<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BNPB Sebut Ombak Tinggi di Manado Dampak Siklon Tropis</title><description>Terjadi gelombang tinggi di Perairan Sulawesi Utara. BNPB menjelaskan hal ini akibat siklon tropis.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/12/28/337/1996963/bnpb-sebut-ombak-tinggi-di-manado-dampak-siklon-tropis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/12/28/337/1996963/bnpb-sebut-ombak-tinggi-di-manado-dampak-siklon-tropis"/><item><title>BNPB Sebut Ombak Tinggi di Manado Dampak Siklon Tropis</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/12/28/337/1996963/bnpb-sebut-ombak-tinggi-di-manado-dampak-siklon-tropis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/12/28/337/1996963/bnpb-sebut-ombak-tinggi-di-manado-dampak-siklon-tropis</guid><pubDate>Jum'at 28 Desember 2018 09:13 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/12/28/337/1996963/bnpb-sebut-ombak-tinggi-di-manado-dampak-siklon-tropis-Y2R0SerL0w.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gelombang tinggi di perairan Sulut. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/12/28/337/1996963/bnpb-sebut-ombak-tinggi-di-manado-dampak-siklon-tropis-Y2R0SerL0w.jpg</image><title>Gelombang tinggi di perairan Sulut. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Ombak tinggi di Manado dan perairan Sulawesi Utara dijelaskan karena dampak pengaruh siklon tropis (tropical depresion thirtyfive) di sekitar Filipina sehingga massa uap air dan angin mengarah ke sana.
&quot;Akibatnya angin kencang dan gelombang tinggi,&quot; ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis di Jakarta, seperti dinukil dari Antaranews, Jumat (28/12/2018).
&quot;Jika kondisi membahayakan, jangan melakukan aktivitas di sekitar pantai dan laut untuk sementara waktu,&quot; jelas Sutopo seraya mengimbau masyarakat untuk tenang dan meningkatkan kewaspadaan.
(Baca juga: Cuaca Ekstrem, Sejumlah Kapal di Manado Dilarang Berlayar)
 
Ia menerangkan, gelombang tinggi di perairan Sulut tidak ada kaitan dengan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau karena lokasinya sangat jauh. &quot;Juga bukan disebabkan oleh aktivitas tektonik,&quot; kata dia.
Sebelumnya Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta warga di sekitar perairan Sulawesi, termasuk Manado dan Maluku, untuk mewaspadai gelombang laut setinggi 2,5&amp;ndash;4 meter yang diperkirakan terjadi hingga Jumat pagi ini.

&quot;Peringatan dini ini berlangsung hingga tanggal 28 Desember 2018 pukul 08.00 Wita,&quot; kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), Ricky Daniel Aror, S.Si.
(Baca juga: Cuaca Ekstrem di Sulut Sebabkan Longsor, Pohon Tumbang, hingga Mati Listrik)
 
Gelombang setinggi 4 meter, menurut dia, berpeluang terjadi di Laut Sulawesi bagian timur, Perairan Kepulauan Sangihe dan Talaud, serta Laut Maluku bagian utara.
Selanjutnya, untuk gelombang setinggi 1,25&amp;ndash;2,5 meter diperkirakan terjadi di Laut Sulawesi bagian tengah, perairan Bitung dan Manado, Laut Maluku bagian selatan, serta perairan Selatan Sulut.
&quot;Masyarakat dan kapal-kapal di daerah yang dikeluarkan peringatan dini diharapkan memerhatikan kondisi itu,&quot; ujar dia.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Ombak tinggi di Manado dan perairan Sulawesi Utara dijelaskan karena dampak pengaruh siklon tropis (tropical depresion thirtyfive) di sekitar Filipina sehingga massa uap air dan angin mengarah ke sana.
&quot;Akibatnya angin kencang dan gelombang tinggi,&quot; ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis di Jakarta, seperti dinukil dari Antaranews, Jumat (28/12/2018).
&quot;Jika kondisi membahayakan, jangan melakukan aktivitas di sekitar pantai dan laut untuk sementara waktu,&quot; jelas Sutopo seraya mengimbau masyarakat untuk tenang dan meningkatkan kewaspadaan.
(Baca juga: Cuaca Ekstrem, Sejumlah Kapal di Manado Dilarang Berlayar)
 
Ia menerangkan, gelombang tinggi di perairan Sulut tidak ada kaitan dengan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau karena lokasinya sangat jauh. &quot;Juga bukan disebabkan oleh aktivitas tektonik,&quot; kata dia.
Sebelumnya Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta warga di sekitar perairan Sulawesi, termasuk Manado dan Maluku, untuk mewaspadai gelombang laut setinggi 2,5&amp;ndash;4 meter yang diperkirakan terjadi hingga Jumat pagi ini.

&quot;Peringatan dini ini berlangsung hingga tanggal 28 Desember 2018 pukul 08.00 Wita,&quot; kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), Ricky Daniel Aror, S.Si.
(Baca juga: Cuaca Ekstrem di Sulut Sebabkan Longsor, Pohon Tumbang, hingga Mati Listrik)
 
Gelombang setinggi 4 meter, menurut dia, berpeluang terjadi di Laut Sulawesi bagian timur, Perairan Kepulauan Sangihe dan Talaud, serta Laut Maluku bagian utara.
Selanjutnya, untuk gelombang setinggi 1,25&amp;ndash;2,5 meter diperkirakan terjadi di Laut Sulawesi bagian tengah, perairan Bitung dan Manado, Laut Maluku bagian selatan, serta perairan Selatan Sulut.
&quot;Masyarakat dan kapal-kapal di daerah yang dikeluarkan peringatan dini diharapkan memerhatikan kondisi itu,&quot; ujar dia.</content:encoded></item></channel></rss>
