<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Refleksi Akhir Tahun 2018, Kegiatan Politik Dianggap Paling Menyerap Energi Masyarakat</title><description>Ketua Umum Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK), Bursah Zarnubi mengutarakan, bila 2018 paling banyak menyerap energi masyarakat Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/12/30/337/1997759/refleksi-akhir-tahun-2018-kegiatan-politik-dianggap-paling-menyerap-energi-masyarakat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/12/30/337/1997759/refleksi-akhir-tahun-2018-kegiatan-politik-dianggap-paling-menyerap-energi-masyarakat"/><item><title>Refleksi Akhir Tahun 2018, Kegiatan Politik Dianggap Paling Menyerap Energi Masyarakat</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/12/30/337/1997759/refleksi-akhir-tahun-2018-kegiatan-politik-dianggap-paling-menyerap-energi-masyarakat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/12/30/337/1997759/refleksi-akhir-tahun-2018-kegiatan-politik-dianggap-paling-menyerap-energi-masyarakat</guid><pubDate>Minggu 30 Desember 2018 13:47 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/12/30/337/1997759/refleksi-akhir-tahun-2018-kegiatan-politik-dianggap-paling-menyerap-energi-masyarakat-VsQfqBOmtj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Umum Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK), Bursah Zarnubi (foto: Harits/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/12/30/337/1997759/refleksi-akhir-tahun-2018-kegiatan-politik-dianggap-paling-menyerap-energi-masyarakat-VsQfqBOmtj.jpg</image><title>Ketua Umum Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK), Bursah Zarnubi (foto: Harits/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Umum Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK), Bursah Zarnubi mengutarakan, bila tahun 2018 paling banyak menyerap energi masyarakat Indonesia. Hal ini dikarenakan masyarakat terlibat dalam kontestasi pemilu baik Pilkada Serentak hingga persiapan tahun politik Pemilihan Presiden di 2019.

&quot;Selama tahun 2018, sebagian besar energi masyarakat Indonesia terserap ke dalam atmosfer kampanye,&quot; papar Bursah dalam Refleksi Akhir Tahun: Memperteguh Komitmen Kebangsaan di Tahun Politik di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Minggu (30/12/2018).
(Baca Juga: Wiranto &quot;Sentil&quot; Prabowo karena Sebut Indonesia Akan Punah)&amp;nbsp;
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/09/21/53225/268623_medium.jpg&quot; alt=&quot;Foto-Foto Kemesraan Pasangan Capres-Cawapres Jokowi-Ma'ruf, Prabowo-Sandi saat Pengundian Nomor Urut&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Namun, dia sangat menyayangkan hingga kini tidak ada wahana pendidikan politik dan adu program berbasis data sebagai pertimbangan masyarakat untuk menentukan pilihan mereka.

&amp;ldquo;Tapi faktanya sepanjang tahun politik ini, kita menyaksikan narasi kampanye dipenuhi ujaran kebencian, hoax, fitnah, kampanye hitam, dan perdebatan minim data,&amp;rdquo; terangnya.

Bursah menerangkan, saat ini berbagai narasi negatif itu tersebar secara masif melalui media sosial. Apalagi ada juga tokoh politik yang menyebut pilpres 2019 sebagai Baratayudha, Armageddon, atau perang badar.

&amp;ldquo;Jargon dan kampanye politik bukan lagi bersifat adu program, tapi lebih menonjolkan politik identitas dan SARA,&amp;rdquo; beber dia.
(Baca Juga: Syekh Ali Jaber Klarifikasi Isu Merapat ke Jokowi)&amp;nbsp;
Maka dari itu, dia berharap, seluruh masyarakat dapat menjalankan Pemilu 2019 tanpa adanya unsur untuk memecah bela bangsa. &amp;ldquo;Terutama generasi muda, harus memperteguh komitmen kebangsaan di tahun politik ini. Pemilu 2019 adalah kontestasi menuju Indonesia yang lebih baik, bukan memecah belah,&amp;rdquo; tandasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wOC8xMC8xLzExNTM5OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Umum Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK), Bursah Zarnubi mengutarakan, bila tahun 2018 paling banyak menyerap energi masyarakat Indonesia. Hal ini dikarenakan masyarakat terlibat dalam kontestasi pemilu baik Pilkada Serentak hingga persiapan tahun politik Pemilihan Presiden di 2019.

&quot;Selama tahun 2018, sebagian besar energi masyarakat Indonesia terserap ke dalam atmosfer kampanye,&quot; papar Bursah dalam Refleksi Akhir Tahun: Memperteguh Komitmen Kebangsaan di Tahun Politik di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Minggu (30/12/2018).
(Baca Juga: Wiranto &quot;Sentil&quot; Prabowo karena Sebut Indonesia Akan Punah)&amp;nbsp;
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/09/21/53225/268623_medium.jpg&quot; alt=&quot;Foto-Foto Kemesraan Pasangan Capres-Cawapres Jokowi-Ma'ruf, Prabowo-Sandi saat Pengundian Nomor Urut&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Namun, dia sangat menyayangkan hingga kini tidak ada wahana pendidikan politik dan adu program berbasis data sebagai pertimbangan masyarakat untuk menentukan pilihan mereka.

&amp;ldquo;Tapi faktanya sepanjang tahun politik ini, kita menyaksikan narasi kampanye dipenuhi ujaran kebencian, hoax, fitnah, kampanye hitam, dan perdebatan minim data,&amp;rdquo; terangnya.

Bursah menerangkan, saat ini berbagai narasi negatif itu tersebar secara masif melalui media sosial. Apalagi ada juga tokoh politik yang menyebut pilpres 2019 sebagai Baratayudha, Armageddon, atau perang badar.

&amp;ldquo;Jargon dan kampanye politik bukan lagi bersifat adu program, tapi lebih menonjolkan politik identitas dan SARA,&amp;rdquo; beber dia.
(Baca Juga: Syekh Ali Jaber Klarifikasi Isu Merapat ke Jokowi)&amp;nbsp;
Maka dari itu, dia berharap, seluruh masyarakat dapat menjalankan Pemilu 2019 tanpa adanya unsur untuk memecah bela bangsa. &amp;ldquo;Terutama generasi muda, harus memperteguh komitmen kebangsaan di tahun politik ini. Pemilu 2019 adalah kontestasi menuju Indonesia yang lebih baik, bukan memecah belah,&amp;rdquo; tandasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wOC8xMC8xLzExNTM5OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
