<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Kecelakaan Pesawat di Indonesia, Lion Air Paling Banyak Makan Korban pada 2018</title><description>Pesawat sudah menjadi moda transportasi pilihan masyarakat dalam bepergian ke berbagai wilayah yang jaraknya cukup jauh.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/12/31/337/1998243/5-kecelakaan-pesawat-di-indonesia-lion-air-paling-banyak-makan-korban-pada-2018</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/12/31/337/1998243/5-kecelakaan-pesawat-di-indonesia-lion-air-paling-banyak-makan-korban-pada-2018"/><item><title>5 Kecelakaan Pesawat di Indonesia, Lion Air Paling Banyak Makan Korban pada 2018</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/12/31/337/1998243/5-kecelakaan-pesawat-di-indonesia-lion-air-paling-banyak-makan-korban-pada-2018</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/12/31/337/1998243/5-kecelakaan-pesawat-di-indonesia-lion-air-paling-banyak-makan-korban-pada-2018</guid><pubDate>Senin 31 Desember 2018 16:56 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/12/31/337/1998243/5-kecelakaan-pesawat-di-indonesia-lion-air-paling-banyak-makan-korban-pada-2018-hq5lyLnh1I.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Pesawat (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/12/31/337/1998243/5-kecelakaan-pesawat-di-indonesia-lion-air-paling-banyak-makan-korban-pada-2018-hq5lyLnh1I.jpg</image><title>Ilustrasi Pesawat (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pesawat sudah menjadi moda transportasi pilihan masyarakat dalam bepergian ke berbagai wilayah yang jaraknya cukup jauh. Alasan utamanya adalah karena cepat, meski biayanya relatif mahal.
Mahalnya tarif pesawat bukan berarti terbebas dari kecelakaan. Contohnya peristiwa kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 yang terjatuh di Perairan Karawang, Jawa Barat hingga menewaskan 189 penumpang yang terdiri dari 179 penumpang dewasa, 1 anak-anak dan 2 bayi, serta 7 awak pesawat.
Selain pesawat Lion Air JT 610, ada beberapa kecelakaan pesawat lainnya yang pernah terjadi di Indonesia sepanjang tahun 2018. Berikut Okezone merangkum beberapa peristiwa kecelakaan pesawat di Indonesia selama tahun 2018.
Baca juga: Pesawat Kargo Jayawijaya Dirgantara Tergelincir di Bandara Wamena
1.      Kargo Jayawijaya Dirgantara, 10 Maret 2018
Pesawat kargo milik Jayawijaya Dirgantara dengan nomor penerbangan PK-JRM mengalami pecah ban sekira pukul 09.00 WIT saat tiba di Bandara Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, pada Sabtu, 10 Maret 2018.
Pesawat nahas yang mengangkut 12,550 ton barang campuran itu mengalami kecelakaan di runway 15 touchdown dikarenakan ban belakang sebelah kanan pecah.
Pesawat yang dikemudikan Kapten Setiawan Hermanto dan Kopilot Benny H serta teknisi Didi itu sebelumnya terbang dari Sentani menuju Wamena yang dapat ditempuh sekira 45 menit.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut dan aktivitas di bandara berjalan normal.

2. Lion Air JT 892, 29 April 2018
Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 892 tergelincir di Bandar Udara Djalaluddin Tantu, Gorontalo (GTO), pada Minggu, 29 April 2018, sekira pukul 18.35 Wita.
Baca juga: Kronologi Tergelincirnya Pesawat Lion Air di Gorontalo
Pesawat  yang membawa terbang 174 penumpang itu lepas landas dari Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin pukul 17.29 Wita. Tergelincirnya pesawat Boeing 737-800 tersebut dikarenakan hujan tengah mengguyur wilayah bandara sekitarnya.
Akibatnya, ada dua penumpang yang dirujuk ke rumah sakit karena syok dan 172 penumpang lainnya termasuk tujuh kru pesawat dinyatakan selamat.
3. Lion Air JT 600, 1 April 2018
Pada Minggu, 1 April 2018, pesawat Lion Air JT 600 dengan rute Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng menuju Bandara Sultan Thaha, Jambi, mengalami dekompresi kabin atau tekanan udara menurun saat sedang mengudara.
Baca juga: Lion Air Mendarat Darurat, Penumpang Dialihkan Gunakan Pesawat Lain
Akibat dari kejadian itu, penumpang harus menggunakan selang oksigen dan pesawat pun terpaksa mendarat darurat di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang. Kecelakaan diduga karena pesawat Lion Air JT600 tersebut mengalami kerusakan hingga menyebabkan tekanan udara di kabin penumpang turun.
Seluruh penumpang dan kru pesawat yang berjumlah 206 orang dinyatakan selamat dan pihak Lion Air menerbangkan kembali penumpang dengan jadwal keberangkatan terbaru dari Palembang menuju Jambi, menggunakan pesawat yang akan diterbangkan dari Batam.
