25), menjelaskan saat kejadian minimarket tempat dirinya bekerja sudah tutup. Pintu minimarket pun sudah hendak ditutup, akan tetapi sejumlah pria dengan masker dan helm datang menodongkan senpi dan sajam.

&quot;Pelaku  mengenakan masker polos warna hitam, dan helm Grab masuk, pas kejadian itu sudah tutup, lagi beres-beres. Dia masuk mindik-mindik gitu dan langsung nodongin pisau dapur terus suruh saya masuk. Enggak lama dia ngeluarin pistol dari kantong belakang terus ditodongin,&quot; ujar Elsa di Sukmajaya, Depok, Rabu (26/12/2018).

Elsa menuturkan jika kejadia dirinya bersama rekannya Wahyu Bimantoro (22), dan Meliyanasari (19) yang juga pegawai minimaeket tersebut. Ketiganya pun tak berani melawan, mereka dipaksa menuruti kemauan pelaku. Sebuah brangkas berisi uang Rp 30 juta akhirnya dirampas

&quot;Enggak berani melawan karena dia nodong pakai pisau dan pistol. Akhirnya brankas terpaksa dibuka, uangnya sekitar Rp 30 juta. Uangnya dia masukin dalam tas selempang yang dia bawa,&quot; ujarnya.



Perihal ciri pelaku, Wahyu Bimantoro menyebut postur tubuh sedikit gemuk, tinggi sekira 170 sentimeter, mengenakan jaket dan celana panjang hitam, serta sepatu kets berwarna orange.

&quot;Badannya sedang, pakai jaket sama celana panjang warna hitam, sepatu kets warna orange. Yang masuk sih sendiri, tapi kata warga ada dua orang lain yang menunggu di luar,&quot; tuturnya.

Selain itu para pelaku juga sempat merusak CCTV minimarket sejumlah kabel di putus menggunakan pisau oleh pelaku. Kejadin tersebut diperkirakan lebih kurang selama 15 menit dan kondisi sekitar minimarket sedang sepi. &quot;Kejadiannya lumayan lama, sekitar 15 menit lebih. Dia lama pas mau ngambil rekaman CCTV, kabel CCTV itu juga sempat dirusak pakai pisau,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
