<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Anak Krakatau Siaga, Hati-Hati Lontaran Batu Pijar dan Awan Panas di Radius 5 Km</title><description>Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda  meningkat. Hal ini membuat status Gunung tersebut naik menjadi  Siaga.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/12/27/340/1996461/gunung-anak-krakatau-siaga-hati-hati-lontaran-batu-pijar-dan-awan-panas-di-radius-5-km</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/12/27/340/1996461/gunung-anak-krakatau-siaga-hati-hati-lontaran-batu-pijar-dan-awan-panas-di-radius-5-km"/><item><title>Gunung Anak Krakatau Siaga, Hati-Hati Lontaran Batu Pijar dan Awan Panas di Radius 5 Km</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/12/27/340/1996461/gunung-anak-krakatau-siaga-hati-hati-lontaran-batu-pijar-dan-awan-panas-di-radius-5-km</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/12/27/340/1996461/gunung-anak-krakatau-siaga-hati-hati-lontaran-batu-pijar-dan-awan-panas-di-radius-5-km</guid><pubDate>Kamis 27 Desember 2018 10:07 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/12/27/340/1996461/gunung-anak-krakatau-siaga-hati-hati-lontaran-batu-pijar-dan-awan-panas-di-radius-5-km-9kMDGMrTdq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anak Krakatau Erupsi (Foto: Susi Air)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/12/27/340/1996461/gunung-anak-krakatau-siaga-hati-hati-lontaran-batu-pijar-dan-awan-panas-di-radius-5-km-9kMDGMrTdq.jpg</image><title>Anak Krakatau Erupsi (Foto: Susi Air)</title></images><description>JAKARTA - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda terus meningkat. Hal ini membuat status Gunung tersebut naik menjadi Siaga (Level III), serta zona berbahaya diperluas dari 2 kilometer menjadi 5 kilometer.

Mengutip keterangan tertulis, Jakarta, Kamis (27/12/2018), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM merekomendasikan, masyarakat dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas di dalam radius 5 km dari puncak kawah karena berbahaya terkena dampak erupsi berupa lontaran batu pijar, awan panas dan abu vulkanik pekat.
&amp;nbsp;Baca juga: Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Siaga Radius 5 Km
Pasalnya, di dalam radius 5 km tersebut tidak ada permukiman.
&amp;nbsp;
Sementara itu, BMKG merekomendasikan, masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di pantai pada radius 500 meter hingga 1 kilometer dari pantai untuk mengantisipasi adanya tsunami susulan. Tsunami yang dibangkitkan longsor bawah laut akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
&amp;nbsp;Baca juga: Badan Geologi Ungkap Penyebab Tsunami di Selat Sunda
Masyarakat dihimbau tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaannya. Gunakan selalu informasi dari PVMBG untuk peringatan dini gunung api dan BMKG terkait peringatan dini tsunami selaku institusi yang resmi. Jangan percaya dari informasi yang  menyesatkan yang sumbernya tidak dapat dipertanggungjawabkan.</description><content:encoded>JAKARTA - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda terus meningkat. Hal ini membuat status Gunung tersebut naik menjadi Siaga (Level III), serta zona berbahaya diperluas dari 2 kilometer menjadi 5 kilometer.

Mengutip keterangan tertulis, Jakarta, Kamis (27/12/2018), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM merekomendasikan, masyarakat dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas di dalam radius 5 km dari puncak kawah karena berbahaya terkena dampak erupsi berupa lontaran batu pijar, awan panas dan abu vulkanik pekat.
&amp;nbsp;Baca juga: Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Siaga Radius 5 Km
Pasalnya, di dalam radius 5 km tersebut tidak ada permukiman.
&amp;nbsp;
Sementara itu, BMKG merekomendasikan, masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di pantai pada radius 500 meter hingga 1 kilometer dari pantai untuk mengantisipasi adanya tsunami susulan. Tsunami yang dibangkitkan longsor bawah laut akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
&amp;nbsp;Baca juga: Badan Geologi Ungkap Penyebab Tsunami di Selat Sunda
Masyarakat dihimbau tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaannya. Gunakan selalu informasi dari PVMBG untuk peringatan dini gunung api dan BMKG terkait peringatan dini tsunami selaku institusi yang resmi. Jangan percaya dari informasi yang  menyesatkan yang sumbernya tidak dapat dipertanggungjawabkan.</content:encoded></item></channel></rss>