4.  Dimonim Air PK-HVQ, 11 Agustus 2018
Pesawat udara milik maskapai Caravan Dimonim Air bernomor seri PK-HVQ dikabarkan hilang kontak dalam perjalanan dari Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel menuju Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, pada Sabtu, 11 Agustus 2018.
Pesawat yang membawa 9 orang penumpang yang terdiri dari pilot, kopilot, dan 7 orang lainnya itu dinyatakan hilang kontak sekira pukul 05.50 WIT di sekitar area Oksibil.
Baca juga: Pesawat Jatuh di Papua Ditemukan Berkat Dentuman Keras yang Didengar Warga
Pesawat yang dipiloti Leslie Sevuve dan kopilot Wayan Sugiarto itu ditemukan jatuh di sekitar Gunung Menuk, Bintang, Papua, oleh Tim SAR gabungan pada Minggu,12 Agustus 2018. Sebelumnya yang pertama kali menemukan lokasi jatuhnya pesawat Dimonim Air PK-HVQ itu adalah warga masyarakat Oksibil sebab mendengar adanya bunyi dentuman keras, pada Sabtu 11 Agustus 2018.
Pesawat perintis itu menewaskan delapan dari sembilan orang dalam pesawat, termasuk pilot dan kopilot. Ajaibnya, seorang penumpang bocah bernama Jumaidi berusia 12 tahun itu ditemukan masih hidup oleh Tim SAR gabungan pada Minggu, 12 Agustus 2018, sekira pukul 09.00 WIT. Saat itu juga Jumaidi langsung dilarikan ke RS Bhayangkara Polda Papua untuk mendapatkan perawatan intensif.

5. Lion Air JT 610, 29 Oktober 2018
Pesawat milik maskapai Lion Air yang hendak terbang ke Pangkalpinang dari Bandar Udara Soekarno Hatta Banten hilang kontak pada Senin, 29 Oktober 2018, sekira pukul 06.20 WIB.
Pesawat type B737-8 Max dengan kode penerbangan JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang itu terjatuh di Perairan Karawang, Jawa Barat, di kedalaman laut 30 sampai 35 meter. Insiden tersebut menewaskan seluruh penumpang pesawat yang terdiri dari 179 penumpang dewasa, 1 anak-anak dan 2 bayi, serta 7 awak pesawat.
Baca juga: Keluarga Co-Pilot Lion Air JT610 Gugat Perusahaan Boeing
Sebelumnya pilot pesawat dengan nomor registrasi PK-LQP itu sempat meminta untuk kembali ke Bandar Udara Soekarno Hatta Banten, diduga adanya kerusakan mesin pesawat hingga bocornya tangki bensin. Namun, pesawat tak kunjung tiba di bandar udara yang terletak di Tangerang, Banten itu, hingga akhirnya pesawat hilang kontak pada koordinat 05 46.15 S - 107 07.16 E.
Belum diketahui apa penyebab pesawat ini terjatuh, namun dapat dipastikan sinyal dari Emergency Local Transmitter (ELT) pada pesawat tersebut tidak memancarkan sinyal destress. Sehingga jatuhnya pesawat tersebut tidak terpantau oleh Medium Earth Orbital Local User Terminal (MEO LUT) yang ada di kantor pusat Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).</description><content:encoded>JAKARTA - Pesawat sudah menjadi moda transportasi pilihan masyarakat dalam bepergian ke berbagai wilayah yang jaraknya cukup jauh. Alasan utamanya adalah karena cepat, meski biayanya relatif mahal.
Mahalnya tarif pesawat bukan berarti terbebas dari kecelakaan. Contohnya peristiwa kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 yang terjatuh di Perairan Karawang, Jawa Barat hingga menewaskan 189 penumpang yang terdiri dari 179 penumpang dewasa, 1 anak-anak dan 2 bayi, serta 7 awak pesawat.
Selain pesawat Lion Air JT 610, ada beberapa kecelakaan pesawat lainnya yang pernah terjadi di Indonesia sepanjang tahun 2018. Berikut Okezone merangkum beberapa peristiwa kecelakaan pesawat di Indonesia selama tahun 2018.
Baca juga: Pesawat Kargo Jayawijaya Dirgantara Tergelincir di Bandara Wamena
1.      Kargo Jayawijaya Dirgantara, 10 Maret 2018
Pesawat kargo milik Jayawijaya Dirgantara dengan nomor penerbangan PK-JRM mengalami pecah ban sekira pukul 09.00 WIT saat tiba di Bandara Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, pada Sabtu, 10 Maret 2018.
Pesawat nahas yang mengangkut 12,550 ton barang campuran itu mengalami kecelakaan di runway 15 touchdown dikarenakan ban belakang sebelah kanan pecah.
Pesawat yang dikemudikan Kapten Setiawan Hermanto dan Kopilot Benny H serta teknisi Didi itu sebelumnya terbang dari Sentani menuju Wamena yang dapat ditempuh sekira 45 menit.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut dan aktivitas di bandara berjalan normal.

2. Lion Air JT 892, 29 April 2018
Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 892 tergelincir di Bandar Udara Djalaluddin Tantu, Gorontalo (GTO), pada Minggu, 29 April 2018, sekira pukul 18.35 Wita.
Baca juga: Kronologi Tergelincirnya Pesawat Lion Air di Gorontalo
Pesawat  yang membawa terbang 174 penumpang itu lepas landas dari Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin pukul 17.29 Wita. Tergelincirnya pesawat Boeing 737-800 tersebut dikarenakan hujan tengah mengguyur wilayah bandara sekitarnya.
Akibatnya, ada dua penumpang yang dirujuk ke rumah sakit karena syok dan 172 penumpang lainnya termasuk tujuh kru pesawat dinyatakan selamat.
3. Lion Air JT 600, 1 April 2018
Pada Minggu, 1 April 2018, pesawat Lion Air JT 600 dengan rute Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng menuju Bandara Sultan Thaha, Jambi, mengalami dekompresi kabin atau tekanan udara menurun saat sedang mengudara.
Baca juga: Lion Air Mendarat Darurat, Penumpang Dialihkan Gunakan Pesawat Lain
Akibat dari kejadian itu, penumpang harus menggunakan selang oksigen dan pesawat pun terpaksa mendarat darurat di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang. Kecelakaan diduga karena pesawat Lion Air JT600 tersebut mengalami kerusakan hingga menyebabkan tekanan udara di kabin penumpang turun.
Seluruh penumpang dan kru pesawat yang berjumlah 206 orang dinyatakan selamat dan pihak Lion Air menerbangkan kembali penumpang dengan jadwal keberangkatan terbaru dari Palembang menuju Jambi, menggunakan pesawat yang akan diterbangkan dari Batam.
4.  Dimonim Air PK-HVQ, 11 Agustus 2018
Pesawat udara milik maskapai Caravan Dimonim Air bernomor seri PK-HVQ dikabarkan hilang kontak dalam perjalanan dari Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel menuju Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, pada Sabtu, 11 Agustus 2018.
Pesawat yang membawa 9 orang penumpang yang terdiri dari pilot, kopilot, dan 7 orang lainnya itu dinyatakan hilang kontak sekira pukul 05.50 WIT di sekitar area Oksibil.
Baca juga: Pesawat Jatuh di Papua Ditemukan Berkat Dentuman Keras yang Didengar Warga
Pesawat yang dipiloti Leslie Sevuve dan kopilot Wayan Sugiarto itu ditemukan jatuh di sekitar Gunung Menuk, Bintang, Papua, oleh Tim SAR gabungan pada Minggu,12 Agustus 2018. Sebelumnya yang pertama kali menemukan lokasi jatuhnya pesawat Dimonim Air PK-HVQ itu adalah warga masyarakat Oksibil sebab mendengar adanya bunyi dentuman keras, pada Sabtu 11 Agustus 2018.
Pesawat perintis itu menewaskan delapan dari sembilan orang dalam pesawat, termasuk pilot dan kopilot. Ajaibnya, seorang penumpang bocah bernama Jumaidi berusia 12 tahun itu ditemukan masih hidup oleh Tim SAR gabungan pada Minggu, 12 Agustus 2018, sekira pukul 09.00 WIT. Saat itu juga Jumaidi langsung dilarikan ke RS Bhayangkara Polda Papua untuk mendapatkan perawatan intensif.

5. Lion Air JT 610, 29 Oktober 2018
Pesawat milik maskapai Lion Air yang hendak terbang ke Pangkalpinang dari Bandar Udara Soekarno Hatta Banten hilang kontak pada Senin, 29 Oktober 2018, sekira pukul 06.20 WIB.
Pesawat type B737-8 Max dengan kode penerbangan JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang itu terjatuh di Perairan Karawang, Jawa Barat, di kedalaman laut 30 sampai 35 meter. Insiden tersebut menewaskan seluruh penumpang pesawat yang terdiri dari 179 penumpang dewasa, 1 anak-anak dan 2 bayi, serta 7 awak pesawat.
Baca juga: Keluarga Co-Pilot Lion Air JT610 Gugat Perusahaan Boeing
Sebelumnya pilot pesawat dengan nomor registrasi PK-LQP itu sempat meminta untuk kembali ke Bandar Udara Soekarno Hatta Banten, diduga adanya kerusakan mesin pesawat hingga bocornya tangki bensin. Namun, pesawat tak kunjung tiba di bandar udara yang terletak di Tangerang, Banten itu, hingga akhirnya pesawat hilang kontak pada koordinat 05 46.15 S - 107 07.16 E.
Belum diketahui apa penyebab pesawat ini terjatuh, namun dapat dipastikan sinyal dari Emergency Local Transmitter (ELT) pada pesawat tersebut tidak memancarkan sinyal destress. Sehingga jatuhnya pesawat tersebut tidak terpantau oleh Medium Earth Orbital Local User Terminal (MEO LUT) yang ada di kantor pusat Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).</content:encoded></item></channel></rss>
